PKB Akui Pertimbangkan Gabung KIM Plus

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Agustus 2024
PKB Akui Pertimbangkan Gabung KIM Plus

Presiden Terpilih Prabowo Subianto (tengah) dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (dua kanan) berfoto bersama selepas jumpa pers membahas isi pertemuan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (24/4/2024).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku masih menimbang-nimbang untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Menurut Waketum PKB Jazilul Fawaid, pertimbangan tersebut muncul sejalan dengan dinamika yang terus berkembang.

"Ya dinamikanya memang terus berkembang. Sehingga masih banyak pertimbangan-pertimbangan,” ujar Jazilul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/8).

Jazilul mengatakan pihaknya belum bisa memastikan bakal bergabung dengan KIM Plus atau tidak, lantaran menunggu masukan dari pihak internal.

“Belum sampai pada tahap kesimpulan. DPW PKB DKI juga perlu kita ajak bicara, apa yang sudah menjadi usulan DPW DKI juga harus kita pertimbangkan,” tuturnya.

Baca juga:

Wacana Koalisi KIM Plus di Pilgub Jakarta, Pengamat Singgung Adanya Potensi Oligarki Politik

Meski demikian, ia mengaku salah satu hal yang memberatkan PKB dalam mengusung Anies Baswedan adalah langkah PKS.

“Nah ketika PKS misalkan mengusulkan Pak Shohibul Iman, beberapa teman di PKB juga keberatan. Nah yang ini belum ada enggak tahu siapa,” kata dia.

Dia mengaku KIM Plus sudah membuka pintu untuk PKB agar segera bergabung. Akan tetapi, PKB belum bisa memberi kepastian.

“Iya, kalau ajakan ada. Tapi siapa, pasangan calonnya ini kan juga belum. Jadi, sampai skrsng belum bisa ditarik kesimpulan yang final,” ucapnya.

Baca juga:

Pembentukan KIM Plus Diduga untuk Jegal Anies di Pilkada Jakarta

Menurutnya, komunikasi antara PKB dan KIM Plus sudah dilakukan secara informal. Akan tetapi, belum ada satu pun partai yang membahas pasangan calon untuk Pilkada Jakarta 2024.

Jazilul mengatakan baru ada satu partai yang mengusulkan bakal calon wakil gubernur Jakarta, hal itu membuat pihaknya mempertimbangkan ulang.

“Komunikasi informal pasti ada di setiap partai. Masalahnya sampai hari ini tidak satu pun partai-partai yang ada ini duduk bersama membahas siapa pasangan calonnya,” kata Jazilul.

Baca juga:

Ada KIM Plus, Cak Imin: Koalisi Pilpres 2024 Sudah Tidak Relevan di Pilkada

Saat ditanya terkait upaya KIM Plus untuk menjegal petahana Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024, Jazilul tak bisa memastikan.

“Ini kan belum ada. KIM plus juga belum ada kan, baru wacana, apalagi menjegal. KIM plus aja belum ada dan belum duduk bersama apalagi tuduhan menjegal atau apa,” tandasnya. (Pon)

#Politik #Pilkada 2024 #PKB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Stabilitas Politik Prabowo jangan cuma Untungkan Elite, Rakyat Tunggu Bukti Kesejahteraan
Jangan sampai elite politik sibuk dengan pertarungan kekuasaan, sedangkan persoalan ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat terabaikan,
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Stabilitas Politik Prabowo jangan cuma Untungkan Elite, Rakyat Tunggu Bukti Kesejahteraan
Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Dukungan Politik Kuat tapi Ada Bahaya Pengawasan Lemah
Stabilitas politik tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi kritik, mengabaikan oposisi, atau menyeragamkan pandangan politik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Dukungan Politik Kuat tapi Ada Bahaya Pengawasan Lemah
Indonesia
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Para relawan PKB telah mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak karhutla, seperti masker dan perlengkapan pendukung evakuasi lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
peningkatan ambang batas juga dinilai bakal memberi tantangan berat bagi partai politik yang meraih suara di kisaran 1 - 3 perse
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
Indonesia
PKB Sebut Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
PT enam persen merupakan titik keseimbangan antara kebutuhan penyederhanaan sistem kepartaian di DPR dan kewajiban mempertahankan proporsionalitas representasi politik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
PKB Sebut  Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Berita Foto
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP - GPI) Khoirul Amin menyampaikan pernyataan sikap dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (25l6/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Indonesia
PKB Sentil Menhut Raja Juli: Karhutla tak Cukup Ditangani dengan Pemadaman
PKB menyoroti Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Ia diminta tak hanya cosplay damkar, tetapi ikut melakukan pembenahan.
Soffi Amira - Senin, 24 Agustus 2026
PKB Sentil Menhut Raja Juli: Karhutla tak Cukup Ditangani dengan Pemadaman
Bagikan