Pengamat Pertanyakan Kualitas Gizi Makanan dengan Anggaran Rp 7.500

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 22 Juli 2024
Pengamat Pertanyakan Kualitas Gizi Makanan dengan Anggaran Rp 7.500

Pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat. (Dok. Pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Program makan siang gratis yang jadi andalan Presiden terpilih Prabowo Subianto menuai kontroversi karena dikabarkan dipotong anggarannya menjadi Rp 7.500 per porsi. Pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat berharap agar anggaran makan siang tidak serendah itu.

Dia menganggap, angka Rp 7.500 itu sangat kecil mengingat desain kebijakan makan siang untuk memperbaik kesejahteraan dan kesehatan anak sekolah lebih baik.

“Nutrisi yang cukup adalah salah satu kunci utama untuk menjaga kesehatan dan kinerja anak-anak dalam belajar,” kata Achmad kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/7).

Achmad menuturkan, dari inflasi dan kenaikan harga bahan makanan, alokasi sebesar Rp 7.500 atau Rp 9,000 per anak tidak cukup untuk menyediakan makan siang yang bergizi.

Achmad yang juga ekonom dari UPN Veteran Jakarta mencontohkan, dari indeks harga beras dan lauk pauk saat ini, anggaran sebesar itu hanya cukup untuk nasi dengan tahu dan tempe. Bahkan tanpa ada ikan, daging, apalagi susu.

Baca juga:

Jalankan Program Makan Siang Gratis dan Proyek IKN Bersamaan, Prabowo Dihadapkan Pilihan Sulit

“Ini bisa menyebabkan penurunan kualitas makanan yang pada akhirnya mempengaruhi kesehatan dan kemampuan belajar anak-anak,” terang Achmad.

Dia mengkritisi alokasi anggaran dalam RAPBN 2025, khususnya program makan siang gratis bagi anak sekolah.

“Dengan alokasi Rp 71 triliun, program ini dinilai tidak tepat dan tidak adil,” sebut Achmad.

Anggaran sebesar ini dianggap Achmad hanya mencakup sekitar 19,72 juta anak dari total 70,5 juta anak sekolah bila per anak dianggarkan Rp 15.000.

“Tidak meratanya anak menerima makan siang akan menciptakan ketidakadilan di antara mereka,” papar Achmad.

Achmad berharap, pemerintah tetap memastikan kebutuhan dasar seperti makan siang bergizi bagi anak sekolah. Sebab ini adalah investasi dalam sumber daya manusia yang esensial.

Baca juga:

Biaya Makan Bergizi Gratis Disesuaikan Dengan Indeks Harga Pangan di Daerah

“Karena, jika janji makan siang gratis yang sangat dinantikan tidak bisa terpenuhi, skeptisisme publik terhadap janji-janji lain akan meningkat, mengancam kepercayaan dan dukungan publik serta investor terhadap pemerintahan baru,” tutup Achmad. (Knu)

#Makan Bergizi Gratis #Makan Siang Gratis #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sedot Rp 139 Triliun hingga September! Anggaran MBG di BGN Masih Sisa Rp 79 T
Badan Gizi Nasional (BGN) merealisasikan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp139,77 triliun per 16 September 2026, sambil mengeksekusi refocusing penerima manfaat
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Sedot Rp 139 Triliun hingga September! Anggaran MBG di BGN Masih Sisa Rp 79 T
Indonesia
Prabowo Berencana Ambil Alih Pengangkatan Guru, DPR: Kesejahteraan Harus Naik
Komisi X DPR mendukung rencana Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin mengambil alih pengangkatan guru.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Berencana Ambil Alih Pengangkatan Guru, DPR: Kesejahteraan Harus Naik
Indonesia
Terkonfirmasi! Presiden Prabowo Tidak Hadir Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Delegasi Dipimpin Menlu
Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi Menlu Sugiono mewakili Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB di New York. Cek agenda lengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Terkonfirmasi! Presiden Prabowo Tidak Hadir Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Delegasi Dipimpin Menlu
Indonesia
Pramono Ingin LRT Jakarta Diperpanjang ke JIS dan Whoosh, Minta Bantuan Danantara
LRT Jakarta akan diperpanjang ke JIS dan Whoosh. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta bantuan ke Danantara.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Pramono Ingin LRT Jakarta Diperpanjang ke JIS dan Whoosh, Minta Bantuan Danantara
Indonesia
Prabowo Ungkap 328 BUMN Sudah Ditutup, Target Hemat Bisa Capai Rp 100 Triliun
Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan, bahwa sudah menutup 328 BUMN. Target hemat anggaran bisa menembus Rp 100 triliun.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Prabowo Ungkap 328 BUMN Sudah Ditutup, Target Hemat Bisa Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Keracunan Makanan Jadi Tantangan MBG, BGN Perjelas Aturan Penanggung Jawab
Regulasi MBG harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Keracunan Makanan Jadi Tantangan MBG, BGN Perjelas Aturan Penanggung Jawab
Indonesia
Prabowo 3 Kali Reshuffle Menkeu, Gibran Percaya APBN Lebih Sehat Dipegang Suahasil Nazara
Wapres Gibran meyakini pengalaman panjang serta rekam jejak akademis Suahasil menjadikannya sosok yang piawai menjaga kesehatan APBN
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Prabowo 3 Kali Reshuffle Menkeu, Gibran Percaya APBN Lebih Sehat Dipegang Suahasil Nazara
Indonesia
BGN Perketat Data Penerima MBG, Sekolah Internasional dan Mandiri Finansial tak lagi Jadi Sasaran
Sebanyak 1.653 satuan pendidikan kemudian dikeluarkan dari daftar penerima program.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
BGN Perketat Data Penerima MBG, Sekolah Internasional dan Mandiri Finansial tak lagi Jadi Sasaran
Indonesia
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
BGN mencoret 1.653 sekolah dari penerima MBG. Kini, Maluku dan Papua masuk prioritas.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
Indonesia
Kasus Keracunan MBG Marak, DPR Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Komisi IX DPR meminta BGN melakukan investigasi kasus keracunan MBG. Sebab, kasus tersebut melonjak.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
Kasus Keracunan MBG Marak, DPR Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Bagikan