Pentingnya Literasi Baru bagi Siswa di Abad ke-21
Pentingnya literasi baru di abad 21. (Foto: Unsplash/NeONBRAND)
DI abad ke-21 ini, dunia mengalami perubahan yang cepat menyangkut segala lini kehidupan, mulai dari bidang ekonomi, transportasi, teknologi, komunikasi, dan informasi.
Perubahan ini perlu diantisipasi dengan menguasai keterampilan abad ke-2 berupa berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Lalu, seberapa penting literasi baru bagi siswa, terlebih di abad ke-21 ini?
Baca Juga:
Mengutip laman The Current Educator Innovator, The National Council of Teachers of English mendefinisikan pentingnya kemampuan literasi di abad ke-21 dibagi dalam beberapa poin.
Mulai dari mengembangkan kecakapan dan kefasihan alat-alat teknologi, membangun koneksi dan hubungan lintas budaya, merancang informasi untuk komunitas global, hingga menganalisis beberapa aliran informasi simultan.
Dengan beberapa poin di atas, jelas bahwa dalam masyarakat teknologi yang berkembang saat ini, memiliki keterampilan literasi baru bukanlah suatu pilihan, melainkan keharusan. Terkait teknologi, dunia menjadi semakin 'kecil' karena kita mampu berkomunikasi secara global.
Agar berhasil dalam masyarakat saat ini, seseorang harus siap untuk belajar, beradaptasi, dan menggunakan literasi baru. Banyak literasi baru berkaitan dengan penggunaan teknologi yang tepat, serta instruksi dan praktik reguler cara menggunakan platform teknologi adalah yang terpenting.
Baca juga:
Budaya Literasi Penting! Bagaimana Cara Membangun Budaya Literasi?
Dengan demikian, guru di semua bidang konten harus fokus pada pengajaran keterampilan literasi baru di kelas, tidak hanya mempersiapkan siswa untuk kehidupan mereka setelah sekolah menengah.
Menurut guru bahasa Inggris, Gaby Shelow, argumen yang paling sering ia dengar dari guru lain adalah merasa teknologi tidak dibutuhkan di kelas. Bahkan saat tahun pertama mengajar, ia harus memandu siswa bagaimana cara menyimpan dokumen di Microsoft Word. Shelow berasumsi bahwa jika mereka bisa mengirim teks di ponsel, pasti bisa menyimpan dokumen Word.
Di sisi lain, seorang guru bernama Julie Nicholson mengungkap studinya tentang penggunaan Twitter di kuliahnya. Hasilnya, ditemukan banyak siswa yang kesulitan ketika diminta menggunakan teknologi untuk memperoleh informasi dan berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka.
"Banyak laporan bahwa siswa tidak bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai terkait dengan literasi baru ini," kata Nicholson.
Baca juga:
Sebagai pendidik, tugas utamanya adalah mempersiapkan siswa untuk masa depan. Nicholson dan Galguera menyarankan lima keterampilan yang harus diajarkan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan literasi baru siswa.
Keterampilan tersebut adalah mengidentifikasi pertanyaan dan membingkai masalah, mengidentifikasi informasi yang relevan dengan kebutuhan seseorang, kompetensi mengevaluasi informasi online secara kritis, fasilitas membaca dari berbagai sumber, dan memahami bagaimana berkomunikasi dengan orang lain.
Bukan rahasia lagi bahwa keterampilan literasi baru sangat penting untuk siswa. Mereka perlu tahu bagaimana berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang-orang yang mungkin bekerja di berbagai bidang. Mereka perlu menafsirkan dan mensintesis banyak informasi, yang sebagian besar akan datang kepada mereka secara digital. (and)
Baca juga:
Fahri Hamzah Kritik Rendahnya Budaya Literasi Masyarakat
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Prabowo Canangkan Taruna Nusantara Cetak Pemimpin Antikorupsi
Prabowo Dorong Perbanyak SMA Unggulan Seperti Taruna Nusantara
Pemerintah Revitalisasi 897 Sekolah Semua Tingkat Termasuk SLB di Sumut dengan Anggaran Rp 852 M, Target Rampung Akhir Januari 2026
Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari
Revitalisasi 71.000 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia Dimulai Tahun 2026