MerahPutih.com - Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, meminta pemerintah agar bersikap jujur kepada masyarakat terkait infrastruktur transportasi di sejumlah daerah Indonesia untuk mudik Lebaran 2024.
"Pemerintah harus jujur pada publik, kapasitas infrastruktur transportasi tidak direncanakan untuk kondisi mudik Lebaran. Berilah informasi pada publik, jika musim lebaran, perjalanan tidak selancar hari biasa," kata Djoko kepada MerahPutih.com, Selasa (19/3).
Djoko mengatakan, infrastruktur transportasi atau prasarana dan sarana yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pemudik sehingga pemerintah harus menjelaskan jika perjalanan tidak selancar seperti hari biasa.
Baca juga:
"Namun harapannya mudik aman berkesan dapat memberikan warna baru musim mudik lebaran tahun ini. Tentunya keselamatan pemudik menjadi prioritas utama diperhatikan," ucap Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat.
Berdasar hasil survei potensi pergerakan angkutan Lebaran Tahun 2024 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan minat mudik lebaran 2024, masyarakat memilih moda kereta api (KA) antar kota 39,32 juta orang (20.30 persen), bus 37,61 juta orang (19,37 persen), mobil pribadi 35,42 juta orang (18,29 persen), dan sepeda motor 31,12 juta orang (16,07 persen).
"Berkebalikan dengan tahun-tahun sebelumnya, pilihan kendaraan pribadi menjadi favorit," tuturnya.
Pada Lebaran 2023, moda transportasi yang diminati tertinggi adalah mobil pribadi 27,32 juta (22,1 persen), sepeda motor 23,13 juta orang (20,3 persen) dan bus 22,77 juta orang (18,4 persen) dan KA antar kota 14,47 juta orang (11,69 persen).
"Memilih mobil pribadi dan sepeda motor meningkat, namun peningkatan itu masih lebih tinggi memilih moda KA antar kota dan bus," tutupnya. (Asp)
Baca juga:
Kemenhub Prediksi akan Ada Lonjakan Perjalanan Mudik Hingga 71,7 Persen