Pilpres 2019

Pengamat Sesalkan Kampanye Pilpres Lebih Fokus Saling Serang Ketimbang Adu Visi Misi

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 13 November 2018
Pengamat Sesalkan Kampanye Pilpres Lebih Fokus Saling Serang Ketimbang Adu Visi Misi

Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sejak Komisi Pemilihan Umum mengesahkan pasangan calon yang akan bertarung di Pilpres 2019, belum ada pertarungan visi dan misi antarpasangan calon nomor urut 01 dan 02. Baik tim sukses maupun capres dan cawapres lebih gemar saling serang ketimbang adu visi misinya untuk merebut hati para pemilih.

Dalam perspektif ini, menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin berpotensi menyebabkan kemunduran demokrasi.

Menurut Ujang kampanye Pilpres 2019 masih sebatas saling serang antara satu dengan lainnya. Padahal, seharusnya pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi mengedepankan program-program yang akan dijalankan apabila menang. Karena di situlah esensinya iklim demokrasi.

Para pemimpin partai saat di KPU
Para pemimpin parpol peserta Pemilu 2019 menghadiri pengundian nomor urut di kantor KPU, Jakarta, Minggu (18/2). (Foto: Twitter KPU_ID)

"Kampanye Pilpres masih sebatas saling serang dan saling menjatuhkan dan belum mengarah pada perdebatan adu gagasan dan ide serta visi, misi, dan program-program terbaik," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Selasa (13/11).

Menurut Ujang sebagaimana dilansir Antara, selama dua bulan kampanye Pilpres masih diwarnai berbagai perdebatan dan isu-isu yang kurang substantif.

Ujang mengatakan kalaupun muncul perdebatan mengenai gagasan dan program, sifatnya hanya sebentar karena cepat tertutup dengan kampanye yang saling serang.

"Kampanye hanya dijalankan sebatas memenuhi dan mengisi ruang dalam menjalankan demokrasi prosedural, belum mengarah pada demokrasi yang substantif," ujar Ujang.

Dia menegaskan model kampanye tidak edukatif yang ditampilkan para pasangan capres-cawapres harus segera diakhiri karena akan merugikan masyarakat dan tidak membawa dampak positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

Hal itu menurut dia karena masyarakat tidak mendapatkan pendidikan politik yang baik dari para elit dan publik tidak tahu program-program terbaik dari para kontestan.

"Dan juga kualitas demokrasi menjadi menurun. Para pasangan capres-cawapres harus mengarahkan pada perdebatan yang substansial, itu tugas mereka," tandas Ujang Komarudin.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Keluarga Prabowo Kritik Prioritas Jokowi di Tahun Terakhir Sudah Telat

#Pengamat Politik #Pilpres 2019 #Prabowo Subianto #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengapresiasi atlet Indonesia usai meraih emas pertama di Asian Games 2026.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Olahraga
Penuh Unsur Angka 8. Garudayaksa Pinang Azizu Milanesta dan Tristan 2 Bakat Muda Eks Dewa United
Garudayaksa FC resmi boyong dua wonderkid Azizu Milanesta dan Tristan Raissa Ibrahim dengan fakta unik penuh unsur angka 8 yang bikin penasaran!
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Penuh Unsur Angka 8. Garudayaksa Pinang Azizu Milanesta dan Tristan 2 Bakat Muda Eks Dewa United
Indonesia
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Danantara kini mulai mengkaji pendanaan LRT Jakarta. Integrasi dengan MRT dan Transjakarta sudah masuk pembahasan.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Indonesia
Men-HAM Pigai Bongkar Sosok 'Pakar' Eks Menteri yang Disentil Prabowo, Ini Ciri-Cirinya!
Kritik Presiden Prabowo ditujukan kepada untuk oknum 'pakar' eks Menteri merangkap buzzer dan partisan politik, bukan ilmuwan murni. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Men-HAM Pigai Bongkar Sosok 'Pakar' Eks Menteri yang Disentil Prabowo, Ini Ciri-Cirinya!
Indonesia
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta pendidikan hingga PTN digratiskan. Mendiktisaintek pun mulai mengkaji skema biayanya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Olahraga
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia mengoleksi lima emas di hari pertama Asian Games 2026. Emas menjadi target berikutnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Anggota Komisi X DPR RI Elnino M Husein Mohi mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Indonesia
Klaim Stok Pangan Aman Buat El Nino, Prabowo Janji Bagikan Ribuan Kapal Nelayan
Presiden Prabowo Subianto umumkan capaian swasembada pangan dan bebas impor solar saat menghadiri 100 Tahun Gontor di Ponorogo. Cek rincian pidatonya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Klaim Stok Pangan Aman Buat El Nino, Prabowo Janji Bagikan Ribuan Kapal Nelayan
Dunia
Pekik 'Free Palestine' Presiden Prabowo Guncang Peringatan 100 Tahun Gontor
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo dengan menyuarakan kemerdekaan Palestina
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Pekik 'Free Palestine' Presiden Prabowo Guncang Peringatan 100 Tahun Gontor
Indonesia
Prabowo Berencana Ambil Alih Pengangkatan Guru, DPR: Kesejahteraan Harus Naik
Komisi X DPR mendukung rencana Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin mengambil alih pengangkatan guru.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Berencana Ambil Alih Pengangkatan Guru, DPR: Kesejahteraan Harus Naik
Bagikan