Headline

Pendatang Baru di Jakarta Didominasi Warga Jawa Tengah yang Ingin Bekerja

Eddy FloEddy Flo - Senin, 10 Juni 2019
 Pendatang Baru di Jakarta Didominasi Warga Jawa Tengah yang Ingin Bekerja

Ilustrasi pendatang baru di Jakarta (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Seusai libur Lebaran, jamak terjadi wilayah Jakarta diserbu pendatang baru yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota. Pada tahun ini, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, para penadatang baru didominasi warga Jawa Tengah yang ingin mencari pekerjaan.

"(Pendataan) tanggal 14 sampai tanggal 25 Juni. Datang semua baru kita data," ucap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Dhany Sukma, kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/6).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seusai libur Lebaran biasanya menggelar Operasi Yustisi yang bertujuan menjaring pendatang baru yang masuk wilayah Ibu Kota. Namun, sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Operasi Yustisi diganti dengan Bina Kependudukan.

Tujuannya untuk mendata masyarakat yang belum atau tidak memiliki KTP DKI Jakarta. Pelaksanaan pendataan dilakukan setelah Operasi Ketupat 2019 berakhir pada 13 Juni 2019. Dinas Dukcapil akan memetakan berapa banyak dan wilayah mana yang dikunjungi oleh pendatang baru.

"Ini kan dalam rangka pelayanan dan pembinaan kependudukan ya. Tahap awal yang kita lakukan adalah pendataan. Pendataan melibatkan RT dan RW, jadi RT dan RW melakukan pendataan sehingga dari pendataan itu akan teridentifikasi mana spot-spot atau area-area yang dominan pendatang barunya," ucap Dhany.

Para pendatang baru di Ibu Kota
Para pendatang baru di Ibu Kota (Foto: antaranews.com)

Setelah itu, pemerintah provinsi akan melakukan program bina kependudukan. Program ini tak hanya menyasar masyarakat yang belum ber-KTP DKI Jakarta.

"Dari sana, tanggal 26 sampai 3 Juli, kita akan lakukan insyaallah layanan bina kependudukan. Kita akan utamakan atau prioritaskan bukan hanya warga nonpermanen (tak ber-KTP DKI), tapi juga warga Jakarta yang juga tidak memiliki dokumen kependudukan. Misalnya tidak punya akta kelahiran, kita penuhi kebutuhannya, dengan dokumen yang sifatnya kependudukan," ucap Dhany.

Pendatang baru yang terdata harus melaporkan diri kepada pihak kelurahan sehingga mereka mendapatkan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS).

"Idealnya, kalau kita menyadari sebagai warga negara, kan sebaiknya dilakukan pelaporan. Karena kita punya pelayanan di kelurahan, di sanalah. Nanti kita keluarkan SKDS, nanti outputnya data," ucap Dhany.

Dhany menyebut, pendatang baru yang datang ke Jakarta paling banyak bekerja di sektor swasta. Sisanya, kata dia, adalah pelajar lalu orang yang berlibur.

Sementara itu, Jawa Tengah menjadi daerah yang diprediksi paling banyak mendatangkan pendatang baru.

"Jawa Tengah paling banyak masuk, kedua Jawa Barat," ucap Dhany.

BACA JUGA: Momentum Lebaran, Mahfud MD Ajak Masyarakat Madura Ademkan Suasana

Antisipasi Kepadatan Arus Balik, Jasa Marga Masih Berlakukan Buka Tutup Rest Area

Setelah bekerja, alasan kedua datang ke Jakarta yakni untuk sekolah. Porsinya kurang lebih 23 persen dari total pendatang.

"Apalagi berbarengan kelulusan anak sekolah sehingga mereka datang banyak juga menimba ilmu dan sekolah," ujar Dhany.

Para pendatang ini mulai didata sejak H+7 Lebaran. Pendataan awal dilakukan pengurus RT dan RW serta kader Dasawisma. Setelah mendata, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil masing-masing wilayah akan menetapkan lokasi yang banyak pendatangnya.

Di sana, Dukcapil akan menyediakan layanan pencatatan sipil bagi pendatang. Pelayanan yang sekarang bernama Pelayanan Bina Kependudukan ini akan digelar pada 14-25 Juni 2019.(Knu)

#Pendatang Baru #Pemprov DKI #Lebaran 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Pramono membawa suara kawasan ESEAO ke panggung internasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2026
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Indonesia
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Selain protein, hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung karbohidrat sebesar 9 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Indonesia
Gubernur Pramono Anung Ubah Jadwal CFD Jakarta, Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Area bebas kendaraan di sisi timur mencakup Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca, sementara sisi barat meliputi Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio hingga Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Gubernur Pramono Anung Ubah Jadwal CFD Jakarta, Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Indonesia
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Bakal Jadi Kado HUT ke-499 Kota Jakarta
Meski memuji kecepatan kerja di lapangan, ia menekankan agar aspek teknis tetap menjadi perhatian utama pengembang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Bakal Jadi Kado HUT ke-499 Kota Jakarta
Indonesia
Jakarta Darurat Perlintasan Sebidang, Pramono Anung Tunggu Titah KAI Demi Keselamatan Bersama
Pemerintah DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya jika KAI memerlukan bantuan teknis maupun personel di lapangan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Jakarta Darurat Perlintasan Sebidang, Pramono Anung Tunggu Titah KAI Demi Keselamatan Bersama
Indonesia
Jakarta Darurat Air Keras, DPRD DKI Desak Perda Ketat Awasi Penjualan Bahan Kimia Berbahaya
Koordinasi dengan Kementerian Perindustrian juga menjadi poin krusial untuk memantau rantai pasok bahan kimia impor sejak dari pelabuhan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Jakarta Darurat Air Keras, DPRD DKI Desak Perda Ketat Awasi Penjualan Bahan Kimia Berbahaya
Indonesia
Pasar Santa Direvitalisasi, Pemprov DKI Siapkan Wajah Baru Lebih Modern dan Nyaman
Pemprov DKI dan Perumda Pasar Jaya segera merevitalisasi Pasar Santa. Nantinya, tempat itu akan memiliki wajah baru yang lebih modern dan nyaman.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pasar Santa Direvitalisasi, Pemprov DKI Siapkan Wajah Baru Lebih Modern dan Nyaman
Indonesia
Jakarta Gelap 60 Menit saat Hari Bumi, Berhasil Hemat Listrik dan Turunkan Emisi
Pemprov DKI Jakarta sudah melaksanakan aksi hemat energi dan pengurangan emisi karbon, dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Jakarta Gelap 60 Menit saat Hari Bumi, Berhasil Hemat Listrik dan Turunkan Emisi
Indonesia
El Nino 2026 DIperkirakan Hantam Jakarta Lebih Ganas dan Lama, Pemerintah Mulai Oprek Teknologi Modifikasi Cuaca
Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 April 2026
El Nino 2026 DIperkirakan Hantam Jakarta Lebih Ganas dan Lama, Pemerintah Mulai Oprek Teknologi Modifikasi Cuaca
Indonesia
Kendaraan Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Kawasan Senopati Ditindak, Tenda Valet Juga Ikut Diangkut
Selain menyasar parkir liar, Sudinhub Jaksel memberikan perhatian khusus pada akses bagi penyandang disabilitas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2026
Kendaraan Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Kawasan Senopati Ditindak, Tenda Valet Juga Ikut Diangkut
Bagikan