Perjanjian Rusia – Iran Tuai Kritik
Anggota PBB. (Foto: reuters)
MerahPutih Eropa - Perjanjian kontrak sebesar 800 juta dollar (sekitar Rp10,4 triliun) dengan Iran sempat menuai kritik. Israel dan Amerika Serikat mengkritik karena kemungkinan rudal itu bisa saja digunakan untuk melindungi situs nuklir iran dari serangan udara.
Namun seperti diberitakan oleh BBC (14/4), Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dalam sebuah pernyataannya berkata bahwa penjualan ditunda. Hal ini untuk membantu pembicaraan lebih lanjut mengenai program nuklir Iran.
Dikutip dari Interfax, seorang pejabat berwenang Kementerian pertahanan Rusia mengatakan, sekarang Rusia telah siap untuk memasok peralatan S-300 kapan pun.
Menurut kantor berita Tasnim, Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Reza Talainik, mengatakan bahwa pengiriman rudal ini akan menjadi "langkah maju". Pengiriman rudal ini akan menjamin hubungan yang baik antara Rusia dan Iran.
Pada kesempatan yang sama, Talainik menyatakan, "Saya pikir Rusia telah kembali ke langkah pertama dan siap untuk bertindak atas usaha sebelumnya. Kami berharap ia (Iran) akan melakukannya dan menunjukkan kepada kita kehendak baiknya."
Bagikan
Berita Terkait
Menang Lewat Drama Adu Penalti Timnas Iran Raih Juara AFC Futsal ASIAN Cup 2026
Garuda Tantang Raja Asia, Ini Jadwal Indonesia vs Iran: Head to Head hingga Kunci Laga Final
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
DPR Desak Kemenlu Bersiap Hadapi Perang AS-Iran, Evakuasi WNI Jadi Utama
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya