Polisi Sebut Pengunjuk Rasa Tewas Ditembak dalam Aksi 'No Kings' di Utah, AS

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 17 Juni 2025
Polisi Sebut Pengunjuk Rasa Tewas Ditembak dalam Aksi 'No Kings' di Utah, AS

Seorang pengunjuk rasa terbunuh dalam aksi protes No Kings di Utah, AS.(foto: Instagram @russrowland)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEORANG pria yang diyakini sebagai anggota tim penjaga perdamaian dalam aksi protes No Kings di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, disebut menembak seseorang yang mengacungkan senapan ke arah demonstran. Pihak berwenang menyebut tembakan itu mengenai si pembawa senjata dan seorang penonton. Si penonton kemudian meninggal di rumah sakit. Demikian disampaikan pihak berwenang pada Minggu (15/6).

Seperti dilansir The Korea Times, polisi menangkap tersangka pembawa senapan, Arturo Gamboa, 24, pada Sabtu (14/6) malam dengan tuduhan pembunuhan. Kepala Kepolisian Salt Lake City Brian Redd, dalam konferensi pers pada Minggu, menyatakan korban tewas ialah Arthur Folasa Ah Loo, 39, seorang perancang busana asal Samoa.

Redd menyebut Penembak dan seorang pria lain yang juga mengenakan rompi neon diduga melihat Gamboa memisahkan diri dari massa di pusat Kota Salt Lake City, lalu bersembunyi di balik dinding dan mengeluarkan senapan sekitar pukul 20.00. Saat dua pria dengan rompi tersebut menghadapi Gamboa dengan pistol teracung, para saksi mengatakan Gamboa mengangkat senjatanya ke posisi siap tembak dan berlari ke arah kerumunan.

Saat itulah, menurut Redd, salah satu dari pria berompi menembakkan tiga peluru, mengenai Gamboa dan Ah Loo. Gamboa, yang menurut polisi tidak memiliki catatan kriminal, mengalami luka dan sudah dirawat sebelum ditahan di penjara. Redd mengatakan tindakan para penjaga perdamaian juga sedang dalam penyelidikan.

Polisi mengatakan mereka menyita senapan gaya AR-15, masker gas, dan sebuah ransel di lokasi kejadian.

Baca juga:

Kecam Donald Trump, Doechii Serukan Perlawanan terhadap Kebencian


Detektif belum mengetahui alasan Gamboa mengeluarkan senapan atau mengapa ia melarikan diri dari para penjaga perdamaian. Namun, mereka menuduhnya menciptakan situasi berbahaya yang menyebabkan kematian Ah Loo. Redd mengatakan pria yang diyakini sebagai bagian dari tim penjaga perdamaian mengenakan rompi hijau neon, melepaskan tiga tembakan dari pistol ke arah Gamboa. Tembakan itu menyebabkan luka ringan pada Gamboa, tapi secara fatal mengenai Ah Loo. Redd tidak mengungkapkan nama pria bersenjata tersebut.

Sementara itu, Sarah Parker, koordinator nasional gerakan 50501 Movement, yang menjadi mitra dalam aksi No Kings, mengatakan tim penjaga perdamaian sukarela umum ditemukan dalam aksi protes. Namun, menurutnya, para penyelenggara meminta semua peserta, termasuk penjaga perdamaian, untuk tidak membawa senjata. Meski demikian, Parker menambahkan bahwa tindakan mereka mungkin mencegah terjadinya insiden korban massal yang lebih besar.

"Tim pengamanan kami melakukan yang terbaik dalam situasi yang sangat menyedihkan dan menakutkan," kata Parker.

Ah Loo, yang dikenal dengan nama Afa, ialah seorang suami dan ayah dari dua anak. Ia dikenal sebagai perancang busana yang menjunjung tinggi warisan budaya Samoa. Demikian tertulis dalam laman GoFundMe yang dibuat untuk mendukung keluarganya. Ah Loo mendirikan Creative Pacific, sebuah acara yang merayakan keberagaman Kepulauan Pasifik dengan lokakarya, seniman, dan pertunjukan busana. Ia juga tampil dalam musim ke-17 acara realitas desain busana Project Runway.

Tembakan tersebut menyebabkan ratusan demonstran berhamburan, beberapa bersembunyi di balik penghalang dan melarikan diri ke garasi parkir serta bisnis di sekitar lokasi. "Itu suara tembakan. Ayo, ayo, keluar," teriak seseorang dalam video yang diunggah ke media sosial yang tampaknya merekam peristiwa tersebut.

Aksi protes No Kings digelar di berbagai penjuru AS pada Sabtu. Para penyelenggara mengatakan jutaan orang turun ke jalan untuk menentang apa yang mereka sebut sebagai kecenderungan otoriter Presiden Donald Trump.

Konfrontasi terjadi secara terpisah di beberapa tempat. Di Riverside, California, pihak berwenang mengatakan seorang pengemudi SUV menabrak seorang perempuan yang ikut demonstrasi lalu melarikan diri. Perempuan itu mengalami luka serius, tapi dalam kondisi stabil. Polisi masih mencari pengemudi tersebut.

Di luar gedung legislatif Negara Bagian Arizona, video di media sosial memperlihatkan para demonstran mencemooh dan kemudian bersitegang dengan seorang pria bermasker. Pria itu akhirnya mengeluarkan pistol sehingga massa berhamburan. Video lain menunjukkan petugas dari Departemen Keamanan Publik Arizona menangkap pria tersebut.(dwi)

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump Membela Diri, Ngotot Kirim Marinir dan Tentara ke Los Angeles

#Amerika Serikat #Donald Trump #Aksi Protes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Bagikan