Polisi Pegang Rekam Medis Pria yang Mengaku ISIS dan Hendak Terobos Istana
Istana Negara. (Foto/Wikipedia)
MerahPutih.com - Basufi Tarsiwan (39), pria yang dirinkus Paspampres karena mencoba masuk ke Istana Negara ternyata memiliki gangguan jiwa. Hai itu diketahui setelah polisi menemukan rekam medis Basufi yang pernah berobat ke Rumah Sakit Jiwa.
"Info terakhir orang tersebut ada riwayat gangguan kejiwaan, ada rekam medisnya," ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asep Guntur saat dikonfirmasi, Selasa (14/11).
Meski begitu, pihaknya masih akan tetap melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Basufi. Tujuannya, apakah tindakan Basufi bisa dipertanggungjawabkan secara hukum atau tidak.
"Masih didalami dan dipastikan kondisinya kejiwaannya," kata Asep.
Sebelumnya, Basufi ditangkap setelah petugas mencurigai lelaki asal Banyumas itu berlalu lalang di depan Istana Kepresidenan. Saat ditangkap, Basufi mengaku datang ke Istana Negata untuk bertemu Presiden Joko Widodo.
Namun, karena pakaiannya mencurigakan, Basufi melakukan perlawanan dengan menyerang petugas dan menyebut bahwa dirinya anggota ISIS.
Paspampres lalu melakukan koordinasi dengan Polsek Gambir dan Basufi digelandang ke Mapolsek Gambir untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (Ayp)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Prabowo Temui Ormas Islam di Istana, Bahas Geopolitik hingga Board of Peace
Respons Paspampres Video Pengamanan Presiden Prabowo di Inggris Viral di Media Sosial
Momen Presiden Prabowo Subianto Melantik Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
WNI Anak Terkait ISIS Dibui Hampir 8 Bulan di Yordania, Kemenlu Pastikan Kondisinya Sehat
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Danpaspampres era Jokowi, Marsda Wahyu Hidayat Wafat
4 Teroris Ditangkap di Sumut dan Sumbar, Diduga Sebarkan Paham Radikal hingga Dukung ISIS