Parenting

Perhatikan Anak Kalau Memiliki Tanda ini, Bisa Jadi Psikopat

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 10 Maret 2020
Perhatikan Anak Kalau Memiliki Tanda ini, Bisa Jadi Psikopat

Tanda psikopat pada anak tidak terlihat. (Foto: Pixabay/Ikon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANAK-ANAK yang tidak berperasaan dan emosional sering didiagnosis dengan gangguan menantang oposisi pada usia muda. Kemudian, selama masa remajanya, mereka dapat di diagnosis dengan gangguan perilaku, yang melibatkan kebiasaan terus-menerus melanggar hak orang lain dan mengabaikan aturan sosial dasar. Hal ini menjadi perhatian yang menjadi gejala psikopat pada anak.

Melansir dari VeryWellFamily, sebuah studi tahun 2016 yang dilakukan oleh para peneliti di University Of Michigan menunjukkan tanda-tanda psikopati dapat terlihat pada anak-anak semuda 2 tahun. Bahkan pada usia ini, mereka menunjukkan perbedaan dalam empati dan hati nurani. Dalam studi ini, peneliti meminta pengasuh utama, orang tua lain, guru, dan sebagainya untuk mengamati.

Baca Juga:

Bukan Introvert Atau Ekstrovert, Ini Uniknya Karakter Ambivert

anak
Merasa tidak pernah bersalah. (Foto: Pexels/Kat Jayne)

Hasilnya adalah anak tampak tidak bersalah setelah melakukan kesaalahan, hukuman tidak mengubah perilaku anak, anak kamu egois, anak kamu berbohong, anak kamu licik.

Para peneliti menindaklanjuti dengan anak-anak itu lagi ketika mereka berusia 9. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang potensi menunjukkan masalah perilaku adalah balita atau anak prasekolah lebih mungkin untuk menunjukkan masalah perilaku yang terkait dengan psikopati di masa kanak-kanak.

Melansir dari Telegraph,Profesor Stephen Scott, dari Insitute of Psychiatru di King's College London, juga mengatakan satu persen anak-anak menunjukkan sifat tidak berperasaan. Kondisi yang katanya "sebagian besar tidak dikenali". Hal tersebut merupakan tanda bahaya mengingat anak-anak adalah benih yang harus dipupuk sebaik mungkin untuk menjadi generasi bangsa yang maju. Berikut beberapa tanda yang harus diperhatikan.


1. Sumbu pendek

anak
Menunjukan temperamen yang mudah tersulut. (Foto: Pixabay/3330852)

"Dia akan melakukan sesuatu yang baik untukmu selama lima menit, tetapi itu tidak akan berlangsung lama dan jika kamu tidak baik terhadapnya. Dia akan kehilangan itu dengan sangat cepat dan menjadi sangat marah," kata Stephen. Sifat marah dengan ini menjadi salah satu tanda bahwa anak kamu memiliki gejala psikopat, karena memikirkan diri sendiri.

Baca Juga:

4 Cara Mudah untuk Mengenal Dirimu


2. Kurang empati

anak
Mereka tidak peduli dengan sekitarnya. (Foto: Pixabay/Mandyme27)


"Ketika kami memindai otak mereka, kami menemukan area yang disebut amigdala, yang merupakan tempat kamu mengenali emosi dan memprosesnya. Di area itu sunyi dan datar. Jadi mereka akan mengerti apa yang sedang terjadi, tetapi mereka tidak peduli." Sikap acuh yang dimiliki oleh anak harus segera diobati, karena dalam pertumbuhan anak, wajib mendapatkan rangsangan otak yang positif untuk memiliki kebiasaan yang baik pula.


3.Hukuman tidak berpengaruh

anak
Mereka merasa dirinya sudah dilewati. (Foto: (Foto: Pixabay/wjgomes)


"Fakta bahwa penyebab utamanya adalah biologis, itu tidak berarti kita tidak dapat mencoba dan melakukan sesuatu untuk mengobatinya," tambah Stephen. Ketika kamu menghukum dengan mengambil apa yang mereka suka. Akan membuat mereka memberontak dan menggila. Karena mereka merasa haknya diambil dan mereka tidak suka itu. Sayangnya mereka kemudian akan melakukan hal apapun untuk mendapatkan keinginannya kembali, termasuk merusak segalanya. (nic)


Baca Juga:

Ladies, Inilah Alasan Mengapa Pria Lebih Layak Kamu Jadikan Sahabat!

#Psikopat #Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan