Pengamat Sesalkan Kampanye Pilpres Lebih Fokus Saling Serang Ketimbang Adu Visi Misi
Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)
MerahPutih.Com - Sejak Komisi Pemilihan Umum mengesahkan pasangan calon yang akan bertarung di Pilpres 2019, belum ada pertarungan visi dan misi antarpasangan calon nomor urut 01 dan 02. Baik tim sukses maupun capres dan cawapres lebih gemar saling serang ketimbang adu visi misinya untuk merebut hati para pemilih.
Dalam perspektif ini, menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin berpotensi menyebabkan kemunduran demokrasi.
Menurut Ujang kampanye Pilpres 2019 masih sebatas saling serang antara satu dengan lainnya. Padahal, seharusnya pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi mengedepankan program-program yang akan dijalankan apabila menang. Karena di situlah esensinya iklim demokrasi.
"Kampanye Pilpres masih sebatas saling serang dan saling menjatuhkan dan belum mengarah pada perdebatan adu gagasan dan ide serta visi, misi, dan program-program terbaik," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Selasa (13/11).
Menurut Ujang sebagaimana dilansir Antara, selama dua bulan kampanye Pilpres masih diwarnai berbagai perdebatan dan isu-isu yang kurang substantif.
Ujang mengatakan kalaupun muncul perdebatan mengenai gagasan dan program, sifatnya hanya sebentar karena cepat tertutup dengan kampanye yang saling serang.
"Kampanye hanya dijalankan sebatas memenuhi dan mengisi ruang dalam menjalankan demokrasi prosedural, belum mengarah pada demokrasi yang substantif," ujar Ujang.
Dia menegaskan model kampanye tidak edukatif yang ditampilkan para pasangan capres-cawapres harus segera diakhiri karena akan merugikan masyarakat dan tidak membawa dampak positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.
Hal itu menurut dia karena masyarakat tidak mendapatkan pendidikan politik yang baik dari para elit dan publik tidak tahu program-program terbaik dari para kontestan.
"Dan juga kualitas demokrasi menjadi menurun. Para pasangan capres-cawapres harus mengarahkan pada perdebatan yang substansial, itu tugas mereka," tandas Ujang Komarudin.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Keluarga Prabowo Kritik Prioritas Jokowi di Tahun Terakhir Sudah Telat
Bagikan
Berita Terkait
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar