Penyebab Janin Tidak Berkembang dengan Sempurna

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 05 Februari 2022
Penyebab Janin Tidak Berkembang dengan Sempurna

Waspada risiko perkembangan janin berhenti. (Foto: Pixabay/Greyerbaby)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya sejak masih berada di dalam kandungan ibunda. Semua gizi terbaik akan diberikan untuk memenuhi tumbuh kembang sang jabang bayi. Ibu hamil pun harus mau mengikuti sesi olahraga khusus selama masa kehamilan agar jalan lahir sang bayi lancar tanpa hambatan. Perlu diketahui tubuh ibu hamil sangat sensitif sehingga harus selalu waspada dengan apa yang dikonsumsi setiap hari serta aktivitas yang dilarang selama hamil.

Kata healthline.com, janin bisa saja berhenti berkembang bahkan sampai ibu mengalami keguguran karena berbagai faktor eksternal. Tentunya sejak trimester pertama ibu hamil harus lebih ekstra menjaga diri demi keselamatan bayi. Ibu hamil bahkan harus mengikuti banyak pantangan yang dianjurkan dokter agar masa kehamilan terjaga dengan baik.

Baca juga:

6 Jenis Keju Paling Sehat dengan Kandungan Protein yang Baik

1. Kelainan kromosom

Pastikan sel sperma dan sel telur dalam kondisi baik. (Foto: Pixabay/swiftsciencewriting)
Pastikan sel sperma dan sel telur dalam kondisi baik. (Foto: Pixabay/swiftsciencewriting)

Ketika berencana memiliki anak, pastikan kesehatan reproduksi dirimu dan pasangan dalam kondisi prima. Tentu saja gejala penyakit pada organ reproduksi sangat tak kasatmata karena hampir tidak menunjukkan gejala. Kamu dan pasangan perlu memeriksakan kondisi organ reproduksi ke dokter kandungan sebelum kehamilan. Kualitas sel sperma dan sel telur yang buruk dapat menyebabkan kelainan kromosom pada zigot. Akibatnya pertumbuhan zigot pun bisa berhenti begitu saja. Kondisi ini biasa disebut dengan kehamilan kosong.

Baca juga:

Bunda, Ini Penyebab Suara Serak saat Hamil

2. Infeksi

Virus dapat menggerogoti zigot yang sedang berkembang. (Foto: Pixabay/geralt)
Virus dapat menggerogoti zigot yang sedang berkembang. (Foto: Pixabay/geralt)

Selain disebabkan oleh kelainan kromosom, perkembangan janin bisa berhenti karena adanya penyakit tertentu seperti infeksi virus TORCH, toksoplasma, herpes, dan rubella di dalam tubuh terutama sang ibu. Virus-virus tersebut biasanya mencari makan di dalam tubuh manusia dengan menggerogoti inang utama. Tetapi jika ternyata pengidapnya sedang hamil, virus bisa memakan zigot yang baru akan berkembang di dalam rahim. Akibatnya pertumbuhan janin pun berhenti. Ibu hamil bisa mengalami keguguran atau anak yang lahir mengalami kekurangan fisik seperti hilangnya tempurung kepala atau kelainan jantung.

3. Efek samping obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan sangat berbahaya bagi ibu hamil. (Foto: Pixabay/stevepb)
Beberapa jenis obat-obatan sangat berbahaya bagi ibu hamil. (Foto: Pixabay/stevepb)

Saat baru pertama kali kontrol kehamilan, dokter kandungan akan memberikan pantangan makanan serta obat-obatan yang dilarang dan berbahaya bagi perkembangan janin. Pada masa kehamilan, seorang perempuan akan mengalami perubahan hormon secara drastis. Perubahan hormon ini dapat mengubah beberapa kebiasaan serta riwayat penyakit. Misalnya sebelum hamil kamu tidak memiliki riwayat penyakit seperti alergi atau peradangan. Tapi ketika hamil menjadi sensitif terhadap debu dan makanan sehingga secara mendadak mengidap alergi. Daripada langsung gegabah minum obat-obatan, lebih baik konsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan. Beberapa jenis obat-obatan sangat berbahaya bagi janin karena dapat menghambat pembelahan sel pada zigot atau bahkan meracuni janin sehingga berisiko mengalami keguguran. (Mar)

Baca juga:

Ciri-Ciri Kekurangan Gizi pada Ibu Hamil

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan