Perempuan Jangan Begadang, Siap-siap Terkena 3 Masalah Kesehatan ini
Posisi tidur ternyata berpengaruh pada kondisi kesehatan leher. (Foto: Unsplash/Gregory Pappas)
MerahPutih.com - Efek begadang ternyata lebih berbahaya bagi perempuan dibandingkan pria. Sebuah penelitian membeberkan bahwa perempuan yang kurang tidur akibat sering begadang, berisiko terkena sejumlah masalah kesehatan.
Sama seperti pria, perempuan dewasa membutuhkan waktu tidur malam tujuh hingga sembilan jam sehari. Apabila kurang dari durasi tersebut, maka akan berakibat buruk bagi kesehatan.
Menurut laman Alodokter, tiga masalah kesehatan ini akan mengintai perempuan yang sering begadang:
1. Imunitas terganggu
Kadar sitokin dalam tubuh, yakni protein akan menurun apabila perempuan suka begadang. Tubuh butuh protein untuk melindunginya dari peradangan dan infeksi.
Baca juga:
kurang tidur juga membuat antibodi dan sel untuk melawan infeksi melemah. Alhasil, tubuh akan sangat rentan terkena berbagai macam penyakit.
2. Muncul kerutan pada kulit
Kurang tidur mengakibatkan produksi kolagen menurun. Hal ini akan membuat kulit kehilangan kelembapan dan lastisitasnya. Kondisi ini akan membuat kulit kering, sehingga dapat menimbulkan kerutan pada wajah.
3. Berat badan naik
Perempuan yang tidak mencukupi waktu tidurnya akan membuat preferensi makanan yang dikonsumsi terpengaruh. Menurut sebuah penelitian, perempuan kurang tidur akan cenderung mengonsumsi makana tinggi kalori dan karbohidrat.
Tak hanya itu, terjadi juga peningkatan ghrelin, hormon pengatur rasa lapar pada perempuan yang kurang tidur. Hal ini membuat nafsu makan meningkat, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo