Peter Sondakh : Pengusaha Bertangan Dingin dan Rendah Hati

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 05 Desember 2014
Peter Sondakh : Pengusaha Bertangan Dingin dan Rendah Hati

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sejak Forbes secara rutin mengeluarkan daftar orang terkaya Indonesia dalam annual report edition, nama pengusaha Peter Sondakh selalu bercokol di urutan 10 besar. Mulai dari peringkat ketiga tahun 2007 sampai sekarang yang terbaru dalam terbitan Kamis 4/12, Pak PS demikian para karyawannya menyapa pria berdarah Kawanua-Solo itu masih tercatat di posisi 9 sebagai manusia terkaya Indonesia. Siapakah sebenarnya Peter Sondakh dan bagaimana ia menjalankan kerajaan bisnisnya?

Bagi masyarakat awam, nama Peter Sondakh mungkin belum terlalu familiar. Orang lebih mengenal taipan-taipan yang sering tampil di depan publik melalui pemberitaan media massa seperti Mochtar Riady, Chairul Tanjung atau Hary Tanoesoedibjo. Peter Sondakh termasuk sosok yang lebih memilih jalan sunyi, jauh dari hingar bingar publisitas atau promosi. Bahkan menurut salah satu orang terdekatnya, Peter Sondakh pernah meminta bantuan pakar IT menghapus foto-foto dan data dirinya yang ada di mesin pencari data seperti google atau sejenisnya. Hal ini tidak terlepas dari sifatnya low profile,religius dan humble. Bila anda secara kebetulan bertemu Peter Sondakh, tentu sulit dipercaya bahwa anda berhadapan dengan salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia sering mengenakan pakaian safari yang warna dan bahannya sama dengan sopir pribadinya. Gaya bicaranya layaknya orang Solo kebanyakan, tidak terlalu ekspresif tapi mudah dimengerti. Pada kesempatan tertentu, ia tak sungkan mendatangi karyawannya dan mengajak berbicara layaknya seorang sahabat, bukan seperti bos dengan bawahan.

Peter Sondakh menjalani roda bisnisnya melalui bendera Rajawali Corpora, perusahaan induk yang membawahi sejumlah anak usaha. Perusahaan ini dikelola secara profesional oleh Peter dan istrinya Sophia Sondakh. Tak banyak orang yang memperhatikan sepak terjang perusahaan pasangan suami-istri ini. Kalangan ekonom dan pebisnis baru mengenal Peter Sondakh ketika tahun 2002 ia mengajukan diri membeli maskapai Garuda Indonesia dari pemerintah. Padahal jauh sebelum itu, Peter Sondakh adalah pengusaha pertama yang mendirikan televisi swasta di Indonesia, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Rumor yang berkembang, awalnya diberi nama Rajawali Televisi, tapi karna ada tekanan dari pihak Cendana, mau tak mau Peter Sondakh melibatkan Bambang Trihatmodjo dalam usahanya sehingga ditambah menjadi Rajawali Citra Televisi Indonesia. Kemudian atas pertimbangan dan situasi tertentu, Peter Sondakh melego sahamnya di RCTI kepada Bimantara Group.

Dalam mengelola kerajaan bisnis, Peter Sondakh terkenal dengan predikat pengusaha bertangan dingin. Ia membeli sejumlah perusahaan yang nyaris pailit atau sekarat seperti Semen Gresik dan PT Bentoel. Berkat sentuhan manajemen dan keberaniannya, perusahaan itu kemudian berkembang pesat. Setelah perusahaan-perusahaan itu sehat dan berkembang, Peter selalu menjual lagi saham mayoritasnya ke korporasi lain seperti yang dilakukannya saat melego kembali XL kepada pengusaha Timur Tengah dan Malaysia, sehingga kekayaannya bertambah. Sampai sekarang Peter Sondakh memiliki perusahaan di dalam dan luar negeri seperti Rajawali Televisi, Taksi Express termasuk Tiara, Finance, Kelapa Sawit, Pertambangan hingga penerbangan domestik di Vietnam dan Kamboja. Dari sejumlah perusahaan itu, Peter Sondakh berhasil mengumpulkan kekayaan senilai  US 2,3 billion dolar atau setara 7 triliun rupiah.

Apa rahasia sukses Peter Sondakh? Dalam sebuah acara ramah tamah dengan para karyawannya PS memaparkan kiat bisnisnya, yang diakuinya terinpirasi dari pesan Alkitab, “Intinya maju, jangan ragu, jangan takut. Kalau sudah maju, tapi tidak tahu, bertanyalah, jika pertanyaan tak dijawab, bila perlu kamu beli,”Ujarnya kalem. 

#Ekonomi #Bisnis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Pemerintah ingin memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Indonesia
Pemerintah Klaim Pengangguran Hanya 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diukur dari persentase jumlah pencari kerja terhadap total angkatan kerja nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Pengangguran Hanya 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994
Indonesia
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Kebijakan ini disebut sebagai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pembiayaan bagi kelompok perempuan berpenghasilan rendah.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Kuliner
Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Starbucks China menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman di dalam toko bagi para pelanggan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Dunia
Netflix Catatkan Kenaikan Laba Hampir 44 Persen pada Kuartal III 2026
Netflix menyatakan pertumbuhan pendapatannya terutama didorong kenaikan pendapatan langganan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Netflix Catatkan Kenaikan Laba Hampir 44 Persen pada Kuartal III 2026
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Warga Minta Pemerintah Lebih Dengarkan Aspirasi Rakyat
Diskusi warga Palmerah menyoroti tekanan ekonomi rumah tangga, efektivitas program pemerintah, dan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Warga Minta Pemerintah Lebih Dengarkan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Indonesia
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 resmi dibuka di PIK 2, Tangerang. Pameran bisnis ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Lifestyle
30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
  30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Bagikan