Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Embun Beku Dieng

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 03 Agustus 2020
Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Embun Beku Dieng

Embun beku menempel di tanaman kawasan dataran tinggi Dieng (ANTARA/HO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fenomena embun beku di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo pada musim kemarau ternyata akibat pengaruh angin "monsoon" Australia.

Pernyataan itu disampaikan Koordinator BMKG Jawa Tengah, Tuban Wiyoso. Ia menjelaskan di Pulau Jawa saat kemarau ada angin "monsoon" Australia yang sifatnya adalah dingin dan kering.

Baca Juga

Di Era Kenormalan Baru 73 Persen Traveler Memilih Wisata Dalam Negeri

"Kemudian ketika kemarau kondisi langit cerah maka panas di permukaan bumi itu mudah terbuang karena tidak ada hambatan, maka akan dingin dan kering," ujarnya di Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Senin (3/8)

Tuban menuturkan kalau udara kering menaiki pegunungan bertambah tinggi itu laju penurunan suhunya semakin cepat dibandingkan dengan udara basah.

"Jadi di daerah pegunungan asal ada udara yang naik itu dinginnya lebih cepat dibanding udara basah," ucapnya dilansir Antara

Suhu udara di puncak Gunung Lawu yang mencapai 3 derajat Celcius membekukan tanaman. (MP/Istimewa)
Suhu udara di puncak Gunung Lawu yang mencapai 3 derajat Celcius membekukan tanaman. (MP/Istimewa)

Tuban menyampaikan kombinasi tersebut menyebabkan di kawasan dataran tinggi Dieng saat musim kemarau bisa terjadi embun es atau embun beku.

"Jadi kombinasi antara angin yang bertiup dari Australia yang memang dingin dan kering plus topografinya yang tinggi. Setiap naik sekian meter suhu turun sekian derajat. Perbandingannya kalau udara kering itu turunnya satu derajat, kalau udara basah 0,65 derajat, berarti hampir dua kalinya turunnya suhu," ujarnya.

Saat memasuki musim kemarau di dataran tinggi Dieng, sering terjadi pembentukan es di permukaan bumi, penampakan kristal es pada tanaman, serta benda-benda lainnya tersebut oleh masyarakat sekitar peristiwa ini dinamakan "embun upas".

Baca Juga

Menangkap Golden Sunrise dari 'Negeri di Atas Awan'

Akibat suhu lingkungan yang sangat dingin, titik-titik air (embun) yang telah terbentuk tersebut kemudian berubah menjadi kristal es. Embun beku akan bertahan ketika suhunya masih berada pada kisaran titik beku, seiring Matahari mulai terbit, embun beku perlahan mencair dan sebagian menjadi uap air lagi.

Embun beku di dataran tinggi Dieng menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut. (*)

#BMKG #Dataran Tinggi Dieng
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Bibit siklon tropis 91B kini muncul di Laut Andaman, yakni dekat perairan utara Aceh. Fenomena ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Viral, info BMKG di media sosial menyebut suhu udara di Indonesia bakal tembus 50 derajat celcius pada Desember 2026. Cek kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Indonesia
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Bibit siklon tropis 91B mulai terbentuk di Laut Andaman, dekat perairan utara Aceh, Kamis (29/10) dini hari.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Indonesia
OMC Sebar 9 Ton Bahan Semai untuk Tekan Karhutla, Hujan Turun di Seluruh Sumsel
Dalam operasi pada Rabu (28/10), Satgas Udara mengerahkan pesawat untuk menyemai awan menggunakan total sembilan ton bahan semai.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
OMC Sebar 9 Ton Bahan Semai untuk Tekan Karhutla, Hujan Turun di Seluruh Sumsel
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis, 29 Oktober 2026: Hujan Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Kota
Prakiraan cuaca BMKG 29 Oktober 2026 berpotensi hujan petir di sejumlah kota. Lalu, ada potensi gelombang laut.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis, 29 Oktober 2026: Hujan Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Kota
Indonesia
Cuaca Hari ini, Rabu 28 Oktober 2026: BMKG Prediksi Hujan Petir di Sejumlah Kota
BMKG memprakirakan cuaca 28 Oktober 2026 berpotensi hujan petir di sejumlah kota. Masyarakat diminta waspada.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Cuaca Hari ini, Rabu 28 Oktober 2026: BMKG Prediksi Hujan Petir di Sejumlah Kota
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG 27-29 Oktober 2026: Kota-Kota yang Mengalami Hujan Sedang Hingga Lebat
Cek update prakiraan cuaca BMKG 27-29 Oktober 2026! Siap-siap hadapi cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat berstatus siaga di Jawa & Sumatera, hingga ancaman panas terik.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG 27-29 Oktober 2026: Kota-Kota yang Mengalami Hujan Sedang Hingga Lebat
Indonesia
BMKG Catat 4.098 Titik Panas di Kalimantan, Suhunya Tembus 38 Derajat Celsius
BMKG mencatat adanya ribuan titik panas di Kalimantan. Suhunya mencapai 38 derajat celsius.
Soffi Amira - Selasa, 27 Oktober 2026
BMKG Catat 4.098 Titik Panas di Kalimantan, Suhunya Tembus 38 Derajat Celsius
Indonesia
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 6 Provinsi 27-29 Oktober 2026, Waspada Banjir dan Longsor
BMKG memperingatkan enam provinsi siaga hujan lebat pada 27-29 Oktober 2026. Masyarakat diimbau waspadai banjir dan longsor.
Soffi Amira - Selasa, 27 Oktober 2026
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 6 Provinsi 27-29 Oktober 2026, Waspada Banjir dan Longsor
Indonesia
BMKG Prediksi Hujan Lebat Senin 26 Oktober 2026: Jawa Barat dan Jawa Tengah Waspada
BMKG memprakirakan cuaca pada Senin (26/10). Sebanyak 17 wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
BMKG Prediksi Hujan Lebat Senin 26 Oktober 2026: Jawa Barat dan Jawa Tengah Waspada
Bagikan