Penjelasan Yorrys terkait Setya Novanto Jadi Ketua DPR

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 24 November 2016
Penjelasan Yorrys terkait Setya Novanto Jadi Ketua DPR

Setya Novanto. (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan proses kembalinya Setya Novanto menjadi ketua DPR bukan seperti dipublikasikan selama ini.

"Ini proses internal karena ada situasi politik pada bulan Desember tahun lalu. Kasus itu dapat ditempuh dengan dua cara, satu melalui proses etika DPR, dua melalui Mahkamah Kehormatan Dewan," kata Yorrys saat ditemui di gedung Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (23/11).

Yorrys menambahkan, Mahkamah Konstitusi sudah menutuskan bahwa masalah rekaman yang pada saat itu muncul ternyata tidak terbukti sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Berarti clear. Nah pada saat proses 18 Desember tahun lalu, pergantian itu, pada saat itu Setya Novanto sebagai ketua DPR sehingga proses itu dalam rangka merahabilitasi nama baik Setya novanto. Kita menunggu surat dari MK," jelasnya.

Setelah surat keluar, sambungnya, Partai Golkar kemudian langsung menggelar munaslub dan Setya Novanto menjadi ketua umum.

"Akhirnya menjadi wacana kita pasca keluarnya MK tentang status Setnov (Setya Novanto) selaku ketua umum Partai Golkar karena dia adalah simbol daripada partai, sehingga perlu wibawa dan martabat partai dibawa karena sekarang beliau adalah ketua umum," tuturnya.

Terkait masalah 'Papah Minta Saham', Yorrys menjelaskan bahwa masalah ini terlanjur terpublikasi dan secara moral pada saat itu Partai Golkar mengalami penururan.

"Nah bagaimana menghadapi hal itu, maka muncul wacana kenapa engga kita kembalikan ke posisi karena Ade (Ade Komaruddin) juga adalah kader politik kita. Karena situasi politik, maka Ade ditugaskan sebagai ketua DPR dan Novanto kembali jadi ketua umum.

Menurut Yorrys, ada dua mekanisme, pertama secara internal pihak Golkar mulai mengadakan rapat internal pada dari 22 Oktober, 8 November dan akhirnya tanggal 21 November 2016 rapat pleno.

"Secara internal sudah sepakati bersama kita harus kembalikan posisi Setnov sebagai ketua DPR karena beliau ketua umum. Nah sekarang proses ada dua, ada eksternal di DPR yang harus dilakukan komunikasi politik fraksi, kemudian internal sesuai mekanisem AD/ART," tandasnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Zulkifli Hasan Bertemu Setya Novanto Bahas Tiga Hal
  2. Pengamat Minta Pengangkatan Setya Novanto Ditinjau Ulang
  3. Zulkifli Hasan Enggan Komentari Pengangkatan Setya Novanto Jadi Ketua DPR
  4. Setya Novanto Bakal Galang Fraksi-Fraksi di DPR Revisi Undang-Undang Terorisme
  5. Setya Novanto Gelar Open House dengan Konsep Modern
#Ketua DPR RI #Setya Novanto #Yorrys Raweyai
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Puan Maharani Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online: Sudah Darurat Nasional
Puan Maharani menyebut maraknya anak terpapar judi online sebagai alarm darurat nasional dan ancaman serius bagi masa depan generasi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Puan Maharani Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online: Sudah Darurat Nasional
Indonesia
Ketua DPR Tekankan APBN 2027 Jangan Hanya Sekadar Angka, Tapi Harus Menyejahterakan Rakyat
Ketua DPR RI menegaskan APBN 2027 harus menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Ketua DPR Tekankan APBN 2027 Jangan Hanya Sekadar Angka, Tapi Harus Menyejahterakan Rakyat
Berita Foto
Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Konflik Papua
Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, menyampaikan keterangan soal kondisi Papua, saat konferensi pers, di Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 21 April 2026
Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Konflik Papua
Indonesia
Kasus FH UI Jadi Sorotan Publik, Puan: Kekerasan Seksual Harus Ditindak Tegas
Puan Maharani menegaskan tak boleh ada kekerasan seksual di kampus. Ia soroti kasus dugaan pelecehan di FH UI dan minta penanganan adil serta transparan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Kasus FH UI Jadi Sorotan Publik, Puan: Kekerasan Seksual Harus Ditindak Tegas
Indonesia
Ketua DPR Ajak Ketum Partai Politik Bicarakan RUU Pemilu
Hal terpenting dalam proses revisi undang-undang krusial itu adalah memastikan pemilu berjalan sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
Ketua DPR Ajak Ketum Partai Politik Bicarakan RUU Pemilu
Indonesia
Gugatan Pembatalan Bebas Bersyarat Setya Novanto Masuki Tahap Akhir, Boyamin Ungkap Ada Dugaan Cacat Administrasi
Sidang gugatan pembatalan bebas bersyarat Setya Novanto masuk tahap akhir. Kuasa hukum ARRUKI dan LP3HI mengungkap ada dugaan cacat hukum.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
Gugatan Pembatalan Bebas Bersyarat Setya Novanto Masuki Tahap Akhir, Boyamin Ungkap Ada Dugaan Cacat Administrasi
Indonesia
Puan Maharani Desak PBB Ambil Sikap atas Konflik AS-Israel dan Iran di Timur Tengah
Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PBB segera mengambil sikap terkait eskalasi konflik AS-Israel melawan Iran di Timur Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Puan Maharani Desak PBB Ambil Sikap atas Konflik AS-Israel dan Iran di Timur Tengah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kesal Rapat DPR Bahas Bencana Alam Sudah Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar
Beredar informasi yang menyebut Menkeu Purbaya kesal rapat DPR bahas bencana alam habiskan anggaran besar. Cek faktanya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 20 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kesal Rapat DPR Bahas Bencana Alam Sudah Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar
Berita Foto
Ketua DPR Puan Maharani Sampaikan Refleksi Akhir Tahun 2025
Ketua DPR Puan Maharani (kiri), berpidato pada "Refleksi Akhir Tahun", di Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/12/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 05 Desember 2025
Ketua DPR Puan Maharani Sampaikan Refleksi Akhir Tahun 2025
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Angkat Titiek Soeharto Jadi Ketua DPR RI untuk Basmi Koruptor dan Mafia
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan mau menjadikan Titik Soeharto sebagai Ketua DPR RI untuk membasmi koruptor dan mafia.
Soffi Amira - Selasa, 11 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Angkat Titiek Soeharto Jadi Ketua DPR RI untuk Basmi Koruptor dan Mafia
Bagikan