APLIKASI pengolahan perpesanan Telegram dan Signal dilaporkan telah mengalami peningkatan penggunaan secara tiba-tiba. Peningkatan ini diduga terjadi setelah persyaratan terbaru mengenai kebijakan privasi saingannya yang lebih besar, yakni WhatsApp, ramai diperbincangkan di media sosial.??
Dilansir dari Antara, Sabtu (9/1), Aplikasi WhatsApp yang menggunakan teknologi enkripsi Signal, baru pada Rabu (6/1) mengeluarkan persyaratan baru dan meminta pengguna untuk menyetujui Facebook sebagai platform pemilik layanan pengolahan pesanan itu, beserta anak perusahaannya.
Baca juga:
Izin itu akan digunakan dalam mengumpulkan data pengguna, termasuk nomor telepon yang digunakan, lokasi, alamat IP, model ponsel, OS, level baterai, kekuatan sinyal, browser, jaringan seluler, ISP, bahasa, zona waktu, dan bahkan IMEI.?
Hal ini sangat kontras dengan apa yang awalnya dijanjikan perusahaan tersebut pada 2014, selama proses akuisisi oleh Facebook. Pada saat itu WhatsApp meyakinkan tujuannya adalah untuk mengetahui "sesedikit mungkin" informasi pribadi dari para penggunanya.
Baca juga:
?Dikutip dari Reuters, Sabtu (9/1), sejumlah aktivis yang bergerak dalam privasi mempertanyakan langkah permintaan aplikasi "terima pengambilan data atau keluar" di Twitter, serta menyarankan para pengguna untuk beralih ke aplikasi pengolahan pesanan lain, seperti Telegram atau Signal.
??Sementara itu, Popularitas Signal dilaporkan mulai melonjak pada Kamis (7/1), setelah adanya dukungan dari CEO dari Space X, yakni Elon Musk. Akun Musk menjadi salah satu paling banyak diikuti di Twitter.
Bos dari situs mikro-blogging (Twitter) itu sendiri, Jack Dorsey, juga memberikan dukungan seperti yang dilakukan Musk.??Dalam dua hari terakhir lonjakan itu membuat lebih dari 100.000 pengguna menginstal aplikasi Signal di seluruh toko aplikasi Apple dan Google.
Sementara menurut perusahaan analis data Sensor Tower, aplikasi Telegram memperoleh hampir 2,2 juta unduhan pengguna.?
?Sensor Tower mengatakan meski masih memiliki total sekitar 10,5 juta lebih unduhan secara global, dibandingkan dengan pekan sebelumnya, pemasangan baru aplikasi WhatsApp turun 11 persen dalam tujuh hari pertama di 2021.
Meski kebijakan Privasi diluncurkan secara global, namun, pengguna yang berlokasi di Uni Eropa hanya menerima satu poin utama dalam pemberitahuan mereka. Berkat undang-undang privasi yang lebih ketat yang lebih dikenal sebagai GDPR, pengguna WhatsApp di 27 negara Eropa tidak akan membagikan datanya dengan pihak ketiga. (kna)
Baca juga: