Pilih Olahraga atau Makan Dulu? ini Faktanya
Olahraga harus makan dulu atau tidak? (Foto: Unsplash/Gabin Valet)
MerahPutih.com - Olahraga belum makan katanya bikin tubuh kurang berenergi. Kalau makan dulu sebelum olahraga katanya bisa bikin tubuh mudah lelah. Mana yang benar nih?
Sport enthusiast mungkin bingung untuk menentukan makan dulu atau olahraga. Sebenarnya untuk memastikan mana tindakan yang tepat, ada sejumlah faktor nan mesti dipertimbangkan.
Seperti dikutip dari Alodokter, mau olahraga atau makan dulu ditentukan dari jenis olahraga nan akan kamu lakukan, apakah itu berat atau ringan.
Kemudian, penting untuk mengetahui bagaimana cara kerja tubuh menghasilkan energi serta butuh nutrisi apa untuk mengoptimalkannya. Karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi dibutuhkan tubuh sebelum beraktivitas.
Baca juga:
Saat perut kosong, tubuh akan memanfaatkan lemak atau cadangan makanan sebagai sumber energi. Ini yang menjadi pedoman banyak orang untuk menurunkan berat badan, yakni berharap seluruh lemak terbakar saat berolahraga karena tubuh tidak memiliki cadangan makanan akibat perut kosong.
Nyatanya, tidak ada penelitian kuat membuktikan bahwa berolahraga dengan perut kosong amat berkaitan dengan penurunan berat badan. Justru tubuh membutuhkan energi dari makanan selama berolahraga agar tiap gerakan bisa dilakukan dengan optimal.
Nah, intinya tidak ada salahnya ingin memilih makan dulu atau berolahraga dulu. Namun, apabila memilih untuk makan dulu, beri jeda waktu dua hingga tiga jam sebelum berolahraga. Apabila kamu berolahraga di pagi hari, sepotong buah atau camilan suduh cukup untuk meningkatkan performa saat berolahraga.
Selain itu, apabila kamu hanya melakukan olahraga ringan seperti jalan santai, apabila kamu memulainya tanpa makan terlebih dulu itu bukan menjadi masalah. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo