Pilkada Memanas, Keluarga Besar NU Lakukan Konsolidasi

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 30 Oktober 2017
Pilkada Memanas, Keluarga Besar NU Lakukan Konsolidasi

KH Maman Imanulhaq. (MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keluarga Besar NU (KB-NU) Majalengka sepakat untuk melakukan konsolidasi baik internal maupun eksternal dalam menyikapi Pilkada Kabupaten Majalengka 2018 yang semakin memanas.

Internal dilakukan dengan mensosialisasikan nilai-nilai ke-NU an berupa kesantunan, musyawarah dan kemashlahatan dalam berpolitik. Sedangkan eksternal melakukan komunikasi dengan berbagai kalangan termasuk Polri dan TNI untuk menjaga kondusifitas Majalengka.

Demikian salah satu point penting pertemuan keluarga besar NU yang bertempat di rumah Pimpinan Ponpes Al-Mizan, KH Maman Imanulhaq.

Tampak hadir Jajaran pengurus PC NU Majalengka diantaranya Kyai Yusuf Karim, Kyai Harun Bajuri, Kyai Muhsinin, Abah Uyu, Kyai Rofiqin, Kyai Fuad Hasyim.

Begitu pula Ketua Ansor Cece Ahmad As, Ketua Fatayat Hj Upik Rofiqoh, Banon dan yang lain.

"Kader NU harus mengedepankan akhlak yang mulia dalam berpolitik. Tidak boleh melanggar fatsoen politik. Tidak boleh melangkahi para ulama dalam mengambil kebijakan. Dan tetap berprinsip untuk kemashlahatan”, tutur Ketua PCNU Majalengka, KH. Harun Bajuri, Senin (30/10).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Pengurus DPC PKB Majalengka di antaranya Kyai Badrussalam, Dr Hamdi, Kyai Hasan, dan anggota DPRD Prov Jabar H M Nasir dan FPKB Majalengka H Jubaedi dan Suheri.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Syuro, Kyai Badrussalam menegaskan bahwa tidak ada dan tidak akan pernah ada koalisi dengan PKS ( Partai Keadilan Sejahtera). Hal itu dilakukan karena tidak ada kesamaan platform politik di antara ke dua partai tersebut.

Sementara ketua DPC PKB Majalengka dokter Hamdi meminta polemik koalisi diakhiri dan meminta semua yang hadir memberi masukan dan dukungan pada PKB untuk kemenangan PKB dalam Pilkada 2018 dan Pileg 2019.

Menyambut tawaran tersebut, H Nasir mengusulkan membuat TIM 11 yang akan memberi masukan pada Desk Pilkada siapa yang direkom jadi Cabup-Cawabup Majalengka 2018.

Pertemuan yang berlangsung akrab, hangat dan diselingi humor ala NU berakhir dengan kesimpulan yang dibacakan Kang Maman, panggilan akrab KH. Maman Imanulhaq yang juga Ketua lembaga Dakwah PBNU.

KH Maman mengaris bawahi point penting pertemuan ini. Pertama, keluarga besar NU akan mengawal proses pilkada sesuai dengan prinsip demokrasi dan etika politik yang santun dan damai.

Kedua, menunggu keputusan DPC PKB tentang Tim 11 di hari Selasa (31/10)Oktober dan berharap hasil yang manfaat mashlahatan bagi Majalengka. (*)

Berita ini adalah hasil liputan Mauritz, reporter atau kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Untuk mengikuti hasil liputan Mauritz lainnya , baca saja: Ketua MPR: Negara dan Kita Semua Sudah Berdosa

#PBNU #PKB #Partai Keadilan Sejahtera (PKS) #Pilkada 2018 #Pemilu 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Struktur kepengurusan baru tersebut selanjutnya akan menjalankan mandat organisasi serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum Muktamar Ke-35 NU.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Indonesia
PKB Sebut Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
PT enam persen merupakan titik keseimbangan antara kebutuhan penyederhanaan sistem kepartaian di DPR dan kewajiban mempertahankan proporsionalitas representasi politik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
PKB Sebut  Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Meski tumbuh besar di lingkungan pesantren Sunan Ampel Jombang, Gus Kikin memiliki rekam jejak yang terbilang unik.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Indonesia
Gus Kikin Peroleh 472 Suara dalam Pemilihan di Muktamar Ke-35 NU
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Frengky Aruan - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Peroleh 472 Suara dalam Pemilihan di Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Bagikan