Polisi Amankan Seorang Dosen yang Diduga Penyebar Berita Hoax

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 28 Februari 2018
Polisi Amankan Seorang Dosen yang Diduga Penyebar Berita Hoax

Terduga penyebar berita hoax berinisial TAW saat ditangkap Polisi. (MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Majalengka, berhasil mengamankan seorang pelaku penyebar berita bohong atau hoax tentang adanya seorang muadzin yang dibunuh oleh orang gila, di Majalengka.

Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad menjelaskan, pelaku diketahui seorang perempuan berinisial TAW (48). Tersangka merupakan seorang dosen aktif di salah satu Universitas di Yogyakarta.

"Pelaku kita amankan di wilayah Jakarta Utara, "kata Novianto kepada sejumlah awak media, di Majalengka Rabu (27/2).

Menurut Noviana, kronologis tersebut bermula ketika masyarakat Majalengka heboh dengan isu penyerangan seorang muadzin oleh orang gila, di Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, sejak 16 Februari 2018.

Kabar itu beredar melalui media sosial (medsos) facebook, pada akun dengan nama Tara Dev Sams, hingga viral hampir 7000 kali dibagikan dan dikomentari 1700 komentar.

Tersangka juga mengaku tidak pernah mengecek dan mendalami terlebih dahulu kebenaran berita tersebut hingga membuat berita bohong tersebut

"Pelaku merupakan warga Jakarta dan dari hasil penyelidikan tersangka ini diduga orang pertama yang memposting dan menyebarkan berita hoax tersebut,"jelas Noviana.

Selain membekuk pelaku, sambung Novianto, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu buah tab warna hitam dan dua lembar screenshot yang berisi berita bohong.

"Akibat perbuatannya, pelaku akan kami jerat pasal berlapis. Yakni, pasal 14 ayat 2 UU No.1 tahun 1946 dan pasal 45A ayat 2 UU No.19 tahun 2016 atau Revisi UU No.11 serta pasal 28 ayat 2 UU No.11 Tahun 2008 Tentang ITE, dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda paling bayak Rp 1 miliar," sebut Novianto.

Novianto mengingatkan agar masyarakat dalam menerima suatu berita atau informasi agar mempelajari dulu kebenaran informasi tersebut dan tidak memposting berita yang belum jelas kebenarannya.

"Kami menghimbau kepada masyarakat luas untuk tidak mengirimkan dan memposting berita berita yang belum tentu kebenarannya. Jika itu dilakukan, maka akan berurusan dengan pohak berwajib," tukas dia. (*)

Berita ini ditulis berdasarkan liputan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.comuntuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga artikel Mauritz lainnya di: Sambangi Bekasi, Ridwan Kamil Mendadak Jadi Tukang Pangkas

#Berita Hoax
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Komdigi membantah kabar adanya pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026. Kabar tersebut dipastikan hoax.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan mengambil alih pengesahan RUU Perampasan Aset.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
WNI yang tidak membayar pajak akan dicabut status kewarganegaraannya. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 07 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Demo Ajakan Tidak Bayar Pajak, Ramai Jadi Perbincangan
Media sosial tengah viral adanya ajakan demo tidak bayar pajak. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Demo Ajakan Tidak Bayar Pajak, Ramai Jadi Perbincangan
Indonesia
Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas
Pemerintah kini menelusuri video hoaks kerusuhan di media sosial. Menko Polkam, Djamari Chaniago, akan menindak tegas penyebarnya.
Soffi Amira - Rabu, 05 Agustus 2026
Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas
Indonesia
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yakin Jakarta tetap aman di tengah adanya isu kerusuhan.
Soffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Kabarnya Bakal Sita TV karena Tidak Bayar Pajak, Benarkah?
Menteri ESDM, Bahlil Lahadaila, kabarnya akan menyita TV para penunggak pajak. Apakah informasi itu benar?
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Kabarnya Bakal Sita TV karena Tidak Bayar Pajak, Benarkah?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Disebut Palsu, Begini Penjelasannya
Viral emas 74 kg milik Febrie Adriansyah disebut palsu. Lalu, apakah informasi tersebut dibenarkan?
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Disebut Palsu, Begini Penjelasannya
Dunia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Bendera Iran tak Dikibarkan di Pembukaan Piala Dunia 2026
Bendera Iran dikabarkan tak dikibarkan saat pembukaan Piala Dunia 2026. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Bendera Iran tak Dikibarkan di Pembukaan Piala Dunia 2026
Bagikan