Pengamat Terorisme Nilai Penangkapan Eggi Sudjana dan Kivlan Zen Sebagai Blunder Besar

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 16 Mei 2019
Pengamat Terorisme Nilai Penangkapan Eggi Sudjana dan Kivlan Zen Sebagai Blunder Besar

Muhammad Sofyan Tsauri. (Foto: Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat Terorisme, Sofyan Tsauri menilai penangkapan terhadap sejumlah aktivis dan ulama, seperti Eggi Sudjana dan Kivlan Zen merupakan langkah blunder yang dilakukan pemerintah.

Ia berpendapat, langkah tersebut dapat memicu para teroris untuk melakukan aksinya. Jadi, proses hukum terhadap dua terlapor kasus makar ini akan memantik masyarakat.

"Jadi memantik. Banyak orang kecewa, frustasi," kata Sofyan kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (16/5).

Sofyan Tsauri mantan narapidana teroris (Foto: MP/Fadhli)
Sofyan Tsauri mantan narapidana teroris (Foto: MP/Fadhli)

Lebih lanjut Sofyan menjelaskan, seseorang terjun ke dunia terorisme karena tiga hal penting. Yakni faktor kecewa, ideologi, dan lingkungan.

"Lingkuna dan ideologi, lalu kekecewaan yang membuat dia menjadi patah hati," jelas Sofyan.

Penangkapan yang dianggap sebagai kriminalisasi ulama, lanjur Sofyan, akan membuat pemuda Islam menjadi frustasi.

"Menambah kebenciannya terhadap pemerintah. Kalau seperti itu, jika baca buku soal jihad, mati syahid, dan menyerang pemerintah yang tak pro hukum Allah, maka akan sangat nyambung," jelasnya.

Sofyan menganggap, kondisi sekarang membuka celah kepada orang untuk berpaham ekstrim.

"Ingat loh, berpaham ekstrim itu bertahap. Ada faktor kekecewaan dulu terhadap kondisi sekitar, kecewa terhadap kondisi negara dan lainnya. Lalu ada lingkungan yang mempengaruhi," terang Sofyan.

Sofyan meminta kepada para jihadis agar tak ikut-ikutan memancing suasana. Bahkan tak berada di garis depan.

"Kenapa, agar tak menjadi kambing hitam. Ini kan narasinya sudah 'teroris mengambil untung'. Kalau terjadi apa-apa, mereka yang disalahkan. Nanti dianggap merecoki hasil salah satu paslon. Kan gak enak," terang dia. (Knu)

Baca Juga: Pemuda dan Radikalisme di Mata Mantan Teroris

#Teroris #Terorisme #Pemilu 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Dunia
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan kejadian di Bondi itu merupakan peristiwa yang mengejutkan dan sangat memprihatinkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Dunia
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
AS juga menuding para pemimpin Ikhwanul Muslimin telah lama memberikan dukungan material kepada Hamas.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
Indonesia
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Densus 88 Anti Teror mengungkapkan fakta mengejutkan ada 110 anak yang diduga direkrut ke dalam jaringan teroris sepanjang 2025 lewat permainan game online.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Indonesia
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Sigit menjelaskan, temuan tersebut bermula dari aktivitas anak-anak dalam kelompok komunitas yang tumbuh dari hobi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 November 2025
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Bagikan