Menteri Sandiaga Ultimatum Pemilik Usaha Jangan Ketok Harga ke Pemudik
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: ANTARA/Nirkomala)
MerahPutih.com - Musim libur Lebaran sebentar lagi. Sejumlah objek wisata terutama di luar Jabodetabek diprediksi bakal ramai pengunjung.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta pedagang tidak menaikkan harga secara sepihak dan merugikan para pemudik alias "ngegetok" harga. Ia pun sudah menerbitkan surat edaran ke seluruh pengelola tempat wisata hingga kuliner.
Baca Juga:
PBNU Gelar Vaksinasi Booster Bagi 1 Juta Warga Jelang Lebaran
"Karena suka ada yang secara sepihak, tiba-tiba menaikkan harga. Last minute pula," ujar Sandiaga yang dikutip di Jakarta, Selasa (19/4).
Selain masalah harga, Sandi juga ingin agar pengelola destinasi wisata tidak bandel akan protokol kesehatan.
Dia tidak segan-segan memberikan sanksi kepada mereka yang kedapatan nakal selama libur Lebaran.
"Kita ingin membangkitkan ekonomi, maka kami akan bekerja sama dengan aparat dan juga instansi terkait untuk penindakan," tegas mantan Wagub DKI ini.
"Seandainya ini berulang terus akan ada sanksi yang lebih berat lagi," imbuh Sandiaga.
Diperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai lebih dari 80 juta orang. Jumlah tersebut tentunya akan menghasilkan perputaran uang yang nominalnya sangat besar.
Suami Nur Asia Uno ini memprediksi, angka perputaran uang yang dihasilkan dari mudik bisa mencapai Rp 72 triliun. Angka itu didapat dari estimasi jumlah spending pemudik dikalikan dengan jumlah pemudik.
"Angka itu sangat tinggi dan bisa lebih tinggi lagi karena durasi Lebaran ini cukup panjang," ungkap pria yang dikenal memiliki hobi olah raga lari, basket, dan renang ini.
Baca Juga:
PPKM Jelang Lebaran, Simak Perubahan Aturannya
Menurut Sandi sendiri, mudik bisa meningkatkan perputaran uang di daerah, yang berdampak kepada pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19.
"Perputaran uang akan meningkat 10 persen dan mudik ini mampu berkontribusi 25 persen pada pertambahan ekonomi kuartalan," tutup politikus Gerindra itu.
Sementara itu, berbeda dengan tahun lalu, pemerintah tahun ini memberikan cuti bersama yang cukup panjang.
Itu pun bisa ditambah lagi dengan kombinasi cuti tahunan yang bisa diperpanjang.
"Ada kelonggaran dan itu memberikan opportunity dampak yang lebih besar terhadap spending wisnus (wisatawan nusantara)," ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Nia Niscaya.
Dengan waktu libur Lebaran tahun ini yang lebih panjang, maka prediksi perputaran uang sebesar Rp 72 triliun itu bisa lebih besar lagi.
"Dari tanggal 29 April sampai 5 Mei, kita boleh tambah lagi 5 hari kerja, itu diperkirakan hitungannya," imbuh Nia. (Knu)
Baca Juga:
Wali Kota Medan Larang Keras ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Jadi Tersangka Kasus Suap Lahan
Persija Secara Resmi Umumkan Bergabungnya Jean Mota, Eks Rekan Lionel Messi di Inter Miami
Klasemen Super League 2025/2026 Setelah Persib Bandung Kalahkan Malut United 2-0
Momen Hari Raya Menjelang Saatnya Percantik Rumah, ini nih Ide Merancang Perabotan yang Fungsional
Pemantauan Hilal Awal Ramadan 1447 H dilakukan di 96 Lokasi di Seluruh Indonesia, ini Tempatnya
Semarak Imlek di Jakarta, Pramono Ingin Lebih Berwarna
MBG Tetap Jalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bawa Pulang Menu Kering
Masjid Negara IKN Tinggal Kurang 2% Lagi, Sudah Bisa Dipakai Tarawih Ramadan
Rumah-Rumah di Bantul Rusak Akibat Gempa M 6,4 Pagi Tadi, Warga Terluka Dilarikan ke RS
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan