Ramadan 2021

Pengalaman Pelajar Indonesia di Turki Berpuasa di Saat Pandemi

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 04 Mei 2021
Pengalaman Pelajar Indonesia di Turki Berpuasa di Saat Pandemi

Pelajar Indonesia melihat masjid di Turki. (Foto: Dok. Turknesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MINAT pelajar dari Indonesia untuk menimba ilmu di negeri EuroAsia, Turki, tak surut meski dihadang pandemi. Tentu saja semua kegiatan dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan yang berlaku di negara tersebut. Prosedur belajar yang berubah drastis menjadi serba daring, tidak menghalangi semangat mereka untuk belajar dan mendalami budaya Turki melalui orang-orang sekitar.

Egis Putra Habsyi bersama Mayra Najmifajri Safira, Shafanida Mardhani, dan Fakhri Ziyad Mubarok berangkat ke Turki bertepatan dengan aturan lockdown yang diberlakukan secara ketat. Akibatnya kegiatan sosial di antara para pelajar Indonesia di Turki beserta interaksi dengan warga setempat pun sangat dibatasi.

Baca juga:

Hal-Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Sekolah di Luar Negeri

turknesia
Momen pelajar Indonesia berbuka puasa bersama. (Foto: Dok. Turknesia)

Interaksi yang dibatasi protokol kesehatan dengan sesama pelajar baik dari Indonesia, Turki, mau pun negara lain membuat mereka memanfaatkan teknologi video call atau zoom dengan sebaik mungkin. Namun kegiatan sehari-hari tetap berjalan kondusif dan menyenangkan meskipun masih di dalam kondisi social distancing.

"Turki sudah menjadi impian saya sejak lama, dan kini saya telah berada di negeri impian untuk melanjutkan kuliah di jurusan favorit saya," ujar Egis Putra Habsyi mahasiswa International Trade and Logistics di Kahramanmaras University.

Banyak pengalaman berharga yang didapatkan oleh Egis beserta rekannya yang lain saat pertama menjalankan puasa jauh dari keluarga. Mereka berbagi kisah melalui Instagram Live "Turknesian Talks" yang diselenggarakan di akun @turknesia.

"Selama puasa di sini sekarang tarawih hanya bisa di rumah saja, karena di Turki sendiri Masjid enggak dibuka untuk tarawih tapi untuk Shalat Jumat masih bisa," ujar Egis saat membuka cerita pengalaman pertamanya puasa di Turki melalui Instagram Live.

Egis juga bercerita untuk makanan takjil dan iftar seringkali orang-orang sekitar memberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk ramah tamah. Tak jarang, orang Indonesia yang menikah dengan orang Turki dan menetap di sana pun sering memberikan makanan untuk berbuka karena rasa persaudaraan yang begitu erat.

Baca Juga:

Mengerjakan Skripsi di Masa Pandemi Enggak Melulu Negatif

turknesia
Menu berbuka puasa yang harus disiapkan sendiri. (Foto: Dok. Turknesia)

"Untuk masak kita biasa mengikuti menu sehari-hari yang ada di instagram dan di artikel-artikel itu memang sangat berguna lho. Kita belajar bikin rendang, ayam bakar, lihat dari sana resepnya. Ketika dipraktikan, awalnya ragu dengan rasanya, tetapi seiring berjalannya waktu rasanya semakin enak karena sudah terbiasa masak," lanjutnya.

Turki termasuk ke dalam daftar negara dengan waktu berpuasa lebih lama. Dengan suhu udara yang mulai semakin panas, para pelajar Indonesia harus berpuasa selama 17 jam. Mereka mulai sahur pukul 03.30 pagi dan berbuka puasa pada pukul 20.30 malam.

"Kondisi lockdown ini jadi kalau mau berbuka puasa bersama teman ya susah. Pada jauh juga rumah teman-teman, kendaraan jarang, jadi ya sepi," ungkap Shafa, yang jadi mahasiswi Social Science Education di Erciyes University.

Di puasa minggu pertama Shafa bersama teman-teman satu rumahnya harus menjalani isolasi mandiri karena salah satu temannya ternyata terpapar COVIDid-19 setelah melalui swab di rumah sakit dibantu oleh tim Turknesia. "Kita jadi lebih aktif ngobrol di grup WA rumah saja karena mau keluar kamar pun takut dan harus tetap menggunakan masker meskipun di rumah saja. Kita saling jaga diri sih," lanjutnya.

Baca Juga:

Gaya ke Kampus Enggak Ribet, Begini Cara Simpelnya

turknesia
Pelajar-pelajar Indonesia yang tengah menyelesaikan studinya di turki. (Foto: Dok. Turknesia)

"Di kota Ankara alhamdulillah ada organisasi pelajar internasional jadi volunteer-volunteer di sana pun memberikan kita iftar buka puasa. Isinya biasanya ada nasinya sebagai makanan pokok, ada dagingnya juga seperti daging sapi, daging ayam, dan juga ada corba. Corba itu semacam sup khas Turki," jelas Mayra yang kuliah di International Relations di Ankara Yildirim University.

Ia juga bercerita bahwa dirinya tergabung di organisasi PPI Ankara sebagai desainer grafis sehingga banyak kegiatan untuk mengisi waktu selama bulan puasa. Perbedaan signifikan yang ia rasakan sendiri selama menjalankan puasa pertama di negeri yang jauh dari keluarga adalah suasana bulan Ramadhan.

"Kalau di Indonesia mungkin teman-teman sekalian bisa sambil ngabuburit, terus beli takjil disuruh sama ayah ibunya ke depan rumah. Kalau di sini enggak ada jadi mau enggak mau ya bikin sendiri," lanjutnya.

Turknesia Edu Foundation merupakan lembaga non-profit yang berdiri sejak tahun 2017 dan bergerak di bidang persiapan bagi pelajar Indonesia yang akan melanjutkan studi di Turki pada jenjang S1 dan S2. Turknesia memberikan jaminan keamanan dan kesehatan pelajar Indonesia di Turki dengan program yang terencana dan tata kelola terbaik.

Turknesia memberikan support penuh kepada para pelajar Indonesia agar senantiasa merasa nyaman meskipun sedang berada jauh dari keluarga. Turknesia juga merupakan satu-satunya lembaga di Indonesia yang memberikan pendampingan kesehatan selama 24 jam dengan melalui pengawasan dokter agar kesehatan para pelajar Indonesia senantiasa terpantau. (mar)

Baca juga:

'Learn! Korean with BTS' Kini Sampai ke Mesir dan AS

#Kuliah #Kuliah Online
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Indonesia
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Data menunjukkan ketimpangan yang nyata antara performa kampus dan kondisi makro ketenagakerjaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 April 2026
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah tak Gegabah Tutup Prodi, Harus Ada Kajian Mendalam
Komisi X DPR menyoroti soal penutupan prodi. Pemerintah diminta untuk tidak gegabah dan melakukan kajian mendalam.
Soffi Amira - Rabu, 29 April 2026
DPR Ingatkan Pemerintah tak Gegabah Tutup Prodi, Harus Ada Kajian Mendalam
Indonesia
Penutupan Prodi Jadi Opsi Terakhir, Kemdiktisaintek Fokus Tingkatkan Kualitas Kampus
Kemdiktisaintek menyebutkan, bahwa penutupan prodi hanya opsi terakhir. Kini, pihaknya fokus meningkatkan kualitas kampus.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Penutupan Prodi Jadi Opsi Terakhir, Kemdiktisaintek Fokus Tingkatkan Kualitas Kampus
Indonesia
Praktik Joki Masih Terjadi di Tes UTBK-SNBT 2026 Masuk Kampus Negeri Hari Pertama
“Sejauh ini terdapat dua skema kecurangan yang sudah ditemukan, seperti perjokian dan penggunaan alat bantu,” kata Ketua Umum Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok
Wisnu Cipto - Selasa, 21 April 2026
Praktik Joki Masih Terjadi di Tes UTBK-SNBT 2026 Masuk Kampus Negeri Hari Pertama
Indonesia
TKA Jadi Penentu Nasib Kelulusan SNBP 2026, Nilai Rapor Saja Enggak Cukup
Eduart menjelaskan bahwa seluruh perguruan tinggi negeri menerima data nilai TKA para pendaftar sebagai rujukan tambahan. Meski demikian, nilai tersebut bukan menjadi penentu tunggal kelulusan dalam jalur SNBP
Angga Yudha Pratama - Selasa, 31 Maret 2026
TKA Jadi Penentu Nasib Kelulusan SNBP 2026, Nilai Rapor Saja Enggak Cukup
Indonesia
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Persoalan mengenai biaya kuliah dan beasiswa itu menjadi topik yang turut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan 1.200 guru besar
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Indonesia
3 Mahasiswa KKN UIN Semarang Hanyut dan Meninggal di Sungai Jolinggo Kendal
Rektor UIN Semarang menyampaikan rasa duka yang mendalam dan komitmen penuh universitas dalam penanganan musibah ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 November 2025
3 Mahasiswa KKN UIN Semarang Hanyut dan Meninggal di Sungai Jolinggo Kendal
Indonesia
Kuota Beasiswa Internasional Bakal Naik, Perluas Kerja Sama Kampus Indonesia Dengan Luar Negeri
kerja sama antarnegara di bidang pendidikan tinggi merupakan bagian dari kontribusi Indonesia terhadap pembangunan global yang inklusif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 November 2025
Kuota Beasiswa Internasional Bakal Naik, Perluas Kerja Sama Kampus Indonesia Dengan Luar Negeri
Indonesia
Bukan Cuma Kuliah, ITPLN dan APERTI Ingin Dorong Mahasiswa Jadi Inovator
ITPLN dan APERTI menggelar kuliah bersama. Kolaborasi perguruan tinggi sangat penting dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.
Soffi Amira - Jumat, 29 Agustus 2025
Bukan Cuma Kuliah, ITPLN dan APERTI Ingin Dorong Mahasiswa Jadi Inovator
Indonesia
Lokasi KKN saat Kuliah di UGM Dipertanyakan, Jokowi: Silakan Dicek Saja
Lokasi KKN di UGM kini dipertanyakan, Jokowi mempersilakan untuk dicek saja. Kini, banyak pihak yang mempersoalkan hal tersebut.
Soffi Amira - Sabtu, 14 Juni 2025
Lokasi KKN saat Kuliah di UGM Dipertanyakan, Jokowi: Silakan Dicek Saja
Bagikan