PMI Segera Kirim 500 Tenda ke Gaza
Kondisi infrastruktur Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023. ANTARA/Anadolu/am.
MerahPutih.com - Serangan militer Israel di wilayah permukiman Rafah pekan lalu menewaskan puluhan pengungsi dan menghancurkan tenda pengungsian serta fasilitas infrastruktur lainnya.
Kondisi ini menyebabkan pengungsi semakin rentan dan memprihatinkan dan berdampak langsung pada kemampuan lembaga bantuan untuk membawa pasokan kemanusiaan yang penting ke Gaza.
Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Abdurrahman Muhammad Fachir menyatakan, pihaknya akan terus mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
"PMI akan terus melanjutkan upaya bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina. PMI bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Mesir melanjutkan pengadaan barang bantuan antara lain bahan pangan, tenda keluarga, pakaian, obat obatan, hygiene kits dan peralatan kesehatan,” kata Abdurrahman dalam siaran pers PMI di Jakarta, Kamis (16/5).
Baca juga:
Prabowo-Gibran Temui Emir dan PM Qatar, Bahas Kerja Sama hingga Isu di Gaza
Saat ini, kata ia, banyak pengungsi yang terpaksa tidur di jalan-jalan, tempat terbuka dan di bawah puing-puing reruntuhan bangunan.
"Kondisi ini sangat tidak aman dan mengkhawatirkan bagi keselamatan pengungsi. Kami tetap harus berupaya agar bantuan kebutuhan dasar pengungsi, seperti bahan pangan dan penampungan sementara berupa tenda-tenda keluarga dapat dikirim segera ke warga pengungsi,” katanya.
Kepala Markas PMI Pusat yang saat ini bertugas di Kairo, Mesir, Arifin Muhammad Hadi mengatakan, sejak Februari lalu, PMI telah melakukan proses pengadaan tenda dan dari total 1.000 tenda, 500 unit di antaranya sudah tersedia, sedangkan sisanya masih dalam proses pengadaan.
"Insya Allah pekan ini akan kirim 500 unit tenda keluarga ke Gaza. Saat ini memang gate Rafah masih tertutup dan dikuasai IDF Israel. Namun tidak ada cara lain, kecuali mendekatkan seluruh tenda dan barang bantuan ke pintu-pintu masuk ke Gaza, sehingga begitu ada ijin masuk, semuanya bisa sampai ke warga pengungsi,” katanya.
Baca juga:
12 Relawan Mer-C Indonesia Terjebak di Gaza Utara dan Selatan
Arifin menjelaskan, tenda berukuran 4 x 4 meter itu terbuat dari bahan ringan dan berkualitas tinggi, sehingga bisa dipindahkan. Setiap tenda dilengkapi dengan perlengkapan untuk mendirikan tenda seperti tali, pasak, dan palu sehingga setiap warga pengungsi bisa mendirikan secara mandiri.
Direktur Operasi dan Layanan Medis Kesehatan Bulan Sabit Merah Mesir, Dr. Ahmad Meligi mengkonfirmasi bahwa kebutuhan tenda keluarga sangat mendesak.
“Kami mendapat data dari lapangan, kita perlu dorong banyak tenda ke warga pengungsi. Diperlukan lebih dari 310.000 tenda keluarga untuk memenuhi hunian darurat bagi lebih dari 1,4 juta jiwa. Dampak dari penyerangan IDF ke kamp-kamp pengungsian warga Gaza menyebabkan kerusakan tenda-tenda dan fasilitas penampungan darurat," katanya.
Saat ini, akses pintu masuk di Rafah Mesir masih tertutup sejak IDF menguasai wilayah perbatasan tersebut.
Baca juga:
Dua Lipa hingga Zayn Malik Teken Petisi agar Biden Lakukan Gencatan Senjata di Gaza
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Kemenlu Tengah Berupaya Keluarkan WNI dari Yaman, Wilayah Udara Masih Ditutup
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Seruan Indonesia Untuk Redakan Konflik Thailand dan Kamboja, Desak Saling Tahan Diri
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Konflik Kamboja dan Thailand Bikin Sekolah Tutup, Ratusan Warga Mengungsi
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza