Pengamat Beberkan Tanda-Tanda Koalisi Prabowo-Sandi Bakal Bubar

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 10 Juni 2019
Pengamat Beberkan Tanda-Tanda Koalisi Prabowo-Sandi Bakal Bubar

Direktur Indopolling Network Wempy Hadir memberikan keterangan terkait hasil survei Pilpres 2019 (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat politik, Wempy Hadir membeberkan dampak buruk jika koalisi yang sudah terbentuk bubar di tengah jalan.

Salah satunya akan terjadi penuruanan kekuatan dukungan baik pada koalisi 01 maupun 02. Ia memprediksi, yang berpotensi besar untuk bubar adalah koalisi Prabowo-Sandi.

"Hal ini kita bisa berkaca pada pemilu 2014 yang lalu. Pada saat itu Golkar, PAN dan PPP keluar dari Koalisi Merah Putih Prabowo-Hatta dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat Jokowi-JK," kata Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (10/6).

BACA JUGA: Usulkan Koalisi Dibubarkan, Partai Demokrat Mengada-ada

Direktur Indo Polling Network ini melihat bahwa hal yang sama akan terjadi pada pilpes 2019 ini. Koalisi adil makmur Prabowo-Sandiaga Uno akan bubar setelah ada keputusan MK.

"Potensinya bubarnya sangat besar kalau kita melihat komunikasi politik yang telah dilakukan oleh partai pendukung Prabowo-Sandi," jelas Wempy.

Misalnya saja bagaimana komunikasi politik yang dilakukan oleh ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Agus Harimurti Yudhoyono selaku ketua Kogasma Partai Demokrat.

Pertemuan petinggi PAN dan ketua Kogasma Partai Demokrat dengan Jokowi bisa menjadi sinyal bahwa mereka tidak akan bertahan lama dengan koalisi adil makmur.

Cuitan Rachland Nashidik soal bubarkan koalisi capres
Rangkaian cuitan kader Demokrat Rachland Nashidik terkait pembubaran koalisi capres (Foto: Screenshot twitter/Rachland Nashidik)

"Tinggal menunggu momen yang tepat untuk meninggalkan koalisi. Jadi kita tunggu saja momen tersebut. Tentu bubarnya koalisi tersebut akan memberikan pukulan yang telak karena dapat melemahnya kekuatan koalisi. Dengan demikian, maka pengaruhnya tidak signifikan lagi," terang Wempy.

Meski begitu, Wempy menganggap, apa yang disampaikan oleh beberapa politikus Demokrat itu terlalu berlebihan. Sebab proses pemilihan presiden belum selesai karena BPN Prabowo-Sando masih melakukan gugatan ke MK.

"Saya melihat bahwa seolah-olah kader partai Demokrat sedang membuat sensasi agar mendapat perhatian publik. Padahal hal tersebut sangat kontra produktif. Jadi sangat tidak elok wacana membubarkan koalisi ditengah proses akhir pilpres sedang dalam proses hukum," terang Wempy.

BACA JUGA: Wasekjen Demokrat Minta Koalisi Dua Capres Dibubarkan, Habiburokhman: Ngerti Hukum Gak?

Demokrat sebagai salah satu partai pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno mesti menunjukan loyalitasnya kepada pasangan 02 hingga akhir. Atau kalau memang berniat untuk keluar dari koalisi, mesti dinyatakan secara tegas. Jangan bermain di area abu-abu.

"Seolah masih bermain dua kaki antara masih dikubu 02 dan bermain mata dengan kubu 01 yang menjadi pemenang pilpres. Ini adalah penilaian publik," jelas Wempy.

Wacana yang dilakukan oleh Demokrat tentu melihat realitas politik yang menunjukan bahwa koalisi yang terjadi tidak membawa positif terutama koalisi 02.

"Sebab mereka tidak mendapatkan kekuasaan," tutup dia. (Knu)

#Koalisi Pilpres #Partai Demokrat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Usai Pindah Dari Golkar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPD Partai Demokrat
Munafri menggantikan Ni'matullah Erbe yang telah memimpin Partai Demokrat Sulawesi Selatan selama dua periode.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Usai Pindah Dari Golkar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPD Partai Demokrat
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Olahraga
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
PBV Paja One menjadi juara AHY Cup 2026 di Jakarta Timur. AHY mendorong kompetisi voli ini berlanjut sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet muda.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
Indonesia
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan kepada pengurus di tingkat atas tidak pernah diwujudkan dalam bentuk dukungan nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Indonesia
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Tak ada hasutan, AHY hanya menjelaskan peran partai politik dalam sistem demokrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Indonesia
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Partai Demokrat ikut mempertanyakan posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Indonesia
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Indonesia
Demokrat Tolak Usulan KPK, Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Urusan Internal
Demokrat menolak usulan KPK terkait masa jabatan ketum parpol. Demokrat menilai, kebijakan itu merupakan urusan internal partai.
Soffi Amira - Jumat, 24 April 2026
Demokrat Tolak Usulan KPK, Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Urusan Internal
Indonesia
Partai Demokrat Salurkan Bantuan untuk Kelompok Prasejahtera di Momen Paskah, Diharapkan Meringankan Beban di Tengah Gejolak Kebutuhan
Partai Demokrat melakukan kegiatan sosial dengan penyaluran sembako di Gereja Katolik Santo Andreas, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu (12/4).
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Partai Demokrat Salurkan Bantuan untuk Kelompok Prasejahtera di Momen Paskah, Diharapkan Meringankan Beban di Tengah Gejolak Kebutuhan
Bagikan