Pengacara Mochammad Basuki Bantah Kliennya Ditangkap KPK
Penyegelan ruangan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Mochammad Basuki, oleh KPK. (MP/Budi Lentera)
Pengacara Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Mochammad Basuki, M Soleh membantah isu yang menyebutkan kliennya itu ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga menyebabkan penyegelan ruang kerja di Surabaya, Jawa Timur, Senin (5/6) siang tadi.
"Pak Basuki tidak ditangkap KPK, bahkan 17.30 WIB tadi saya dihubungi dan diminta menjadi pengacara istrinya yang informasinya akan diperiksa Polda Jatim," kata Soleh ketika ditemui di rumah Mochammad Basuki di Surabaya, Senin (5/6) malam.
Meski berada di rumah kliennya sejak usai berbuka puasa, namun pengacara muda tersebut memastikan istri Basuki batal dimintai keterangan di Polda Jatim.
Terhadap keterlibatan kliennya, Soleh juga belum bisa memastikan meski ruang kerjanya di DPRD Jatim Jalan Indrapura Surabaya dipasang garis KPK bersama ruang stafnya.
"Saya juga belum tahu pasti, mengapa ruang kerja beliau disegel. Tapi itu kewenangan KPK untuk menjawab," ucap pengacara yang juga kader Partai Gerindra tersebut.
Kendati demikian, ia tak membantah jika menerima informasi terdapat lima orang yang ditangkap KPK pada operasi tangkap tangan (OTT), yaitu seorang legislator DPRD Jatim, seorang pejabat SKPD Jatim, dan tiga staf dari kesekretariatan Dewan DPRD Jatim.
Sementara itu, di kediaman Basuki di kawasan Putat Gede Baru Surabaya, terlihat dua petugas dari Brimob bersenjata laras panjang berjaga di teras rumah yang pagarnya tertutup rapat.
Diinformasikan salah seorang keluarga Basuki, Hasonangan Hutabarat, terdapat sejumlah petugas KPK yang masih berada di dalam kediaman Basuki, namun belum diketahui pasti apa yang dilakukan.
"Ada petugas di dalam. Saya belum tahu sampai kapannya, dan besok saya kembali ke sini lagi," katanya.
Sebelumnya, petugas KPK menyegel ruang Ketua Komisi B DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya hari ini.
Sejumlah petugas KPK memasuki ruangan sejak pukul 14.00 WIB, termasuk memasuki ruang staf komisi, lalu setengah jam kemudian mereka keluar membawa banyak berkas, serta menyegel dua ruangan tersebut.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
KPK: Keterangan Eks Menpora Dito Perkuat Dugaan Korupsi Kuota Haji
Diperiksa KPK soal Kuota Haji, Eks Menpora Dito Ungkap Isi Pertemuan di Arab Saudi saat Dampingi Jokowi
Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK, Akui Ikut Rombongan Jokowi ke Arab Saudi
KPK Restui Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat, DPR Sebut Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat
Mantan Menpora Dito Dipanggil KPK di Kasus Kuota Haji
KPK Ungkap Sudewo sudah Dibidik Sejak 2025, sebelum OTT di Pati
KPK Telusuri Keterlibatan Anggota Komisi V DPR Lain dalam Kasus Suap Proyek DJKA Kemenhub
KPK Geledah Rumah Orang Kepercayaan Wali Kota Madiun, Bawa Duit dan Bukti Elektronik
Kejagung Obrak-abrik Money Changer di Mal Mewah, Temukan Jejak 'Uang Panas' Dugaan Korupsi Ekspor POME
Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK, Gerindra Proses Status Keanggotaan