Penindasan di Masjid Al Aqsa, MUI: Boikot Israel Itu Lebih Baik. Namun...
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Muhammad Zaitun. (Istimewa)
MerahPutih.com - Wakil Sekretaris Jenderal MUI Muhammad Zaitun mengecam keras tindakan sewenang-wenang yang dilakukan otoritas Israel terhadap warga Palestina.
Kekerasan tersebut semakin parah ketika pihak Israel melakukan pengamanan dan pembatasan di Masjid Al Aqsa untuk Palestina.
"Itu adalah kesewenang-wenangan dan kebiadaban. Dan bangsa Indonesia harus menuntut PBB untuk menghentikan tindakan tersebut," kata Zaitun saat dihubungi merahputih.com di Jakarta, Senin (24/7).
Akibat dari tindakan keji tersebut, dilaporkan setidaknya ratusan warga Palestina mengalami luka-luka dan ada pula yang sampai meninggal dunia.
Karena itu, Zaitun berharap pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap Israel atas penindasan tersebut. Bahkan, kata Zaitun, kalau perlu pemerintah harus berani mengambil langkah putus hubungan diplomatik dan boikot Israel.
"Itu lebih baik. Namun, kita serahkan sepenuhnya pada pemerintah," tandasnya.
Seperti diketahui, penyerangan Israel dilakukan terhadap warga Palestina saat warga sedang melakukan ibadah di depan Masjid Al Aqsa. Pihak Israel telah menewaskan tiga orang warga Palestina dan ratusan lainnya luka berat.
Penyerangan terjadi setelah pemerintah Israel memutuskan untuk tidak memindahkan detektor logam yang dipasang di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7) waktu setempat. (*)
Baca berita terkait konflik Israel dan Palestina lainnya di: Ketua MPR Sebut Israel Melanggar HAM
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah