Wisata

Pergi Ke Disneyland Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak? Serius?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 27 November 2019
Pergi Ke Disneyland Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak? Serius?

Rekreasi ke Disneyland bisa memengaruhi kecerdasan anak(Foto: pixabay/dassel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENGAJAK anak ke taman rekreasi ke tempat seperti Disneyland, mungkin membuat beberapa orangtua khawatir. Karena kegiatan yang seharunya menyenangkan bagi anak, kerap kali berakhir dengan kelelahan dan anak-anak rewel.

Sepertinya orangtua harusemmpertimbangkan masalah kelelahan ini. Sebab menurut penelitian ilmiah jika mengajak anak ke taman rekreasi seperti Disneyland sangat bermanfaat bagi kecerdasan si kecil. Seperti yang dilansir dari laman alodokter, penelitian yang dilakukan di Universitas Sains dan Teknologi Norewegia, menunjukkan balita perlu distimulasi sejak lahir dan seterusnya.

Baca Juga:

Tips dan Trik Ampuh Mengasuh Anak Bagi Single Father

balita perlu distimulasi sejak lahir dan seterusnya (Foto: Pixabay/wetmount)

Selain itu, peneliti dan ahli saraf Audrey van der Meer pun menjelaskan, jika anak-anak kecil perlu melibatkan seluruh tubuh serta indranya dengan menjelajahi dunia, baik di dalam ataupun di luar ruangan. Lalu, anak-anak pun perlu bermain di semua jenis cuaca, agar mereka bisa terkena rangsangan yang cukup.

Perjalanan ke Disneyland mungkin tak secara langsung dianggap mendidik tapi IQ anak bisa meningkat. Penelitian menunjukan, jika lingkungan yang menawarkan pengalaman baru termasuk interaksi sosial, kognitif, fisik dan sensori, bisa mengaktifkan ekspresi genetik. Yaitu brain fertilizers di lobus frontal.

Itulah yang bisa meningkatkan fungsi eksekutif, seperti halnya pengaturan stres, konsentrasi, perhatian, perencanaan yang baik dan kemampuan belajar. Ditambah lagi dengan brain fertilizers yang dipicu di lingkungan, bisa memengaruhi IQ si kecil.

Baca Juga:

Tips Simpel Melindungi Anak agar Terhindar dari Berbagai Penyakit

Manfaat berikutnya yaitu dapat membantu membentuk identitas anak. Disneyland sendiri pada dasarnya tak terlupakan, kenangan itu akan lebih dari sekadar foto bahagia untuk dilihat kembali oleh semua anggota keluarga saat bertambah tua.

Mengenai hal itu, Dima Amso, profesor di departemen ilmu kognitif, bahasa dan psikologi Universitas Brown mengatakan, memori pada dasarnya ialah unik. Setiap pengalaman bisa membentuk otak dengan cara yang berarti.

Pada Scientific America, Dima mengatakan, Kenangan tertentu mungkin terlupakan, tapi karena kenangan itu membentuk sebuah jalinan identitas, pengetahuan, dan pengalaman kita. Tidak akan pernah benar-benar hilang sama sekali.

Manfaat ketiga ialah meningkatkan perkembangan otak anak. Hal ini lantaran pengalaman anak ke Disneyland menggunakan dua sistem yang tertama secara genetik, pada area limbik otak yang dikenal sebagai sistem Play dan sistem Find. Dimana memberikan anak berkesempatan untuk mengeksplorasi dan bersenang-senang, akan melibatkan kedua sistem tersebut dan merangsang pertumbuhan dan pematangan di lobus frontal.

Disneyland memberikan anak kesempatan untuk bereksplorasi (Foto: pixabay/gintonic)

Alhasil, terdapatnya peningkatan pada fungsi kognitif, kecerdasan sosial, fokus dan perilaku yang baik. Menariknya hasil itu nantinya akan bertahan hingga anak dewasa.

Manfaat yang terakhir ialah mendorong keterampilan bahasa. Para ilmuwan menemukan, semakin banyak rangsangan mental yang didapat seorang anak disekitar usia empat tahun. Semakin berkembang area otak mereka yang berhubungan dengan bahasa serta kognisi selama beberapa puluh tahun kedepan.

Dengan bermain di taman rekreasi seperti Disneyland, anak-anak akan terdorong menanyakan hal-hal yang mereka temui di sana. Dari pertanyaan-pertanyaan itu, keterampilan bahasa anak pun dapat terlatih. (ryn)

Baca Juga:

Tips Ciptakan Momen Liburan Keluarga yang Menyenangkan dan Bebas Khawatir

#Ibu Dan Anak #Anak Kecil #Disneyland #Tips Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Berita Foto
Keceriaan Anak-Anak Warnai Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Seorang anak menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H secara berjamaah di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (20/3/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Maret 2026
Keceriaan Anak-Anak Warnai Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Fun
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Berapa kalori makanan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering? Simak tips mengatur pola makan agar tetap sehat saat Lebaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Indonesia
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Tak kalah penting, kandungan zinc yang ditemukan dalam daging merah, susu, dan olahan kedelai berperan besar dalam meningkatkan fungsi sel imun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Januari 2026
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Berita Foto
Wajah Bahagia Anak-anak Player Escort Piala AFF 2025 Dampingi Timnas Indonesia U-23
Anak-anak player escort menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama punggawa Timnas Indonesia U-23 dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jum'at (18/7/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 18 Juli 2025
Wajah Bahagia Anak-anak Player Escort Piala AFF 2025 Dampingi Timnas Indonesia U-23
Lifestyle
Jonas Brothers, Boyz II Men, dan FITZ Guncang Ulang Tahun Emas Disneyland
Album bertajuk "Music From Disneyland Resort 70th Celebration" ini akan dibuka dengan lagu utama "Celebrate Happy" dari Jonas Brothers
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Mei 2025
Jonas Brothers, Boyz II Men, dan FITZ Guncang Ulang Tahun Emas Disneyland
Lifestyle
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Dokter Dara menyarankan bahwa konsumsi rutin air kelapa diperbolehkan karena manfaat positifnya yang kaya antioksidan dan elektrolit
Angga Yudha Pratama - Senin, 21 April 2025
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Bagikan