Pensiunan Polisi Tukang Jagal Presiden Duterte Ungkap Tarif Membunuh

Luhung SaptoLuhung Sapto - Senin, 20 Februari 2017
Pensiunan Polisi Tukang Jagal Presiden Duterte Ungkap Tarif Membunuh

Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Reuters/Lean Daval Jr)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Seorang pensiunan polisi Filipina mengaku pernah menjadi bagian dari "Satuan Maut Davao" untuk memberantas kejahatan. Tugasnya melakukan pembunuhan di kota Davao atas perintah Wali Kota Rodrigo Duterte, yang saat ini menjadi presiden Filipina.

Arturo Lascanas, demikian nama pensiunan polisi tersebut, mengaku telah membunuh penyiar radio, yang mengkritik Duterte, atas perintah sopir dan ajudan wali kota itu.

"Semua pembunuhan kami lakukan di Kota Davao, baik kami kubur maupun kami buang ke laut. Tindakan itu dibayar oleh Wali Kota Rody Duterte," kata Arturo Lascanas dalam jumpa pers di gedung Senat Filipina di Manila, seperti dikutip Reuters pada Senin (20/2).

Kemudian, Duterte memberikan uang kepada polisi pelaku pembunuhan tersebut.

"Kami dibayar US$1.000 (Rp13,3 juta) terkadang pula US$2.500 (Rp33,3 juta). Tergantung targetnya, kadang-kadang juga sebanyak US$5.000 (Rp66,7 juta)," katanya seperti dikutip Asian Correspondent.

Sekretaris Komunikasi Kepresidenan Martin Ardanar dalam wawancara dengan CNN Filipina menggambarkan sebagian dari pengakuan Lascanas itu sebagai drama politik yang berkepanjangan dan diupayakan pembunuhan karakter Duterte sebagai dalang oleh pengritik kepemimpinan Duterte.

Pernyataan Lascanas berbeda dengan yang dia sampaikan dalam dengar pendapat dengan Senat pada bulan Oktober tahun lalu atas tuduhan pembunuhan pelaku penyalahgunaan narkoba yang tidak berdasarkan hukum.

Pada saat itu, Lascanas menyanggah adanya pasukan berani mati di Davao tersebut.

Pernyataannya pada Senin itu mirip dengan pengakuan diri seorang pembunuh bayaran Edgar Matobato yang memberikan kesaksian sebelum dengar pendapat di Senat pada bulan September yang secara pribadi menyaksikan Duterte menembak mati seorang pria dan memerintahkan pihak kepolisian untuk membunuh para tersangka pelaku kejahatan.

Kelompok pemerhati hak asasi manusia mendokumentasikan sekitar 1.400 dugaan pembunuhan di Kota Davao sejak awal era 1990-an dan para pengamat menyatakan bahwa peperangan berdarah terhadap narkoba yang dilancarkan oleh Duterte sejak menjabat presiden pada tujuh bulan lalu memicu berulangnya metode serupa.

Lebih dari 7.700 orang tewas dalam operasi antinarkoba di pelosok negeri itu, sekitar 2.500 tewas dalam baku tembak dengan polisi selama penggerebekan yang dianggap kontroversial tersebut.

Beberapa sisanya tewas dalam proses penyelidikan dan dikaitkan dengan pembunuhan main hakim sendiri oleh pihak berwajib, geng narkotika yang melindungi jejaknya, dan pembunuhan lainnya yang tidak terkait operasi itu. Beberapa pegiat juga menyebutkan bahwa yang lain tewas di luar jalur hukum.

Sumber: ANTARA

#Arturo Lascanas #Satuan Maut Davao #Rodrigo Duterte #Filipina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu pukul 18:00 waktu setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
Dunia
21 Orang Tewas Akibat Bangunan Ambruk di Filipina
Pemerintah kota tengah menyelidiki penyebab insiden tersebut, kata para pejabat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
21 Orang Tewas Akibat Bangunan Ambruk di Filipina
Indonesia
Para Pimpinan ASEAN Berkumpul di Cebu Filipina
Filipina akan mendorong pembahasan terkait ketahanan energi di tengah krisis pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Para Pimpinan ASEAN Berkumpul di Cebu Filipina
Indonesia
Terbang ke Filipina Ikuti KTT, Presiden Prabowo Buka Peluang Kerja Sama Industri Nikel dengan Negara Asia Tenggara
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri forum strategis untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi subkawasan ASEAN.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Terbang ke Filipina Ikuti KTT, Presiden Prabowo Buka Peluang Kerja Sama Industri Nikel dengan Negara Asia Tenggara
Dunia
Sengketa Kepulauan Spratly Memanas, Patroli Filipina Usir 4 Kapal China
Kepulauan Spratly merupakan salah satu titik panas sengketa maritim di kawasan Asia Tenggara, yang diperebutkan Filipina, China, Vietnam, Malaysia, hingga Brunei
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
Sengketa Kepulauan Spratly Memanas, Patroli Filipina Usir 4 Kapal China
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Lontaran material vulkanis tersebut diidentifikasi sebagai arus piroklastik (pyroclastic density current/PDC) yang dipicu runtuhan aliran lava.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi
Lembaga vulkanologi setempat menetapkan Status Siaga Level 3 dalam skala lima tingkat.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
   Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi
Fun
Mitologi Filipina di Balik Animasi 'Forgotten Island', Proyek Ambisius Terbaru DreamWorks
Nuansa emosional menjadi kekuatan utama Forgotten Island, mengeksplorasi rapuh sekaligus kuatnya ikatan persahabatan.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
Mitologi Filipina di Balik Animasi 'Forgotten Island', Proyek Ambisius Terbaru DreamWorks
Dunia
Darurat Nasional, Filipina Borong Stok BBM Setahun dengan Sistem Bayar di Muka
Filipina menjadi negara pertama di dunia yang menetapkan status darurat energi nasional imbas konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
Darurat Nasional, Filipina Borong Stok BBM Setahun dengan Sistem Bayar di Muka
Bagikan