Merahputih.com - Penyidik mencecar politisi senior Partai Gerindra, Permadi dengan 50 pertanyaan saat diperiksa sebagai saksi kasus dugaan upaya makar dengan tersangka Eggi Sudjana.
"Pertama, apa saya kenal Eggi Sudjana? Saya kenal tapi tidak akrab dan belum tentu setahun sekali ketemu. Saya juga nggak punya (nomor) handphonenya dan Eggi enggak punya (nomor) handphone saya," kata Permadi, Selasa (21/5).
BACA JUGA: Terungkap Alasan Prabowo Jenguk Eggi Sudjana, Permadi dan Lieus Sungkarisma Malam-Malam
Dia menjelaskan kalau dirinya dan Eggi punya pandangan berbeda termasuk soal 'people power'. Tapi, mereka tetap saling menghargai satu sama lain.
"(Perbedaan pendapat terkait seruan people power) antara lain. Tetapi dalam ideolog pun ada perbedaan pendapat, saya seorang nasionalis, Soekarnois, Eggi seorang Islam," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Permadi mengaku juga ditanya soal ucapan 'revolusi'-nya. Dia menjelaskan kenapa sampai berujar demikian dalam forum DPR.
"Pemeriksaan saya tentang saksi Eggi Sudjana tapi selain itu juga ditanyakan pidato saya di DPR bersama Forum Rektor Indonesia. Itu digali apa yang saya maksud dengan revolusi, apa itu penyambung lidah Bung Karno dan lain-lain. Ya semua saya jawab seperti keyakinan saya," kata Permadi. (Knu)