PKB Serahkan Pendamping Gus Ipul kepada Megawati
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerahkan keputusan pendamping Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam Pilkada Jawa Timur kepada partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan.
"Soal cawagub (Jatim) kami serahkan sepenuhnya ke PDIP. Kami tunggu saja," ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin dalam acara Penyerahan Mandat Politik PKB untuk Calon Kepala Daerah di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (5/1).
Sebelumnya, Saifullah Yusuf akan maju didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Namun belakangan, Azwar yang diusung PDIP disebut-sebut menyatakan mundur.
Cak Imin mengatakan, ia telah bertemu dengan Megawati Soekarnoputri dan para kiai Jawa Timur mengenai sosok pendamping Gus Ipul. Dia menekankan, sejauh ini kebersamaan PKB dengan PDIP di Jawa Timur tetap berjalan.
Sementara itu, mengenai keputusan mundurnya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk menjadi pendaming Gus Ipul, Cak Imin mengatakan itu hak pribadi Azwar.
"Itu hak pribadi. Kewenangan (pengganti) ada di PDIP," kata Cak Imin.
Kabar berkembang posisi Azwar akan digantikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sejauh ini PKB telah menetapkan 10 calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusungnya dalam Pilkada 2018.
Nama-nama itu antara lain Lukman Edy-Asri (Provinsi Riau), Arinal Djunaidi-Chusnunia (Lampung), Saifulah Yusuf (Jatim), I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha (Bali), Marianus Sae-Emelia Julia Nomleni (NTT), Moh Suhaili-Muh Amin (NTB), Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (Sulsel), Murad Ismail-Barnabas Orno (Maluku), Burhan Abdurahman-Ishak Jamaluddin (Maluku Utara), Lukas Enembe-Klemen Tinal (Papua).
Seluruhnya diminta menandatangani mandat politik PKB yang isinya antara lain sebagai kepala daerah harus bisa melayani rakyat, harus amanah mengabdi pada kemanusiaan, harus bisa menjadi pemimpin yang bisa hidup berdampingan harmonis dan toleran menjaga keutuhan NKRI, harus menegakkan hukum dan konstitusi, serta harus mampu mnjalankan politik rahmatan lil alamin.
"Mandat politik PKB ini intinya politik rahmatan lil alamin, artinya politik kasih sayang bagi alam semesta, yakni keseimbangan hubungan terhadap Tuhan, manusia, dan alam harus dijaga," katanya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP