Peneliti Tiongkok Kembangkan AI yang Bisa Gantikan Peran Jaksa

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 18 Januari 2022
Peneliti Tiongkok Kembangkan AI yang Bisa Gantikan Peran Jaksa

Peneliti Tiongkok kembangkan AI yang bisa gantikan peran Jaksa (Foto: pixabay/succo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJUMLAH peneliti di Tiongkok mengklaim tengah mengembangkan AI canggih, yang dilaporkan bisa mengidentifikasi kejahatan dan mengajukan tuntutan pada mereka yang dicurigai melakukannya.

Tak dipungkiri bahwa kemajuan dalam teknologi kecerdasan buatan semakin maju, serta dibuat dengan kecepatan sangat tinggi, hingga banyak orang beranggapan bahwa suatu hari akan kehilangan pekerjaan dengan mesin yang tidak kenal lelah.

Baca Juga:

Tempat Tidur Pintar dengan Teknologi AI, Bikin Si Kecil Lebih Nyenyak

Namun, pernahkah kamu bayangkan bila Jaksa akan merasa pekerjaannya terancam oleh mesin dengan teknologi AI dalam waktu dekat? Hal itu terjawab oleh peneliti asal Tiongkok. Peneliti tersebut kabarnya tengah mengembangkan sistem AI yang bisa menggantikan tugas Jaksa dan mengajukan tuntutan dengan akurasi lebih dari 97%, berdasarkan deskripsi kasus dugaan pidana.

Peneliti asal Tiongkok kabarnya tengah mengembangkan sistem AI yang bisa menggantikan tugas Jaksa (Foto: pixabay/averyanovphoto)

Kecerdasan Buatan atau AI kontroversial tersebut, dikembangkan oleh tim peneliti dan dipimpin oleh Profesor Shi Yong, direktur laboratorium manajemen data dan pengetahuan besar Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Mereka mengklaim, bahwa mesin dengan teknologi AI tersebut, bisa menentukan kejahatan serta mengajukan tuntutan berdasarkan deskripsi verbal tentang apa yang terjadi. Dengan kata lain, bisa menggantikan peran jaksa dalam proses pengambilan keputusan hingga batas tertentu.

Untuk membuat program AI ke tingkat dimana bisa mengajukan tuntutan dengan akurasi yang mengesankan, sejumlah peneliti menghabiskan waktu sekitar lima tahun, yakni dari 2015 hingga 2020 untuk melatihnya menggunakan lebih dari 17.000 kasus kriminal yang berbeda.

Baca Juga:

Vutura Luncurkan Platform Chatbot Berteknologi AI, Cocok Bagi Pebisnis

Teknologi AI yang namanya masih dirahasiakan itu, dilaporkan bisa mendakwa tersangka menggunakan 1.000 'sifat' berbeda yang berasal dari dokumentasi kasus yang dideskripsikan oleh manusia.

Kecerdasan Buatan atau AI bisa digunakan untuk mendakwa tersangka, dengan beberapa kejahatan paling umum (Foto: pixabay/sujins)

Menurut laporan South China Morning Post, program AI canggih itu bisa digunakan untuk mendakwa tersangka, dengan beberapa kejahatan paling umum. Seperti halnya penipuan, pencurian, perjudian ilegal, dan masih banyak lagi.

Nantinya, tim peneliti berharap bahwa AI bisa digunakan untuk menyelesaikan tugas yang lebih kompleks, seperti mengenali kejahatan yang tidak biasa, dan mengajukan banyak tuntutan terhadap satu tersangka.

Kendati pencapaiannya cukup mengesakan, AI 'Jaksa' telah dianggap sebagai proyek kontroversial oleh para ahli dan masyarakat umum. Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah bias AI, yang memainkan peran besar dalam menentukan hasil dari berbagai hal.

Pakar hukum banyak yang mempertanyakan, bahwa siapa yang akan bertanggung jawab apabila AI melakukan kesalahan. Terlepas dari akurasi pengisian 97 persen yang mengesankan, selalu ada risiko kesalahan, dan tidak ada yang benar-benar tahu siapa yang akan disalahkan. (Ryn)

Baca Juga:

Teknologi AI Bisa Deteksi COVID-19 Hanya dengan Mendengarkan Suara Batuk

#Artificial Intelligence #Kecerdasan Buatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Canva mencatat, 98 persen profesional Indonesia telah memanfaatkan AI dalam berbagai tahapan pembuatan presentasi.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Dunia
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Paus telah mengidentifikasi AI sebagai salah satu tantangan terbesar bagi umat manusia hanya dalam kurun waktu beberapa hari setelah terpilih.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Berita
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna pada 22 September 2026. Keduanya membawa peningkatan efisiensi, pemrograman, alignment, dan biaya API.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Dunia
Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan
Washington dan Beijing untuk bekerja sama membentuk kesepakatan internasional yang serupa dengan perjanjian non-proliferasi nuklir
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan
Tekno
OpenAI Hentikan GPT-5.5 di ChatGPT dan Codex, Pengguna Cuma Punya Waktu hingga 14 Oktober
OpenAI akan menghentikan GPT-5.5 dari ChatGPT dan Codex. Pengguna bisa melakukan migrasi sebelum 14 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
OpenAI Hentikan GPT-5.5 di ChatGPT dan Codex, Pengguna Cuma Punya Waktu hingga 14 Oktober
Indonesia
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Hypernet Techonologies meluncurkan TokenKu.ai. Platform ini bisa mengakses 120 model ai.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Fun
AI Makin Masuk ke Kehidupan Sehari-hari, IdeaFest 2026 Ajak Publik Memikirkan Kembali Peran Manusia
IdeaFest 2026 digelar 4–6 September di JICC Jakarta dengan tema 'Re:Humanize', menghadirkan 500+ pembicara dalam 160+ sesi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
AI Makin Masuk ke Kehidupan Sehari-hari, IdeaFest 2026 Ajak Publik Memikirkan Kembali Peran Manusia
Tekno
ChatGPT Down Parah Hari Ini, Tapi Halaman Status OpenAI Malah Bilang Aman
Bingung kenapa ChatGPT error hari ini dan tidak bisa digunakan? Lebih dari 35.000 pengguna melaporkan ChatGPT down di Downdetector. Cek fakta dan update terbarunya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
ChatGPT Down Parah Hari Ini, Tapi Halaman Status OpenAI Malah Bilang Aman
Bagikan