Pilpres 2019, Masyarakat Ingin Ada Calon Alternatif
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti. (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan hingga akhir 2017 ini belum ada yang dapat menyaingi elektabilatas Jokowi dalam berbagai survei.
Elektabilitas Jokowi stabil pada angka 30 persen, sehingga dirasa sulit bagi kompetitor mengejar angka tersebut. Apalagi, hampir semua partai telah menyatakan dukungan bagi Jokowi menuju 2019 mendatang.
"Untuk kali pertama 2017 ini hampir semua partai menyatakan dukungan kepada Jokowi 2019. Hanya saat ini kelemahannya adalah masih belum kelihatan siapa yang akan menjadi rival Pak Jokowi," kata Ray saat diskusi Tutup Tahun 2017, Jemput Tahun Politik 2018 di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/12).
Terkait hal itu, menurut Ray, partai oposisi harus segera mencari tokoh alternatif selain Prabowo sebagai jalan mendongkrak elektabilatas.
"Tidak berlebihan 2017 ini banyak orang menggadang-gadang calon lain sebagai alternatif penggati Prabowo," kata dia.
Alasannya, elektabilitas Prabowo yang tidak mampu mengejar hingga menjelang tahun 2018. Sebab, menurutnya di tahun 2018 merupakan momentum terbaik untuk mendeklarasikan diri, namun jika elektabilitas tidak bisa mengimbangi, artinya harus ada calon alternatif dari oposisi.
"Apakah Prabowo lagi atau Gerindra punya keinginan yang lebih revolusioner tidak maju dan mencalonkan tokoh lain, dan segera dideklarasikan, 2019 saya kira agak telat ya kalau mau deklarasi," imbuhnya.
Apalagi, kata Ray, Gerindra dan Prabowo cenderung berani mengangkat calon lain bukan keder dalam perhelatan pesta demokrasi.
"Ada identitas dari Prabowo yaitu mendukung bukan kadernya sendiri ada Anies, Sudrajat, dan lain-lain. Gerindra senang mencalonknn bukan kadernya sendiri," kata dia. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Kunjungi Berbagai Daerah AHY Langkah Jelang Pilpres?
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba