Pengakuan Seorang Dokter yang Belasan Kali Mencoba Bunuh Diri

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 28 Agustus 2017
Pengakuan Seorang Dokter yang Belasan Kali Mencoba Bunuh Diri

Hansen, Dokter lulusan UGM yang berkali-kali ingin bunuh diri. (MerahPutih.com/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fenomena bunuh diri pada masyarakat Indonesia mulai meningkat. Mirisnya pelaku bunuh diri kini mulai berani menyiarkan prosesnya melalui social media.

Psikolog Klinis UGM Sumarni mengatakan beragam faktor bisa membuat seseorang memutuskan mengakhiri nyawanya. Misalnya tekanan dari keluarga, pekerjaan, kisah asmara, kesulitan ekonomi dan budaya.

Salah seorang dokter muda lulusan UGM yang pernah mencoba bunuh diri, Hansen mengungkapkan kisahnya bisa sembuh dari keinginannya mengakhiri hidup.

Keinginan bunuh diri muncul di periode dia berusia 20-22 tahun. Hansen mengaku merasa frustasi karena tuntutan sang ayah yang ingin agar dirinya selalu berprestasi menjadi yang pertama. Sang ayah, menurutnya tak pernah puas dengan prestasi yang sudah diraihnya dan sering menyalahkan dirinya.

“Papa maunya saya selalu juara satu. Tapi saya gak bisa selalu memuaskan keinginannya. Papa sering membandingkan diri saya dengan saudara lainnya yang berprestasi. Akhirnya saya merasa diri tidak berguna. Tidak bisa membahagiakan orang tua dan hanya menyusahkan orangtua saja,” tutur Hansen usai mengikuti Talkshow Fenomena Bunuh Diri, Aspek Psikiatri dan Psikologi di Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta.

Hansen mengaku pernah belasan kali mencoba bunuh diri. Yaitu menusuk diri, menjerat leher dengan kain dan melompat dari lantai atas rumah.

Dalam pikirannya saat itu adalah kedua orangt uanya tidak akan terbebani lagi jika ia mati. Ia pun mengumpulkan niat dan memikirkan cara bunuh diri yang bisa dilihat kedua orangtuanya. Tujuannya supaya kedua orangtuanya bahagia. Ia akhirnya memutuskan untuk menusukkan pisau ke jantung di depan Orangtua.

“Saya dulu berfikir kalau saya mati dengan menusuk diri di depan orang tua, beban mereka akan hilang. Mereka bahagia. Tujuan saya tercapai. Ternyata saya salah. Mama saya malah sedih dan terpuruk melihat saya mau bunuh diri. Saya akhirnya tak pernah berfikir bunuh diri lagi," kata pria yang kini tengah koas di sebuah rumah sakit swasta ini.

Di titik tersebut Hansen sadar tindakan bunuh diri tidak menyelesaikan masalah dan malah membuat orang tuanya tidak bahagia. Lantas, ia pun mencoba menyembuhkan keinginan bunuh diri dengan cara traveling.

Hansen memutuskan pergi ke kota lain tanpa membawa uang dan hartanya sepersen pun. Untuk bisa menyambung hidup dia harus minta-minta di jalan, ngamen atau mengais sisa makanan.

Ia akhirnya sadar bahwa hidupnya jauh lebih beruntung karena bergelimang harta dan tidak pernah kekurangan satu apapun. Selama traveling, ia punya pandangan baru soal arti hidup dari pengalaman hidup orang-orang yang dia temui selama perjalanannya.

"Di situ saya sadar kalau hidup saya indah dan tak pernah kekurangan ataupun susah seperti orang-orang tidak mampu. Akhirnya saya tidak pernah berfikir untuk bunuh diri lagi. Sekarang saya mencoba mendedikasikan hidup saya untuk menolong orang lain," jelas Hansen.

Kini, Hansen menghabiskan waktunya sebagai motivator untuk menyemangati para remaja bangkit dari keterpurukan dan masalah hidup serta menjauhi niat bunuh diri. Ia mendorong anak muda untuk peka mencegah temannya agar tidak bunuh diri. (*/vicka)

#Bunuh Diri
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan