Pengamat Nilai Sindiran Megawati Bentuk Kritik ke Lawan Politik

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 21 Februari 2020
Pengamat Nilai Sindiran Megawati Bentuk Kritik ke Lawan Politik

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan sambutan dalam pemberian rekomendasi Cakada PDIP di Pilkada Serentak 2020 (Foto: Tim Media PDIP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir pihak yang seakan memaksakam anaknya sendiri maju ke Pilpres 2024 mendatang.

Pengamat politik Wempy Hadir menduga, sindiran Megawati Soekarnoputri bisa dibaca sebagai bentuk kritik kepada lawan politik atau siapa saja yang hendak mendorong orang dekat. Atau bahkan anak dalam level politik yang tertinggi dengan tanpa mempertimbangkan dengan matang.

Baca Juga:

Hasto Sebut Tren Elektabilitas Gibran dan Bobby Terus Meningkat

"Akan sangat berbahaya bila mendorong orang tertentu untuk merebut kekuasaan tertinggi dengan mengabaikan prasyarat tadi," kata Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (21/2).

Ucapan itu diutarakan Mega sebagai bentuk keprihatinan atas realitas politik saat ini. "Orang tidak lagi mempertimbagkan berapa lama orang tersebut mengabdi atau berpartai, lalu kemudian memegang jabatan penting dalam partai lalu masuk dalam pertarungan pilpres," jelas dia.

Wempy berujar, butuh kematangan secara politik melalui pengalaman yang ditempa selama menjadi pengurus partai.

"Ambil contoh Ibu Mega. Dia cukup lama berpartai. Ketika dia diberikan kekuasaan maka dengan muda dia menjalankan kekuasaan. Bahkan sebagai ketua umum partai terbesar saat ini, dia masih dikehendaki oleh seluruh pengurus partai baik dari pusat maupun daerah," jelas Wempy yang juga Direktur Indo Polling Network ini.

Megawati menegaskan bahwa tahun 2024 itu saatnya regenerasi bagi PDIP
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebut 2024 tahun regenerasi (Foto: Tim Media PDIP)

Wempy meyakini, bahwa menjadi seorang pemimpin butuh jam terbang atau pengalaman. "Jika tidak melalui proses matang, bisa jadi gampang sekali terjadi turbulensi ketika memegang kekuasaan," tutup Wempy.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri mengaku jengkel karena ada partai yang memaksakan anggota keluarganya mengikuti Pemilihan Umum 2024.

“Berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa, jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak enggak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo,” kata Megawati saat memberikan pengarahan kepada calon kepala daerah peserta Pilkada 2020 di DPP PDIP, Jakarta, Rabu, 19 Februari lalu.

Baca Juga:

Tunggu Rekomendasi Turun, Gibran Kirim Foto-Foto Blusukan ke Hasto dan Puan

Megawati mengatakan, pada 2024, perpolitikan Indonesia akan berubah dan terjadi regenerasi. Sebab, sosok seperti dirinya sudah mulai pudar. Sehingga harus anak-anak muda yang didorong. Nyatanya, kata dia, masih ada yang mendorong anggota keluarga, seperti anak, istri, hingga ponakan untuk menjadi calon pemimpin.

Menurut Megawati, ia juga tidak pernah memaksa anak-anaknya mengikuti jejaknya. “Saya hanya ke anak saya, ‘Kamu jadilah sesuai dengan apa yang kamu jalankan’. Ada orang yang ngomong Mbak Puan jadi Ketua DPR itu saya yang angkat-angkat. Mana mungkin. Memang suaranya gede. Enggak ada yang bisa nahan. Begitu. Mabok saya dengarnya,” kata dia. (Knu)

#Megawati Soekarnoputri
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
egawati tidak hanya membahas hubungan kedua bangsa, tetapi juga menyinggung dinamika politik dalam negeri Indonesia, termasuk hubungannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 20 menit lalu
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
Indonesia
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Megawati Soekarnoputri menegaskan mengejar cita-cita publik dan komitmen keluarga bukanlah hal yang saling bertentangan bagi kaum perempuan muda saat ini.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Indonesia
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan kepemimpinan perempuan harus berlandaskan semangat merawat dan melindungi, bukan mendominasi.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Indonesia
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Megawati menyampaikan penyesalannya karena saat ini sedang kunjungan kerja di UEA sehingga tidak bisa melayat Eyang Meri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Indonesia
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
"Reformasi bukan untuk dibatalkan secara perlahan. Reformasi harus dijaga, diperkuat, dan disempurnakan," tutur Megawati.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Indonesia
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Legitimasi elektoral dan besarnya kekuasaan negara tidak secara otomatis menjamin terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Indonesia
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Polri harus tegak lurus sebagai alat negara yang menjaga ketertiban, bukan instrumen kekuasaan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Indonesia
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi menjadi harga mati dalam menghadapi tantangan nasional.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Indonesia
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Sikap politik PDIP berpijak teguh pada ideologi Pancasila dengan semangat kelahiran 1 Juni 1945.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Indonesia
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas perjuangan kader PDIP yang konsisten mengabdi.
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Bagikan