Pengadaan Toa Peringatan Banjir, Anies Akui Kemakan Promosi Perusahaan Jepang

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 07 Agustus 2020
Pengadaan Toa Peringatan Banjir, Anies Akui Kemakan Promosi Perusahaan Jepang

Ilustrasi. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru menyadari pengeras suara atau toa peringatan banjir di ibu kota tidak berjalan efektif. Toa banjir bukan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) seperti yang diagung-agungkan saat musim banjir lalu.

Saat musim banjir awal tahun 2020 ini, Pemprov DKI menggelontorkan Rp4 miliar untuk pengadaan toa tersebut.

Baca Juga:

Anak Buah Anies Ingin Pinjam Rp 5,3 Triliun ke Pemerintah Pusat Kendalikan Banjir Jakarta

"Ini bukan early warning system, ini toa. Kalau early warning system itu begini, kejadian air di Katulampa sekian, lalu dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, MRT, Satpol PP, seluruhnya itu tahu wilayah mana yang punya risiko. Jadi, sebelum kejadian kita sudah siap," ucap Anies dalam rapat virtual YouTube resmi Pemprov DKI, Jumat (7/8).

Meskipun pengeras suara itu sudah dipasang di 15 kelurahan rawan banjir, namun orang nomor satu di Jaakrta itu merasa selama ini proses penanggulangan banjir DKI masih selalu gagap.

"Hari ini, kalau kejadian, seakan-akan ini banjir pertama. Kita menanganinya malah ad hoc. Padahal, tanah ini sudah puluhan tahun kena banjir," papar dia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

Anies menuturkan, pengadaan toa banjir yang sudah dipasang menunjukkan bahwa DKI hanya termakan promosi dari perusahaan Jepang.

"Ini (toa) adalah cara promosi (Jepang) paling bagus, hibah dulu habis itu pengadaan dan strategi mereka sukses. Lalu kita belanja terus ke Jepang," ujarnya.

Toa yang dipasang di Jepang, papar Anies memang cukup efektif lantaran bencana alam yang sering melanda Jepang adalah tsunami. Sebab, begitu ada tanda gempa, peringatan akan terjadinya tsunami harus segera diumumkan.

Baca Juga:

Sederet Program Penanganan Banjir dari Uang Pinjaman Pemerintah Pusat Rp 5,2 Triliun

Beda dengan Jakarta. Masalah banjir, kata Anies, bisa diprediksi dari keadaan aliran air di hulu yakni Bogor, Jawa Barat.

"Kalau bendungan Katulampa sampai Jakarta berapa jam? Bisa diberi tahu pakai apa? Segala macam bisa. Perlu pengadaan? Enggak perlu," kata Anies.

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI untuk tak lagi menggelontorkan anggaran untuk pengadaan toa banjir.

"Jangan diteruskan belanja (toa) ini. Toa ini sudah terlanjur ada, ya sudah dipakai. Tapi, tidak usah ditambah. lalu bangunnya sistem, jangan bangun toa seperti ini," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Atasi Banjir di Jakarta, Pemprov Kerjakan Sodetan Kali Ciliwung

#Anies Baswedan #Banjir Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Target 170 bangunan, namun warga masih enggan pindah ke rusun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Indonesia
Selasa Malam, Jalan Kembangan Raya dan 7 RT Masih Dikepung Banjir
Banjir yang melanda Jakarta sejak Senin (4/5) malam belum sepenuhnya surut hingga Selasa (5/5) malam.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Selasa Malam, Jalan Kembangan Raya dan 7 RT Masih Dikepung Banjir
Indonesia
Ratusan RT Jakarta Dikepung Banjir, Gubernur Pramono Tunjuk Biang Keroknya Ada 2
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin (4/5) malam menyebabkan ratusan Rukun Tetangga (RT) dan sejumlah ruas jalan tergenang banjir pada Selasa (5/5) pagi.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Ratusan RT Jakarta Dikepung Banjir, Gubernur Pramono Tunjuk Biang Keroknya Ada 2
Indonesia
Banjir di Puri Kembangan Bikin Emosi, Pengendara Adu Mulut Hingga Cekcok Akibat Macet Parah dan Jalan Tol Ditutup
Ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa membuat banyak pengendara motor nekat berakhir dengan mesin mati
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Banjir di Puri Kembangan Bikin Emosi, Pengendara Adu Mulut Hingga Cekcok Akibat Macet Parah dan Jalan Tol Ditutup
Indonesia
Banjir di Jakarta Mulai Surut, Tersisa 80 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang Air
Banjir di Jakarta mulai surut pada Selasa (5/5) siang. Kini, hanya 80 RT yang masih terendam dan tiga ruas jalan tergenang.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Banjir di Jakarta Mulai Surut, Tersisa 80 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang Air
Indonesia
Update Banjir Jakarta 5 Mei 2026: 115 RT Masih Terendam, Ketinggian Air Capai 240 Cm
Sebanyak 115 RT di Jakarta masih terendam banjir hingga Selass (5/5) pagi. Hal itu diakibatkan hujan deras pada Senin (4/5).
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Update Banjir Jakarta 5 Mei 2026: 115 RT Masih Terendam, Ketinggian Air Capai 240 Cm
Indonesia
Malam Ini 55 Rukun Tetangga dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Banjir tersebut berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026
Malam Ini  55 Rukun Tetangga  dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Indonesia
Banjir Jakarta Meluas: 31 RT Terendam, Pondok Aren Tangsel Ikut Tergenang
Hujan deras picu banjir di Jabodetabek. Sebanyak 31 RT di Jakarta terendam dengan ketinggian air hingga 130 cm, Tangsel juga terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Banjir Jakarta Meluas: 31 RT Terendam, Pondok Aren Tangsel Ikut Tergenang
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Bagikan