Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Pengamat Ekonomi Sebut Anjloknya Rupiah Disebabkan Faktor Eksternal

Eddy FloEddy Flo - Senin, 10 September 2018
Pengamat Ekonomi Sebut Anjloknya Rupiah Disebabkan Faktor Eksternal

Ilustrasi (Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Dalam dua pekan terakhir ini, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang signifkan hingga nyaris menyentuh Rp15.000 per dolar Amerika Serikat.

Tidak stabilnya kurs rupiah menyebakan kecemasan di kalangan para pelaku usaha khususnya yang bergerak di bidang ekspor-impor. Risiko krisis ekonomi menanti di depan mata seiring kenaikan sejumlah harga barang impor.

Anjloknya rupiah menurut pengamat ekonomi Dr James Adam disebabkan banyak hal. Menurutnya, kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dipicu faktor eksternal akibat siklus ekonomi dunia.

"Kondisi ini disulut oleh perang dagang antara AS dengan Cina, yang kemudian merembet antara AS dengan Turki yang efeknya menjangkau seluruh masyarakat internasional, terutama negara-negara berkembang," kata James Adam, di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (10/9).

Pengamat ekonomi James Adam
Pengamat Ekonomi Dr James Adam (Foto: Antaranews)

Dia mengemukakan hal itu terkait faktor penyebab naiknya kurs dolar akhir-akhir ini dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut dia, koreksi rupiah memang menembus level Rp 14.968 pada tanggal 7 September misalnya, akan tetapi depresiasinya kecil hanya sekitar 0,3 persen.

"Dan ini berkontribusi ke pasar tetapi kalau kita lihat koreksi pasar tidak begitu besar," katanya menjelaskan.

Artinya, koreksi rupiah belum dilihat signifikan oleh pasar sehingga masih bisa terkoreksi hingga akhir pekan, katanya.

James Adam sebagaimana dilansir Antara menambahkan, pelemahan IHSG dapat berpengaruh terhadap perekonomian nasional akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Menurut dia, Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami pergolakan dolar saat ini, tetapi berbagai negara juga mengalami hal yang sama.

"Jadi bukan saja Indonesia. Lihat saja Turki, nilai mata uangnya Lira anjlok sampai 80 persen, begitupun dengan Argentina jatuh hingga 56 persen, lalu Venezuela juga melemah 17 persen, kemudian di Eropa, Inggris, yang sempat anjlok hingga 5 persen," katanya.

Pemerintah dalam hal ini tidak salah sebab Bank Indonesia yang punya otoritas telah melaksanakan fungsi, hanya saja siklus ekonomi dunia tidak bisa ditekan dan di luar kontrol pemerintah.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Bandara Silangit Akan Berganti Nama Menjadi Bandara Sisingamangaraja XII

#Rupiah Anjlok #Pelemahan Rupiah #Dolar AS #Kurs Rupiah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.083 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Pelemahan dipengaruhi transisi kepemimpinan BI dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Indonesia
Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.070 per dolar AS sehari setelah Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur BI. Pasar bersikap hati-hati menunggu arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Indonesia
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Ibrahim Assuaibi menambahkan, ancaman gangguan pada perairan penting Teluk berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak dunia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Indonesia
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Penguatan tajam pergerakan indeks melengkapi gairah pasar uang setelah mata uang Garuda turut bergerak menguat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Konflik militer terbuka antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran jadi penyebab lonjakan harga minyak mentah dan memperkuat indeks dolar AS
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Indonesia
Dolar AS Akhirnya Tumbang, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Langsung Melesat Tajam Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Langkah intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut menjaga ekspektasi inflasi tetap berada dalam koridor target Bank Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Dolar AS Akhirnya Tumbang, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Langsung Melesat Tajam Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Indonesia
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Pembatalan pembukaan Selat Hormuz memicu kekhawatiran datangnya guncangan inflasi jilid baru akibat kenaikan biaya logistik dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Indonesia
Rupiah Kembali Tunjukan Pelemahan, Berbagai Sentimen Terus Menekan Nilai Tukar
Tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 18.000 - Rp 18.128 per dolar AS dalam sepekan ke depan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Kembali Tunjukan Pelemahan, Berbagai Sentimen Terus Menekan Nilai Tukar
Bagikan