Merahputih.com - Aktivis asal Swedia, Greta Thunberg, mengkritik penyanyi Inggris Ed Sheeran terkait polemik keluarnya rapper Macklemore dari rangkaian tur Loop Tour.
Macklemore sebelumnya menyuarakan dukungan untuk Palestina saat menjadi penampil pembuka konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, awal September.
Baca juga:
Macklemore Dicoret dari Sisa Tur Ed Sheeran di AS, Polemik Dukungan Palestina
Sheeran membantah terlibat dalam keputusan pencoretan Maclemore tersebut. Menurutnya, keputusan untuk mengeluarkan Macklemore berasal dari pihak promotor.
Greta Thunberg Kritik Ed Sheeran

Aktivis kemanusiaan Greta Thunberg terus berjuang untuk menghentikan genosida di Gaza. (foto: Instagram/@gretathunberg)
Thunberg bersama kelompok aktivis Humanti Project menyampaikan kritik melalui unggahan di Instagram.
Ed, hanya ada satu pihak yang menjadi korban di sini: rakyat Palestina.
Dalam unggahan tersebut, Thunberg dan kelompoknya juga menilai polemik ini mencerminkan perubahan sikap publik terhadap isu Palestina.
"Ini adalah tanda yang jelas dan tak terbantahkan bahwa kesadaran global telah berubah," demikian bunyi unggahan tersebut.
Mereka juga menyatakan bahwa normalisasi terhadap Israel serta upaya membenarkan atau memperbaiki citranya di tengah konflik Gaza disebut tidak lagi dapat diterima.
Baca juga:
Macklemore Dicoret, Semua Artis Pendukung Kompak Tinggalkan Tur Ed Sheeran
Ed Sheeran Tegaskan Tidak Terlibat
Ed Sheeran kemudian menjelaskan posisinya melalui unggahan di media sosial.
Pelantun Shape of You itu mengatakan dirinya tidak terlibat dalam keputusan terkait Macklemore. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya memilih tidak memberikan komentar terbuka mengenai isu politik, termasuk perang di Gaza.
Macklemore Konsisten Dukung Palestina
Macklemore sendiri telah lama menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Baca juga:
Konsisten Suarakan Palestina, Macklemore Rilis 'Hind's Hall 2' bersama Kolaborator
Rapper yang dikenal lewat lagu Thrift Shop dan Can't Hold Us tersebut merilis lagu Hind's Hall pada 2024. Lagu itu dibuat sebagai penghormatan kepada Hind Rajab, anak Palestina berusia lima tahun yang kematiannya menjadi perhatian dan memicu kemarahan internasional.
Kasus ini kini menjadi perdebatan mengenai kebebasan berekspresi para musisi dalam industri hiburan, sekaligus memperlihatkan bagaimana isu perang Gaza terus memengaruhi dunia musik dan pertunjukan internasional.