Headline

Penjabat Gubernur M Iriawan Targetkan Jabar Kembali Jadi Sentra Peternakan Sapi

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 19 Juli 2018
Penjabat Gubernur M Iriawan Targetkan Jabar Kembali Jadi Sentra Peternakan Sapi

Penjabat Gubernur Jabar M Iriawan (baju putih) saat lakukan kunjungan kerja (Foto: Humas BAPPEDA Jabar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sektor peternakan termasuk program unggulan Provinsi Jawa Barat. Sapi menjadi salah satu ternak yang sudah lama dikembangkan masyarakat Jabar khususnya di wilayah Tasikmalaya. Atas dasar itu, Penjabat Gubernur M Iriawan menyatakan Jabar harus serius mengembangkan peternakan sapi.

Menurut M Iriawan, selama ini budaya ternak di Jawa Barat sudah mulai menurun sehingga kebutuhan akan daging sapi harus didatangkan dari luar provinsi.

"Dulu Bandung merupakan pusat ternak sapi dan susu, coba kembali ke situ (sektor peternakan) biar meningkat di Jabar," kata Iriawan saat menghadiri kontes ternak tingkat Provinsi Jabar di Lapang Dadaha, Kota Tasikmalaya, Kamis (19/7).

Ia menuturkan, produksi ternak sapi di Jabar belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi daging masyarakat di Jabar karena peternaknya minim.

Sapi dari luar daerah Jabar
Sapi dari NTT untuk kebutuhan daging di Jakarta dan Jawa Barat (Foto: MP/Yohanes Abimanyu)

Menurut Iriawan sebagaimana dilansir Antara, salah satu faktor berkurangnya budaya ternak yakni kehadiran industri yang menyebabkan masyarakat Jabar lebih memilih bekerja di industri daripada bisnis peternakan.

"Di Jabar sentra industri banyak, jadi masyarakat kurang tertarik," katanya.

Ia mengungkapkan selama ini kebutuhan daging Jabar didatangkan dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Menurut dia, wajar bila di daerah pemasok tersebut jumlah ternak sapinya lebih banyak karena hampir semua penduduk mempunyai ternak, sedangkan di Jabar sangat rendah.

M Iriawan berharap, melalui kegiatan kontes ternak dapat meningkatkan kualitas peternakan sapi dan mampu mengembangkan bibit unggul sehingga peternakan di Jabar menjadi lebih baik.

"Kalau kontes tidak ada hasilnya ya percuma. Harus ada bibit terbaik demi daya saing pemenuhan kebutuhan daya saing di Jabar," katanya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel:

#Irjen Polisi M Iriawan #Gubernur Jawa Barat #Peternakan Sapi #Daging Sapi
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Update Harga Pangan 5 Juni 2026: Cabai Rawit Merah Makin Pedas Nyaris Tembus Rp70 Ribu, Minyak Goreng Curah Bikin Garuk Kepala
Sengatan harga tidak hanya berasal dari varian cabai rawit, namun juga merembet ke komoditas bawang dan pasokan beras nasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Juni 2026
Update Harga Pangan 5 Juni 2026: Cabai Rawit Merah Makin Pedas Nyaris Tembus Rp70 Ribu, Minyak Goreng Curah Bikin Garuk Kepala
Indonesia
Antisipasi Dinamika Global, Pemprov DKI Tambah Pasokan Sapi Bulan Depan
Selain daging sapi, Dharma Jaya juga memastikan ketersediaan protein hewani lainnya, seperti ayam, melalui kerja sama antardaerah.
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Antisipasi Dinamika Global, Pemprov DKI Tambah Pasokan Sapi Bulan Depan
Indonesia
BGN Klarifikasi soal Kebutuhan 19 Ribu Sapi untuk MBG, Sebut Cuma Simulasi
BGN buka suara soal kebutuhan 19 ribu ekor sapi untuk MBG. Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, hal itu hanya simulasi.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
BGN Klarifikasi soal Kebutuhan 19 Ribu Sapi untuk MBG, Sebut Cuma Simulasi
Indonesia
Update Harga Pangan Nasional Terbaru 21 April 2026: Cabai Rawit Merah 'Meledak' Nyaris Rp 90 Ribu, Daging Sapi Kualitas Wahid Dekati Rp 150 Ribu
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp89.650 per kilogram (kg).
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
Update Harga Pangan Nasional Terbaru 21 April 2026: Cabai Rawit Merah 'Meledak' Nyaris Rp 90 Ribu, Daging Sapi Kualitas Wahid Dekati Rp 150 Ribu
Indonesia
BUMD Dharma Jaya Bikin Kadang Sapi Kapasitas 1.000 Ekor, Penuhi Kebutuhan Daging Warga Jakarta
Pada 2026 pihaknya menargetkan pemasukan sapi hidup hingga 10.000 ekor. Namun kuota yang diberikan Kementerian Pertanian hanya 7.500 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Maret 2026
BUMD Dharma Jaya Bikin Kadang Sapi Kapasitas 1.000 Ekor, Penuhi Kebutuhan Daging Warga Jakarta
Indonesia
Gubernur Dedi Mulyadi Cari Utang Buat Tutup Defisit APBD
Dedi menjamin skema cicilan akan tuntas pada tahun 2030 dan hanya berlaku selama masa kepemimpinannya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Gubernur Dedi Mulyadi Cari Utang Buat Tutup Defisit APBD
Indonesia
Dharma Jaya Tambah Impor Sapi Hadapi Puasa hingga Lebaran 2026
Badan usaha milik daerah DKI Jakarta itu juga menyiapkan tambahan pasokan sapi impor guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Dwi Astarini - Jumat, 13 Februari 2026
Dharma Jaya Tambah Impor Sapi Hadapi Puasa hingga Lebaran 2026
Indonesia
Harga Daging Sapi Jakarta Melejit Jelang Ramadan 2026 Saat Stok Perumda Dharma Jaya Melimpah Ruah
Berdasarkan data per 11 Februari 2026, ketersediaan stok mencapai 1.195 ton daging sapi beku serta 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai permintaan pasar
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Harga Daging Sapi Jakarta Melejit Jelang Ramadan 2026 Saat Stok Perumda Dharma Jaya Melimpah Ruah
Indonesia
Ada Manipulasi Overfaktur Penjualan Sapi Hidup, Kementan Perketat Pengawasan Jelang Ramadan
Harga penjualan sapi di tingkat rumah potong hewan harus dipastikan mengacu pada batas Rp 56.000 per kilogram bobot hidup
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Februari 2026
Ada Manipulasi Overfaktur Penjualan Sapi Hidup, Kementan Perketat Pengawasan Jelang Ramadan
Indonesia
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Pramono mengaku ia sudah mengetahui adanya niat pedagang daging sapi ini untuk mogok berjualan saat meninjau ke lapangan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Bagikan