PNS Diimbau Tidak Gunakan Gas Bersubsidi
Ilustrasi. (MP/Restu Fadilah)
MerahPutih.com - Pejabat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengimbau kalangan PNS di daerah itu tidak memakai gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.
"Kami mengimbau kalangan PNS dan masyarakat ekonomi menengah ke atas yang ada di Rejang Lebong agar tidak menggunakan gas elpiji bersubsidi," kata Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Rejang Lebong, Margono di Bengkulu, Senin (23/10).
Imbauan tersebut, kata Margono, penting disampaikan agar subsidi yang digulirkan pemerintah tepat sasaran.
Larangan pemakaian gas elpiji 3 kg yang hanya diperuntukkan bagi kalangan masyarakat tidak mampu oleh kalangan PNS dan masyarakat menegah ke atas tersebut sudah sering mereka sampaikan dalam berbagai kegiatan dan pemberitaan di media massa.
Sementara itu, berdasarkan pantauan pihaknya dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong belum ditemukan adanya kelangkaan gas berwarna melon tersebut.
Kendati demikian, harga jual gas mengalami kenaikan drastis dari HET yang ditentukan Pemprov Bengkulu pada 2015 lalu. Di tingkat pangkalan per tabungnya sebesar Rp 16.100. Namun, fakta di lapangan konsumen harus membayar hingga Rp 25.000 per tabung.
"Tidak mengalami kelangkaan, tapi harganya naik dari harga yang ditentukan pemerintah sesuai dengan HET-nya sebesar Rp 16.100 per tabung dengan harga toleransi berkisar Rp 18 ribu per tabung," katanya.
Sejauh ini pihaknya tidak bisa berbuat mengingat saat ini fungsi pengawasan dan tindakan diambil alih oleh pihak pemerintah provinsi seiring dengan diberlakukannya UU Pemerintahan Daerah.
Pihaknya saat ini hanya bisa memberikan laporan dan menampung keluhan masyarakat terkait dengan kelangkaan, penimbunan, dan lainnya.
Untuk itu, dia berharap pemerintah pusat melalui Pemprov Bengkulu, jika nantinya program subsidi gas 3 kg ini masih dilanjutkan agar HET di Provinsi Bengkulu dapat disesuaikan dengan kondisi pasaran sehingga selisih harga jualnya tidak terlalu jauh. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Beda Angka Subsidi Elpiji 3 Kilogram Dengan Menteri ESDM, Menkeu: Mungkin Beda Metode Pencatatan
Pertamina Tambah 1,2 Juta Tabung Gas Subsidi 3 Kilogram, Antisipasi Lonjakan Saat Libur Maulid Nabi di Jateng
Gas Elpiji 3 Kg di Sragen Kembali Langka, Pertamina Tambah Pasokan 112 Persen
Gas Elpiji 3 Kilogram Bakal Dipatok Satu Harga di Seluruh Indonesia, Mulai Berlaku 2026
Libur Panjang Hari Kenaikan Isa Almasih, Pertamina Tambah 750.360 Tabung Elpiji
Sindikat Pengoplos Pindahkan Elpiji bersubsidi ke Nonsubsidi di Jakut dan Jaktim, Negara Rugi Rp 16 Miliar
Bareskrim Ungkap Kasus Pengoplosan Gas, Pelaku Raup Keuntungan Rp 10 M Setelah Pindahkan Isi LPG 3 Kg
PT Pertamina Berkomitmen Jaga Pasokan dan Harga Gas Elpiji 3 Kg Tetap Terkendali
Ramadan, Warga Diimbau Tak Beli Gas Elpiji 3 Kg Berlebihan
Legislator Sarankan Beli Gas Elpiji di Jakarta Pakai QRIS