PKS Beberkan Sejumlah Sisi Positif Debat Capres di Kampus
Ilustrasi - Calon Presiden Republik Indonesia pada Pilpres 2024. (ANTARA/Naufal Ammar)
MerahPutih.com - Wacana debat bakal calon Presiden di lingkup kampus menuai dukungan dari beberapa kalangan.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Fathul Bari mendukung niatan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengundang Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto di kampus dalam waktu dekat. Apalagi, jika itu dilakukan oleh kalangan kampus bahkan mahasiswa.
"Sehingga mereka pun juga bisa menguji para bakal capres sekaligus memosisikan mereka sebagai subjek dalam pemilu, yang dalam hal ini jadi kalangan kritis yang mengawal proses pemilu dengan baik,” sambung Fathul kepada awak media di Jakarta, Jumat (1/9).
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo dan Ganjar Takut Berdebat dengan Anies di UI
Dia pun membeberkan sejumlah sisi positif dari niatan BEM UI mengundang para bakal capres tersebut.
Pertama, kata dia, kembali menjadikan kampus dan kalangan muda sebagai episentrum gagasan hingga gerakan perubahan.
“Kedua, menjadikan pilpres sebagai arena pertarungan gagasan terbaik bagi para bakal capres yang berkontestasi, sehingga publik diberikan ruang untuk mengenali bakal capres lebih dalam dan lebih substantif,” katanya.
Ketiga, lanjut dia, ini selaras dengan realitas saat ini karena kalangan milenial dan generasi Z menjadi pemilih terbesar dalam Pemilu 2024.
“Sehingga mereka bukan hanya menjadi penentu dalam konteks objek suara, tetapi justru menjadi kalangan yang bersuara dan menentukan arah kebijakan ke depan,” tutur Fathul.
Baca Juga:
Anies Baswedan Sambut Baik Undangan Debat Capres dari BEM UI
Menurut Ketua Umum BEM UI periode 2006-2007 ini, sudah saatnya kontestasi demokrasi pemilu di Indonesia bukan lagi pertarungan pencitraan dan gimik semata.
"Tetapi menjadi pertarungan gagasan kebijakan oleh para capres yang merupakan hak seluruh warga untuk melihat dan mengujinya," jelas dia.
Fathul tidak sepakat dengan anggapan yang mengkritisi debat capres tersebut.
“Jangan mengebiri demokrasi dan mengingkari semangat reformasi. Justru hal itu harus dibudayakan dalam demokrasi kita,” kata Fathul. (Knu)
Baca Juga:
Wacana Debat Ganjar, Anies dan Prabowo di Kampus, KPU Anggap Bukan Kampanye
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
MK Tolak Gugatan Rakyat Bisa Pecat DPR, Pilihannya Jangan Dipilih Lagi di Pemilu
Ketua DKPP Sebut Kritik Media Massa Vitamin yang Menyehatkan
DKPP Janji Penyelesaian Etik Penyelenggara Pemilu Dijamin Cepat
TII Rekomendasikan 7 Penguatan Demokrasi, Termasuk Pemisahan Jadwal Pemilu
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya