Siapa Pengganti Ayatollah Ali Khamenei? Ini Kandidat Kuat Pemimpin Tertinggi Iran

ImanKImanK - Senin, 02 Maret 2026
Siapa Pengganti Ayatollah Ali Khamenei? Ini Kandidat Kuat Pemimpin Tertinggi Iran

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Foto X: khamenei_ir

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang fondasi politik Republik Islam.

Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk penasihat keamanan utamanya dan beberapa pejabat tinggi militer, mempercepat dinamika transisi kekuasaan di Teheran.

Di tengah ketegangan regional yang meningkat dan ancaman lanjutan dari Presiden AS Donald Trump, pertanyaan besar muncul, siapa yang akan menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran? Dan bagaimana proses pemilihannya?

Baca juga:

Konflik AS-Israel dengan Iran, Menhub Maskapai Waspadai Kawasan Timur Tengah

Pengganti Ayatollah Ali Khamenei, Kandidat Kuat

Berikut sejumlah nama yang paling sering disebut sebagai calon pemimpin tertinggi Iran selanjutnya:

1. Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei adalah putra kedua Ali Khamenei dan dianggap memiliki pengaruh besar di lingkaran elite, khususnya di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Kelebihan:

  • Jaringan kuat di militer dan birokrasi
  • Dukungan dari kelompok garis keras

Tantangan:

  • Suksesi ayah ke anak dipandang negatif di Iran
  • Trauma sejarah terhadap monarki Shah sebelum 1979

Baca juga:

58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan karena Konflik AS-Iran, Legislator Dorong Skema Pemulangan

Banyak analis menilai jalannya menuju kursi tertinggi tidak akan mudah meskipun memiliki dukungan internal.

2. Alireza Arafi

Sebagai anggota Dewan Garda dan wakil ketua Majelis Ahli, Alireza Arafi memiliki posisi strategis dalam proses suksesi.

Ia juga imam salat Jumat di Qom pusat pendidikan Syiah paling penting di Iran.

Kelebihan:

  • Kredibilitas keagamaan kuat
  • Terlibat langsung dalam struktur transisi

Kekurangan:

  • Minim basis politik luas

3. Mohammad Mehdi Mirbagheri

Baca juga:

Iran Kecam Pembunuhan Ali Khamenei oleh AS-Israel, Menyebutnya Aksi Terorisme

Mohammad Mehdi Mirbagheri dikenal sebagai ulama ultra-garis keras dan anggota Majelis Ahli.

Ia memimpin Akademi Ilmu Islam di Qom dan memiliki pandangan keras terhadap Barat.

Kelebihan:

  • Didukung faksi konservatif
  • Ideolog kuat

Risiko:

  • Bisa memperuncing isolasi internasional Iran

Pengganti Ayatollah Ali Khamenei

Momen haru di Teheran setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara, membuka babak baru suksesi kepemimpinan Iran. Foto X: khamenei_ir

4. Gholam-Hossein Mohseni-Ejei

Sebagai kepala yudikatif Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei dikenal sebagai figur konservatif yang loyal terhadap sistem.

Pengalaman:

  • Mantan Menteri Intelijen
  • Jaksa Agung
  • Wakil Ketua Mahkamah Agung

Kedekatannya dengan struktur keamanan membuatnya kandidat yang diperhitungkan.

Baca juga:

Iran Lancarkan Serangan di ke Pangkalan AS di Kawasan, 1 Tewas dan 11 Terluka di Bandara Dubai dan Abu Dhabi

5. Hassan Khomeini

Hassan Khomeini adalah cucu pendiri Republik Islam.

Berbeda dengan kandidat lain, ia dikenal memiliki kecenderungan reformis dan pandangan lebih moderat.

Kelebihan:

  • Nama besar keluarga Khomeini
  • Diterima kalangan reformis

Kendala:

  • Pernah didiskualifikasi dari Majelis Ahli pada 2016
  • Kurang dukungan dari kelompok garis keras

Siapa yang Paling Berpeluang?

Secara realistis, peluang terbesar berada pada figur yang memiliki dukungan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang merupakan cabang elit militer Iran yang dibentuk pasca-Revolusi 1979 untuk melindungi sistem pemerintahan Islam Iran, jika lolos maka akan diterima oleh faksi konservatif dominan dan tidak memicu perpecahan internal.

Baca juga:

Media Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Tewas

Nama seperti Mojtaba Khamenei dan Mohseni-Ejei dinilai paling dekat dengan lingkar kekuasaan saat ini. Namun dinamika politik Iran sangat tertutup dan keputusan akhir berada di tangan Majelis Ahli.

Dalam sistem politik Iran yang berbasis prinsip velayat-e faqih (kepemimpinan ulama), pemimpin tertinggi memiliki otoritas tertinggi dalam urusan politik, militer, dan agama.

#Kandidat Pengganti Ali Khamenei #Pengganti Ayatollah Ali Khamenei #Ali Khamenei #Iran #Ayatollah Ali Khamenei
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Bagikan