Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Peneliti IGJ: Jokowi akan Jauh dari Rakyat

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 28 Januari 2015
Peneliti IGJ: Jokowi akan Jauh dari Rakyat

Seorang mahasiswa mengenakan topeng Presiden Joko Widodo saat menggelar teatrikal "100 hari pemerintahan Jokowi-Jk" di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng mengatakan pemerintahan Jokowi-JK semakin jauh dari rakyat. Buktinya, kata dia, tercermin dalam APBNP 2015 yang diajukan pemerintah kepada DPR RI.

"Dalam APBN itu ada yang meningkat dan ada yang menurun," kata Salamuddin saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk '100 Hari Jokowi-JK, Pajak Melayang, cukai Mencekik, Kong Kalikong MoU freeport, Harga Minyak Ala Pasar, Penyertaan Subsidi di BUMN dan Hilangnya Kontrol Harga Sembako Meroket' di Warung Komando, Jakarta, Rabu (28/1).

Menurutnya,yang meningkat dari APBN yang diajukan kepada legislator itu adalah target penerimaan pajak, cukai, pungutan lainnya dan hutang dalam maupun luar negeri. Semua anggaran yang berkaitan dengan hajat hidup rakyat banyak.

Dalam RAPBN 2015 sendiri, pendapatan perpajakaan diperkirakan mencapai Rp 1,484 miliar lebih. Hal ini tentu meningkat 104 miliyar atau 7,6 persen lebih dibanding dengan target dalam APBN 2015. Kenaikan ini diharapkan bersumber dari peningkatan kegiatan di bidang pengawasan wajib pajak, pemeriksaan, penagihan, dan eksistensi wajib pajak baru. Peningkatan yang cukup besar, kata dia, adalah pendapatan cukai dalam RAPBN 2015 diperkirakan mencapai Rp 141 miliar atau naik 11,8 persen.

"Anehnya, pada saat pemerintahan berupaya memperluas wajib pajak, pada saat yang sama justru pemerintah memberi kemudahan kepada Freeport terkait bea keluar eksport dan kewajiban membangun smelter," katanya.

Padahal, undang-undang minerba dalam bentuk bea keluar yang tinggi merupakan upaya menaikkan penerimaan pajak dalam pembangunan smelter merupakan tonggak awal pembangunan industri nasional dalam rangka memperkuat pondasi ekonomi nasional itu sendiri. Tak cukup dengan pembiayaan dalam negeri, Salamuddin menyebutkan bahwa ternyata utang luar negeri juga akan ditumpuk.

"Pembayaran hutang dalam RAPBNP tahun 2015 ditargetkan Rp 291,3992,7 miliar atau naik sejumlah Rp 36,536,7 miliar jika dibandingkan dengan target APBN 2015 yang mencapai Rp 254,856,0 miliar," katanya. (Hur)

#100 Hari Jokowi-JK #Presiden Jokowi #Evaluasi 100 Hari Pemerintah Jokowi-JK #Aksi Massa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi yang menjadi lokasi aksi demonstrasi.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Indonesia
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Pengamanan difokuskan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan Silang Selatan Monas, Gedung MPR/DPR RI, hingga Bundaran HI.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Indonesia
Polisi Dilarang Kejar Pendemo jika Terjadi Ricuh, Penggunaan Gas Air Mata hanya Perintah dari Kapolda Metro
Anggota Polri diminta tidak bersikap agresif saat menghadapi masa.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Polisi Dilarang Kejar Pendemo jika Terjadi Ricuh, Penggunaan Gas Air Mata hanya Perintah dari Kapolda Metro
Indonesia
Demo di Jakarta Hari ini, 5.955 Personel Gabungan Berjaga dan Buka Opsi Tutup Jalan
Personel pengamanan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran polsek yang disiagakan.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Demo di Jakarta Hari ini, 5.955 Personel Gabungan Berjaga dan Buka Opsi Tutup Jalan
Indonesia
Ada Demo, Pintu Masuk C dan E Stasiun Dukuh Atas Ditutup Sementara
Kendati demikian, layanan perjalanan MRT Jakarta tetap beroperasi normal.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Ada Demo, Pintu Masuk C dan E Stasiun Dukuh Atas Ditutup Sementara
Indonesia
Dihadang Polisi Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Pilih Long March lewat Tugu Tani
BEM UI mengklaim massa aksi tertahan ketika akan melaksanakan salat Jumat.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Dihadang Polisi Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Pilih Long March lewat Tugu Tani
Indonesia
Tak Ada Aksi BEM UI di HI, Massa Tertahan di Kawasan Senayan
Massa mengaku tidak dapat melintasi kawasan Semanggi menuju Jalan Jenderal Sudirman karena akses jalan ditutup aparat kepolisian.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Tak Ada Aksi BEM UI di HI, Massa Tertahan di Kawasan Senayan
Indonesia
Demo Solidaritas Aktivis Andrie Yunus dekat Istana Negara, Polisi Siagakan Seribu Lebih Aparat
Personel yang diterjunkan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
Demo Solidaritas Aktivis Andrie Yunus dekat Istana Negara, Polisi Siagakan Seribu Lebih Aparat
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Bagikan