Permandian Air Panas Terkenal Jepang Hanya Ganti Air Setahun Dua Kali

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 03 Maret 2023
Permandian Air Panas Terkenal Jepang Hanya Ganti Air Setahun Dua Kali

Air di pemandian air panas Daimaru Besso Inn memiliki jumlah kandungan bakteri legionella ribuan kali di atas ambang batas (Foto: Instagram/@daimarubesso)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERMANDIAN air panas alami atau onsen menjadi salah satu tempat menjadi favorit masyarakat Jepang untuk melepas lelah sekaligus membersihkan diri dengan berendam di air yang hangat.

Tiap wilayah memiliki onsen yang berbeda dari sisi kandungan mineral di dalam airnya dan tipenya. Ada yang di dalam dan luar ruangan atau berkonsep tradisional dan modern.

Rata-rata permandian air panas paling diminati adalah yang ada di dalam ryokan atau penginapan ala bangunan Jepang tradisional. Pengunjung yang bisa menikmati suasananya, sajian makanannya, serta fasilitas air panasnya ketika menginap.

Namun baru-baru ini merebak kabar mengkhawatirkan publik Negeri Sakura terkait permandian air panas di ryokan yang populer di sana.

Permandian air panas yang menghebohkan pada pekan ini adalah di ryokan bernama Daimaru Besson Inn yang berada di wilayah Chikushino, Prefektur Fukuoka.

Baca juga:

Sauna Baik Bagi Kesehatan Tapi...

permandian air panas
Presiden Daimaru Besso Inn klaim enggan pakai klorin karena aromanya (Foto: Instagram/@daimarubesso)

Musababnya ryokan itu hanya mengganti air permandiannya enam bulan sekali alias setahun dua kali saja! Ini terungkap setelah pengecekan dari pihak otoritas yang menemukan fakta bahwa air di permandian air panas itu mengandung bakteria legionella dengan jumlah 3.700 di atas ambang batas yang diperbolehkan.

Kondisi itu berpotensi membahayakan publik mengingat bakteri ini bisa memicu penyakit bernama legionellosis. Lantas apa alasan penginapan populer berusia 158 tahun ini jarang mengganti air di onsen-nya?

Sebagaimana dilansir dari CBS News (28/2), polemik ini berasal dari Presiden Daimaru Besson Inn, Makoto Yamada, yang tak mengikuti aturan terhadap kewajiban penggantian air satu minggu sekali. Permandian tersebut juga tidak menggunakan klorin karena Yamada tak suka aroma kimia yang ditimbulkan.

Baca juga:

Sauna Sendirian jadi Tren di Tokyo

permandian air panas
Sudah ada satu tamu yang sakit usai berkunjung ke Daimaru Besso Inn (Foto: Instagram/@daimarubesso)

Yamada mengakui bahwa keputusan itu sebagai alasan yang egois sehingga bersifat mengabaikan kesehatan dari para pelanggan.

Melonggarnya kebijakan pemeliharaan air panas di Daimaru Besso Inn sudah mulai dilakukan sejak Desember 2019. Apalagi ini ditambah semakin menurunnya tamu yang datang akibat pandemi COVID-19.

Kontroversi ini terungkap ketika pada 2022, petugas inspeksi kesehatan datang untuk mengecek ryokan itu. Saat petugas melihat dokumen yang memalsukan keterangan bahwa pihak pengelola sudah menggunakan klorin di airnya, fakta berkata lain.

Penemuan bakteri legionella dengan jumlah 3.700 kali lipat di atas standar batas ini berakibat adanya penyakit yang menimpa para tamu setelah mengunjungi hotel, termasuk Daimaru Besso. (aru)

Baca juga:

#Jepang #Pemandian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Dunia
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, menewaskan 17 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah. 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terbatas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Indonesia
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Memperluas akses pekerja Indonesia memperoleh kesempatan bekerja di Jepang melalui jalur yang legal, aman, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Dunia
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, menewaskan 13 orang. Mall Aeon ambruk, puluhan terjebak, 200 orang selamat. Pemerintah bentuk satuan tugas darurat.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Sejumlah penumpang kereta cepat juga dilaporkan mengalami luka-luka saat gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Gempa dahsyat itu menyebabkan sejumlah orang terjebak dan diduga tewas akibat ledakan di sebuah pusat perbelanjaan yang sebagian bangunannya runtuh.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Dunia
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengeluarkan peringatan tsunami dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 1 meter setelah gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Dunia
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, memicu peringatan tsunami dan menyebabkan pemadaman listrik di 48 ribu rumah.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Bagikan