Perjanjian Rusia – Iran Tuai Kritik

Fadhli Fadhli - Selasa, 14 April 2015
Perjanjian Rusia – Iran Tuai Kritik

Anggota PBB. (Foto: reuters)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Eropa - Perjanjian kontrak sebesar 800 juta dollar (sekitar Rp10,4 triliun) dengan Iran sempat menuai kritik. Israel dan Amerika Serikat mengkritik karena kemungkinan rudal itu bisa saja digunakan untuk melindungi situs nuklir iran dari serangan udara.

Namun seperti diberitakan oleh BBC (14/4), Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dalam sebuah pernyataannya berkata bahwa penjualan ditunda. Hal ini untuk membantu pembicaraan lebih lanjut  mengenai program nuklir Iran.

Dikutip dari Interfax, seorang pejabat berwenang Kementerian pertahanan Rusia mengatakan, sekarang Rusia telah siap untuk memasok peralatan S-300 kapan pun.

Menurut kantor berita Tasnim, Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Reza Talainik, mengatakan bahwa pengiriman rudal ini akan menjadi "langkah maju". Pengiriman rudal ini akan menjamin hubungan yang baik antara Rusia dan Iran.

Pada kesempatan yang sama, Talainik menyatakan, "Saya pikir Rusia telah kembali ke langkah pertama dan siap untuk bertindak atas usaha sebelumnya. Kami berharap ia (Iran) akan melakukannya dan menunjukkan kepada kita kehendak baiknya."

#Iran #Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Indonesia
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
NBC News melaporkan bahwa biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
Dunia
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Indonesia
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Dunia
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Dunia
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Iran membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Indonesia
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Pasukan Iran secara terpisah juga telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut laporan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Indonesia
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Moskow dan Naypyidaw juga tengah membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar yang mampu menampung kapal-kapal berukuran besar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Indonesia
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Bagikan