Situs Islam Nusantara

Lika-Liku Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 18 Mei 2018
Lika-Liku Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Masjid Raya Baiturrahman (Instagram/ibnoesoan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TANGGAL 26 Desember 2004 menjadi hari kelam bagi penduduk Ujung Barat Indonesia. Saat itu gulungan ombak setinggi 30 meter menghantam Aceh dan sekitarnya. Bencana ini juga menimpa negara Sri Langka, India dan Thailand.

Saking kuatnya bencana tersebut, sebuah Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung seberat 2.600 ton terseret hingga lima kilometer dari Pantai Ulee. Sebanyak 230 ribu - 280 ribu jiwa tewas. Tsunami juga menghancurkan hampir seluruh bangunan yang dilewatinya.

Namun, di tengah porak poranda bangunan dan para korban, terdapat sebuah masjid masih berdiri kokoh. Masjid Raya Baiturrahman ini bahkan menjadi tempat berlindung masyarakyat Aceh dari hantaman tsunami.

Banyak pendapat kokohnya bangunan ini merupakan bukti kekuasaan Allah Subhanahu Wa Taala. Namun, ada juga pihak lain mengatakan kalau konstruksi Masjid Raya Baiturrahman menjadi alasan mengapa bangunan ini tetap tegak berdiri.

Saksi bisu perjuangan rakyat Aceh

Masjid Raya Baiturrahman (Instagram/ramdani1807)
Masjid Raya Baiturrahman (Instagram/ramdani1807)

Masjid Raya Baiturrahman punya sejarah panjang. Masjid ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda di abad ke-16 tepatnya tahun 1612. Namun ada juga yang mengatakan kalau Masjid Raya Baiturrahman didirikan oleh Sultan Alauddin Johan Mahmudsyah tahun 1292.

Bangunan megah yang mirip Taj Mahal di India itu menjadi titik segala kegiatan di Aceh Darussalam. Bahkan banyak cendekiawan Muslim dari penjuru dunia yang datang ke masjid ini untuk belajar ilmu agama.

Pada tanggal 26 Maret 1873, Kerajaan Belanda menyatakan perang melawan Kesultanan Aceh. Johan Harmen Rudolf Köhler ditunjuk sebagai pimpinan tentara belanda untuk menyerang Aceh. Saat Köhler membawa 3.198 tentara. Namun, jumlah tersebut tak membuat pasukan Kesultanan Aceh gentar. Kesultanan Aceh menang dan berhasil membunuh Köhler.

Di masa-masa perang tersebut, masjid ini dipakai oleh pasukan Kesultanan Aceh untuk menyusun strategi dan taktik perang. Tercatat beberapa pahlawan asal Aceh seperti Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien ikut mempertahankan Masjid Raya Baiturrahman.

Sempat dibakar oleh tentara Belanda

Masjid Raya Baiturrahman (Instagram/mertatristina)
Masjid Raya Baiturrahman (Instagram/mertatristina)

Pada peperangan kedua, Kesultanan Aceh berhasil dikalahkan Kerajaan Belanda. Pada tanggal 10 April 1873, tentara Belanda pimpinan Jenderal van Swieten berhasil membakar Masjid Raya Baiturrahman.

Namun pembakaran masjid yang sangat dibanggakan itu malah membuat warga Aceh semakin marah. Cut Nyak Dhien seorang putri terbaik Aceh berteriak dengan lantang di depan masjid. Ia membangkitkan semangat Aceh dengan mengumandangkan Jihad Fillsabilillah Bangsa Aceh.

Empat tahun berselang, Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali masjid yang telah dibakar oleh tentara Belanda. Pembangunan ini juga menjadi usaha Belanda untuk meredam kemarahar rakyat Aceh yang tak terima Masjid Raya Baiturrahman dibakar.

Pembangunan masjid berlangsung pada tahun 1879 hingga 1881 dengan arsitektur bergaya Moghul atau India. Di tahun 1935 masjid ini diperluas dengan menambah dua kubah. Kemudian tahun 1958 kembali diperluas lagi menjadi lima kubah dan dua menara di sisi barat. Terakhir tahun 1992 terdapat menambahan dua kubah, dan lima menara dan perluasan halaman masjid.

Sahabat Merah Putih, itulah perjalanan panjang Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini sangat layak dikunjungi saat bulan Ramadan. Selain artikel ini kamu juga bisa baca Masjid Menara Kudus, Saksi Bisu Dakwah Walisongo

#Masjid #Wisata Aceh #Wisata Religi
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
Kemenag Bantah 'Rampas' Dana Kas Masjid, Diharap Transparan dan Akuntabel ke Jamaah
Pemerintah menjamin bahwa seluruh aset finansial rumah ibadah tetap berada di bawah kendali penuh pengurus atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Kemenag Bantah 'Rampas' Dana Kas Masjid, Diharap Transparan dan Akuntabel ke Jamaah
Indonesia
Kemenag Bantah Isu Kelola Rekening Masiid Seluruh Indonesia
Kementerian Agama justru terus mendorong pengelolaan masjid yang profesional, transparan, dan akuntabel oleh DKM atau pengurus masjid, tanpa intervensi dalam bentuk penguasaan dana oleh pemerintah.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Kemenag Bantah Isu Kelola Rekening Masiid Seluruh Indonesia
Fun
Masjid Perahu Cilacap, Ruang Jeda Pemudik di Penatnya Jalur Selatan
Rest Area Talaga Sunda, Wanareja, Cilacap menghadirkan pengalaman berbeda bagi pemudik dengan kehadiran Masjid As-Shodiqin yang berbentuk menyerupai perahu.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Maret 2026
Masjid Perahu Cilacap, Ruang Jeda Pemudik di Penatnya Jalur Selatan
Indonesia
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Polisi telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi TKP ledakan masjid agar tidak didekati warga.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Indonesia
Ubah Wajah Masjid Hanya Buat Salat 5 Waktu, 6.859 Masjid Siap Layani Pemudik
Program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026
Ubah Wajah Masjid Hanya Buat Salat 5 Waktu, 6.859 Masjid Siap Layani Pemudik
Indonesia
Mudik Lebaran 1447 H: Kemenag Siapkan 6.859 Masjid untuk Layanan Pemudik
Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah pemudik Lebaran 1447 H dengan layanan 24 jam.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Mudik Lebaran 1447 H: Kemenag Siapkan 6.859 Masjid untuk Layanan Pemudik
Indonesia
Perjuangan Masjid BJTB Angkat Derajat Preman Kolong Tol Buah Batu
Area yang dulunya dikenal sebagai sarang premanisme, transaksi ilegal, dan geng motor kini berubah menjadi pusat spiritual dan sosial
Wisnu Cipto - Sabtu, 07 Maret 2026
Perjuangan Masjid BJTB Angkat Derajat Preman Kolong Tol Buah Batu
Indonesia
Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik, Buka 24 Jam di Jalur Mudik Nasional
Kemenag menyiapkan 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik di jalur mudik nasional dengan layanan 24 jam, tempat istirahat, toilet bersih, hingga pengisian daya gawai bagi pemudik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik, Buka 24 Jam di Jalur Mudik Nasional
Berita Foto
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat, Arsitektur Bergaya Ottoman Turki di Jakarta Selatan
Kemegahan Masjid Jami Al-Fajri dengan arsitektur bergaya Ottoman Turki di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 24 Februari 2026
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat, Arsitektur Bergaya Ottoman Turki di Jakarta Selatan
Bagikan