MerahPutih.com - Pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menggunakan kata pribumi menuai kritik. Pidato pertama pemimpin baru ibu kota itu dinilai tak pantas. Terlebih, Pilkada DKI Jakarta kemarin sudah sangat panas dengan polemik SARA.
Kritik itu salah satunya datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Wakil Ketua PSI DKI Jakarta Rian Ernest, mengecam keras pernyataan Gubernur Anies yang tidak mencerminkan jiwa kepemimpinan dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, tak pantas seorang Anies yang merupakan lulusan PhD (Doctor of Philosophy) - setingkat S3 di bidang Ilmu Politik dari Amerika dan pendiri Gerakan Indonesia Mengajar yang pluralistis menggunakan kata pribumi dalam pidatonya.
PSI Jakarta, mempertanyakan penggunaan istilah pribumi di dalam pidato Anies: “Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini telah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai terjadi di Jakarta ini apa yang dituliskan dalam pepatah Madura, “Itik se atellor, ajam se ngeremme.” Itik yang bertelur, ayam yang mengerami. Seseorang yang bekerja keras, hasilnya dinikmati orang lain.”