Pengusaha Kamboja Bikin Sapu dari Upcycling Sampah Plastik, Lebih Awet dari Sapu Biasa

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 16 Februari 2024
Pengusaha Kamboja Bikin Sapu dari Upcycling Sampah Plastik, Lebih Awet dari Sapu Biasa

Membuat sapu dengan teknik upcycling. (YouTube/Interesting Engineering)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sampah selalu punya nilai di tangan orang kreatif dengan wawasan luas. Di Kamboja, misalnya, sampah-sampah di-upcycle (pengolahan sampah menjadi produk baru yang memiliki kualitas lebih tinggi serta memiliki manfaat baru) menjadi produk rumah tangga.

Di sebuah gudang kecil di ibu kota Kamboja, sekelompok pekerja duduk dan memutar botol plastik limbah menjadi potongan, lalu mengubahnya menjadi bulu sapu. Mereka menghasilkan 500 sapu setiap hari.

Selama 11 bulan terakhir, mereka telah mengubah sekira 40 ton botol plastik yang dibuang. Ini berarti sekira 5.000 botol per hari.

Mereka membuat sapu dengan teknik upcycling. Hasilnya, sapu itu lebih kokoh daripada sapu biasa.

"Sapu ini cukup kokoh, tidak mudah rusak," kata Suon Kosal, seorang biksu Buddha berusia 26 tahun yang kuilnya membeli 80 sapu tersebut bulan lalu, seperti dikutip Reuters.com (16/2).

Baca juga:

Koleksi Upcycled Baru Converse dan Beyond Retro Berbasis Chuck 70

Sapu tersebut dijual seharga USD 2,50 (Rp 39 ribu) dan USD 3,75 (58 ribu). Potongan plastik dari botol kosong dikumpulkan menjadi satu bundel di mesin, sebelum dilunakkan dalam air panas, dan dipotong secara merata untuk dijahit dengan kawat logam ke ujung tongkat bambu.

Ide itu berasal dari pengusaha Kamboja bernama Has Kea, 41 tahun. Ia ingin mengurangi polusi plastik di komunitasnya, di kota yang menghasilkan hingga 38.000 ton semua jenis limbah setiap hari.

Sekira seperlima dari itu adalah plastik sekali pakai yang berakhir di tempat pembuangan sampah dan aliran air.

Kea membeli botol plastik kosong dari para pengumpul sampah dan depo sampah. Dengan pasokan yang tampaknya tak ada habisnya, dia yakin akan kelangsungan bisnisnya.

Dia juga terbuka kalau ada pesaing yang ingin masuk ke pasar.

"Ini juga membantu mengurangi polusi lingkungan dan mendorong orang untuk mengumpulkan botol plastik untuk dijual kepada kami dengan harga yang lebih tinggi, yang pada gilirannya, bisa memberi mereka penghidupan yang lebih baik," katanya. (dru)

Baca juga:

Stussy dan Nike Rilis Produk Insulated dan Upcycled

#Ramah Lingkungan
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Ingin Kembangkan Sanitasi Ramah Lingkungan
Pramono menilai penguatan ekosistem sanitasi berkelanjutan penting untuk menjadikan Jakarta kota yang lebih sehat.
Dwi Astarini - Sabtu, 15 November 2025
Pramono Ingin Kembangkan Sanitasi Ramah Lingkungan
Indonesia
2 Pemuda Lumajang Berhasil Olah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan, Buka Lapangan Kerja Baru
Dua pemuda asal Lumajang mengolah limbah MBG menjadi produk ramah lingkungan. Inovasi ini juga menciptakan lapangan kerja baru.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Oktober 2025
2 Pemuda Lumajang Berhasil Olah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan, Buka Lapangan Kerja Baru
Indonesia
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau
Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan Kalpataru Lestari kepada 12 pejuang lingkungan dari berbagai daerah.
Hendaru Tri Hanggoro - Kamis, 05 Juni 2025
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau
Fun
Belajar dari Kearifan Lokal, Merawat Bumi Lewat Cara yang Sudah Lama Kita Punya
Kearifan lokal berdampak pada pelestarian lingkungan.
Ikhsan Aryo Digdo - Senin, 24 Maret 2025
Belajar dari Kearifan Lokal, Merawat Bumi Lewat Cara yang Sudah Lama Kita Punya
Indonesia
Jerry Hermawan Lo Kunjungi Pembangkit Listrik Energi Hijau Pertama di Karimun
PLTS PT Karimun Power Plant bakal menjadi percontohan perusahaan listrik di Indonesia yang ramah lingkungan
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Maret 2025
Jerry Hermawan Lo Kunjungi Pembangkit Listrik Energi Hijau Pertama di Karimun
Indonesia
Benoa Bali Kantongi Predikat Pelabuhan Hijau
Penghargaan predikat pelabuhan hijau itu diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Februari 2025
Benoa Bali Kantongi Predikat Pelabuhan Hijau
Fun
Tim D'BASE dari BINUS ASO Siap Bertanding di Shell Eco-marathon Asia-Pacific and the Middle East 2025
D’BASE telah berhasil melewati fase kedua seleksi Shell Eco-marathon.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Februari 2025
Tim D'BASE dari BINUS ASO Siap Bertanding di Shell Eco-marathon Asia-Pacific and the Middle East 2025
Indonesia
10,3 Juta Penumpang Manfaatkan Face Recognition, KAI Kurangi Limbah Kertas
10,3 juta penumpang telah memanfaatkan Face Recognition. Dengan begitu, KAI sudah menghemat 24 ribu rol kertas tiket.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Januari 2025
10,3 Juta Penumpang Manfaatkan Face Recognition, KAI Kurangi Limbah Kertas
Lifestyle
Buka Cabang di BSD, %Arabica Usung Konsep Ramah Lingkungan
Arabica baru saja membuka cabang di BSD. Untuk cabang ini, Arabica mengusung konsep ramah lingkungan.
Soffi Amira - Rabu, 13 November 2024
Buka Cabang di BSD, %Arabica Usung Konsep Ramah Lingkungan
Lifestyle
Casio Luncurkan G-SHOCK GMAP2100ST, Jam Tangan yang Ramah Lingkungan
Casio meluncurkan G-SHOCK GMAP2100ST, yaitu jam tangan ramah lingkungan untuk wanita. Jam tangan ini hadir dalam tiga warna.
Soffi Amira - Rabu, 18 September 2024
Casio Luncurkan G-SHOCK GMAP2100ST, Jam Tangan yang Ramah Lingkungan
Bagikan