Parenting

Peneliti Ungkap Mainan Terbaik untuk Anak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Desember 2021
Peneliti Ungkap Mainan Terbaik untuk Anak

Mainan untuk pendidikan anak mungkin tidak selalu rumit dan lebih sederhana dari yang kamu kira. (Foto: freepik/jcomp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGAI orangtua, mencoba menemukan mainan 'terbaik' untuk anak-anakmu di antara banyak pilihan yang tersedia secara daring dan di toko-toko bisa jadi sangat melelahkan. Begitu banyak mainan yang dipasarkan sebagai edu toys atau bermanfaat dalam beberapa hal untuk perkembangan anak.

Tetapi bagaimana orangtua tahu apakah klaim ini benar? Bagaimana orangtua menentukan mainan mana yang benar-benar mendorong perkembangan, atau mainan mana yang akan menarik perhatian anak selama lebih dari lima menit?

Baca juga:

Ibu Muda Tak Perlu Selalu Mengikuti Saran Positif Ini dalam 'Parenting'

Peneliti Ungkap Mainan Terbaik untuk Anak
Para peneliti menentukan mainan mana yang berkualitas dan mengidentifikasi tiga kualitas utama. (Foto: iStockphoto/Meredith Heil)

Untungnya, penelitian dapat memberikan beberapa panduan. Para peneliti di Eastern Connecticut State University telah menghabiskan lebih dari satu dekade mempelajari bagaimana anak-anak prasekolah bermain dengan lebih dari 100 mainan.

Penelitian yang disebut Toys that Inspire Mindful Play And Nurture Imagination (TIMPANI) ini meneliti bagaimana mainan mempertahankan perhatian anak dan memungkinkan anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, keterampilan sosial, dan bahasa.

Penelitian ini melibatkan 60 anak dari usia 3 sampai 4 tahun di ruang kelas prasekolah yang khas. Para peneliti mengkode kualitas permainan anak-anak dengan berbagai jenis mainan. Dari pengamatan ini, para peneliti dapat menentukan mainan mana yang paling berkualitas tinggi dan mengidentifikasi tiga kualitas utama yang dimiliki mainan. Tiga kualitas tersebut yaitu:

Sederhana

Semakin sederhana sebuah mainan, semakin banyak anak harus menggunakan imajinasi dan kemampuan memecahkan masalah untuk menentukan cara memainkannya. Misalnya, balok kayu sederhana dapat digunakan untuk berbagai tujuan permainan, sementara telepon mainan hanya dapat digunakan untuk satu cara.

Terbuka

Mainan terbuka adalah mainan yang dapat digunakan dengan berbagai cara dan tidak menyarankan kepada anak-anak bagaimana cara menggunakannya. Contoh yang baik dari mainan terbuka termasuk mainan set dapur, figurine, balok, dan kereta mainan atau mobil.

Jenis mainan ini menginspirasi anak-anak untuk lebih kreatif dan fleksibel serta bermain dengan cara yang berbeda. Mereka juga cenderung menahan perhatian anak-anak untuk waktu yang lebih lama.

Non-realistis

Mainan non-realistis adalah mainan yang tidak hanya seperti sesuatu di dunia nyata. Jenis mainan ini menginspirasi lebih banyak kreativitas dan pemecahan masalah pada anak-anak. Mainan ini juga mengajak anak-anak untuk melakukan percakapan dengan orang lain tentang apa benda itu dan kegunaannya.

Misalnya, boneka binatang unicorn dapat merangsang lebih banyak percakapan tentang apa yang bisa dilakukan unicorn dan lebih banyak kreativitas dalam bermain daripada boneka binatang kuda.

Baca juga:

Saatnya Tinggalkan Gawai, Ini Tren Mainan Anak di 2022

Peneliti Ungkap Mainan Terbaik untuk Anak
Begitu banyak mainan yang dipasarkan sebagai 'edu toys' atau bermanfaat untuk tumbuh kembang. (Foto: freepik/master1305)

Para peneliti juga mengidentifikasi dua jenis mainan yang tampaknya paling kuat terkait dengan permainan berkualitas tinggi. Yang pertama adalah balok susun, Contohnya, termasuk LEGO, balok kayu, ubin magnet, dll. Balok susun tampaknya menginspirasi permainan yang paling kreatif dan paling baik jika dibuat terbuka (tidak dirancang untuk membuat produk tertentu) dan memiliki cukup banyak potongan untuk dibuat banyak struktur yang berbeda.

Kedua adalah miniatur. Contohnya termasuk orang-orangan, hewan, atau kendaraan. Jenis mainan ini mendorong anak-anak untuk terlibat dalam permainan pura-pura dan permainan kooperatif dengan orang lain.

Para peneliti juga mengidentifikasi 10 mainan khusus yang tampaknya menginspirasi permainan paling berkualitas tinggi: mobil mainan, kereta api, truk, set kereta kayu, lukisan kuda-kuda, ubin magnetik, patung-patung hewan, tinkertoys, Duplo, mesin kasir mainan, blok berbentuk botol magnetik, dan figurine.

Jenis mainan yang kamu belikan untuk anak yang sangat penting dan mainan "pendidikan" mungkin lebih sederhana dari yang kamu kira. (aru)

Baca juga:

Kalimat Sederhana Mampu Tumbuhkan Karakter Positif pada Anak

#Parenting #Anak #Mainan Anak-Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan