Perlengkapan Sedekah Laut Dirusak, PDIP: Menyapa Alam Perintah Semua Agama Termasuk Islam

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 14 Oktober 2018
Perlengkapan Sedekah Laut Dirusak, PDIP: Menyapa Alam Perintah Semua Agama Termasuk Islam

Ilustrasi: Kegiatan Pesta Laut Nelayan Tradisional (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari menyayangkan perusakan perlengkapan upacara tradisi sedekah laut di Pantai Baru, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh sekelompok orang.

Eva mengaku heran dengan kelompok yang mencurigai upacara tradisional tersebut. Padahal, kata Eva tradisi sedekah laut mencerminkan subtansi agama. ‘Menyapa alam’ adalah perintah semua agama termasuk agama Islam.

"Konsep keseimbangan segitiga hubungan antara Tuhan-manusia-alam (Hablum minallah, hablum minan nas dan hablum minal 'alam) sama dengan konsep di Hindu juga (Tri hita karana)," kata Eva kepada MerahPutih.com, Minggu (15/10).

Sayangnya, kata Anggota Komisi XI DPR ini, selama ini perintah-perintah agama Islam sering diabaikan dan perintah sebagai kalifah kurang diajarkan.

Menurut Eva, dalam konteks hukum tindakan kekerasan dan melarang tradisi ini (atas nama apapun termasuk agama) tidak boleh dibiarkan. Pasalnya, tradisi larung tidak bertentangan dengan hukum Indonesia. "Pihak yang merusak dan yang melarang sehingga menyebabkan kerusakan bisa dilaporkan ke polisi," ujar dia.

Ilustrasi Sedekah Laut. (Antara Foto)

Lebih lanjut Eva menilai, pentingnya ormas-ormas keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah untuk memberikan pembinaan kepada kelompok-kelompok yang belum paham soal kesadaran hukum, atau konstitusionalisme.

"(Upacara tradisi sedekah laut) tidak bertentangan dengan Islam," tandas Sekretaris Badan, Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP ini.

Acara sedekah laut di Pantai Baru, Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul batal digelar setelah sekelompok orang merusak properti di lokasi acara Jumat (12/10) malam. Perusakan itu dilakukan karena sedekah laut dianggap bermuatan unsur syirik.

Menurut keterangan warga setempat, pukul setengah 12 malam ada sekitar 50 orang datang dengan sejumlah motor, dua mobil, dan ada satu mobil ambulan. Selanjutnya melakukan perusakan dimaksud.

Ilustrasi: Tradisi Sedekah Bumi diikuti ratusan kapal dengan melarung dan memperebutkan sesaji di tengah laut. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Meski mengalami perusakan, sejak pagi hari warga yang tinggal di pesisir Pantai Baru sibuk menata makanan yang terdiri dari ayam suwir, lalapan dan nasi gurih ke dalam sebuah pincuk berwarna putih yang disebut takir. Selanjutnya, makanan yang diwadahi takir itu langsung dibagi-bagikan kepada warga dan pengunjung pantai tersebut.

Hingga saat ini, tindak perusakan tersebut masih dalam penanganan Polres Bantul. Polisi telah memintai keterangan dari sembilan orang.

Polisi juga turut menyita beberapa barang bukti yang menguatkan adanya perusakan di Pantai Baru, bahkan ada satu spanduk yang disita. Mengenai spanduk, Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan membenarkan bahwa spanduk yang disita bertuliskan penolakan kesyirikan berbalut budaya. (Pon)

#Kebudayaan Indonesia #PDIP #Eva Kusuma Sundari
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
memperkuat kontribusi UNESCO dalam menghadapi tantangan global, Indonesia mengajukan tiga prioritas utama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Tradisi
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Taman Mini Indonesia di Polandia siap diperluas! Kementerian Kebudayaan bakal tambah anjungan rumah adat lintas provinsi di Eropa. Cek detailnya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Digagas Orang Polandia, Taman Mini Indonesia Pertama di Eropa Ekspansi Sasar Skandinavia
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Tidak Tinggal Diam, Pemerintah Siapkan Pemulihan Kawasan Desa Adat Sade Yang Hangus Terbakar
Prioritas utama pemerintah pada fase tanggap darurat, mengamankan dan mengidentifikasi objek-objek budaya yang tersisa serta melakukan upaya penyelamatan fisik dan non-fisik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Tidak Tinggal Diam, Pemerintah Siapkan Pemulihan Kawasan Desa Adat Sade Yang Hangus Terbakar
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Bagikan