Di Era Kenormalan Baru 73 Persen Traveler Memilih Wisata Dalam Negeri
Kamu bisa menyaksikan pemandangan 'Negeri Atas Awan' dari Bukit Sikunir (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)
SEMENJAK pemerintah menetapkan Indonesia memasui masa kenormalan baru, geliat perkembangan pariwisata perlahan pulih. Hal ini terlihat dari survei yang dilakukan oleh startup marketplace yang bergerak khusus di bidang pariwisata, OpenTripID pada tanggal 1 hingga 15 Juli lalu.
Dalam survei tersebut, sebanyak 1005 orang dari berbagai usia mengisi beberapa pertanyaan yang diberikan di website resmi Open-Trip.id. Hasilnya, sebanyak 73 persen mengaku akan melakukan perjalanan wisata dalam jangka waktu dua bulan ke depan. Sementara sisanya masih belum menentukan apakah melakukan perjalanan atau tidak.
Baca juga:
"Di era ne normal ini minat masyarakat sangat tinggi untuk bisa kembali berwisata. Oleh karena itu OpenTripID memberikan penawaran khusus. Misalnya promo platinum member dari Rp250 ribu menjadi gratis. Promo ini berlaku hingga 30 Agustus 2020 mendatang," kata Founder OpenTripID, Eka Saparingga pada rilis yang diterima Merahputih.com, Kamis (30/7).
Dari hasil survei tersebut juga diketahui jika banyak orang yang lebih memilih wisata (73 persen) dalam negeri dibandingkan luar negeri (27 persen). Sedangkan untuk tujuan wisata, 51 persen memilih pantai, 30 persen wisata pegunungan, 12 persen wisata kuliner dan 7 persen wisata modern.
"Untuk destinasinya, empat teratas yang dipilih ialah Bromo, Kawah Ijen, Yogyakarta dan Bali," lanjut pria yang disapa Angga itu.
Baca juga:
Pulau Pahawang, Snorkeling, Diving dan Bercanda Bersama Nemo
Sementara untuk transportasi 36 persen memilih menggunakan pesawat dan 12 persen memilih bus. Sedangkan orang yang memilih menggunakan kereta atau kendaraan pribadi memiliki persentase sama yakni 26 persen.
Menariknya, pandemi ini seakan membuat banyak masyarakat sadar akan kesehatan dan kebersihan. Hampir 100 persen (94 persen) sangat pedui terhadap protokol kesehatan selama liburan. sedangkan sisanya mengaku tak tahu.
Soal lama waktu liburan, 57 persen menginginkan liburan selama tiga hari, 17 persen satu atau dua hari dan sisanya lebih dari tiga hari. Kebanyakan mengatakan waktu tiga hari adalah waktu yang pas untuk berwisata.
"Terbukti meski banyak masyarakat ingin berlibur, mereka masih mementingkan kesehatan. Ini juga yang membuat OpenTripID menjamin penerapan protokol kesehatan di setiap perjalanan wisata," tutupnya. (Yni)
Baca juga:
Menjelajah Wisata Kawah Putih di Era New Normal Bersama Travel Trip
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel