Pentingnya Siaga Pertolongan Pertama di Rumah

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 15 September 2021
Pentingnya Siaga Pertolongan Pertama di Rumah

Kotak pertolongan pertama harus selalu tersedia. (Foto: Unsplash/Sebastian)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMPERSIAPKAN kotak pertolongan pertama harus kapanpun dan di manapun. Seperti di masa pandemi ini. Risiko terluka walaupun di rumah saja tetap mengintai. Sayangnya, masih banyak orang belum paham cara memberikan pertolongan pertama.

Certified Wound Specialist Physician, dr. Adisaputra Ramadhinara, M.Sc, CWSP, FACCWS mengatakan memiliki kotak pertolongan pertama yang memadai di rumah dan dilengkapi dengan peralatan perawatan luka sangat penting. Menurutnya, pertolongan pertama dan perawatan yang tepat dapat mencegah risiko infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Baca Juga:

Mengenalkan Anak Pentingnya Pertolongan Pertama Melalui Hansaplast First Aid Rescue

"Dengan memiliki pengetahuan tentang cara merawat luka yang tepat dan memiliki Kotak Pertolongan Pertama yang memadai, diharapkan penanganan luka yang baik dan tepat bisa dilakukan sedini mungkin di rumah," urai Adisaputra pada acara Hansaplast First Aid Conference 2021 yang digelar secara daring beberapa waktu lalu.

Risiko terluka bisa terjadi walau di rumah. (Foto: Unsplash/Claudio Schwarz)

Nirina Zubir, seorang Aktris dan Mom Influencer yang juga hadir pada acara itu mengatakan ia tidak ingin membatasi anak-anaknya untuk mengeksplorasi berbagai kegiatan mereka seperti bermain dan berolahraga. Namun, tak melulu kegiatan harian yang ia dan keluarganya lakukan tidak memiliki kendala. "Berbagai kecelakaan kecil terjadi di rumah," ungkap Nirina.

Namun, sebagai seorang ibu yang selalu ingin melindungi keluarga, ia tidak lagi khawatir jika anak-anaknya mengalami luka. Sebab, ia selalu menyediakan rangkaian perawatan luka dari Hansaplast pada Kotak Pertolongan Pertama di rumahnya.

Baca Juga:

Begini Cara yang Tepat Mengobati Luka

Jika terluka, Nirina mengatakan pertama-tama luka harus dibersihkan dengan Spray Antiseptik yang tidak terasa perih. Dengan begitu, luka akan bersih, rasa perih juga berkurang. "Kemudian luka dapat ditutup dengan plester," papar artis berusia 41 tahun itu.

Simpan kotak pertolongan pertama di tempat aman. (Foto: Unsplash/milan degraeve)

Nirina juga menambahkan rangkaian perawatan luka brand plester itu kini dilengkapi dengan Bacteria Shield yang telah teruji dapat menghalang kotoran dan bakteri, sehingga dapat meminimalisir terjadinya infeksi.

Kotak pertolongan pertama sebaiknya juga disimpan di tempat yang mudah digapai oleh orang dewasa, namun jauh dari jangkauan anak-anak. Pastikan pula kotak Pertolongan Pertama terkunci dengan aman dan berada di tempat yang sejuk dan kering. (ikh)

Baca Juga:

Cara Jitu Tangani Anak yang Sedang Demam

#Kesehatan #Luka
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan